Beberapa Efek Samping Pil KB yang Dapat Berakibat Fatal

Beberapa Efek Samping Pil KB yang Dapat Berakibat Fatal

Beberapa Efek Samping Pil KB yang Dapat Berakibat Fatal – The gabungan pil kontrasepsi oral ( COCP ), sering disebut sebagai pil KB atau bahasa sehari-hari sebagai ” pil “, adalah jenis kontrol kelahiran yang dirancang untuk diambil secara lisan oleh perempuan. Ini termasuk kombinasi estrogen (biasanya etinilestradiol ) dan progestogen (khususnya progestin ).

Ketika diambil dengan benar, itu mengubah siklus menstruasi untuk menghilangkan ovulasi dan mencegah kehamilan. Pil KB menjadi salah satu pilihan bagi banyak pasangan suami istri untuk menunda memiliki momongan atau menyesuaikan jarak kelahiran. Pada umumnya, pil KB efektif apabila diminum sesuai petunjuk dan pada waktu yang tepat.

Namun, sebenarnya tidak semua perempuan cocok dengan pil KB. Meskipun cukup efektif dalam idn poker mencegah kehamilan, tetapi pil KB sering memberikan efek samping yang tidak nyaman bagi perempuan, dan beberapa di antaranya tidak boleh diabaikan.

1. Tromboemboli vena
5 Efek Samping Pil KB yang Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Bahaya  

Tromboemboli vena atau yang juga dikenal sebagai blood clot merupakan salah satu efek samping yang jarang terjadi, tetapi berpotensi serius dari pil KB. Risikonya meningkat pada perempuan yang merokok dan berusia lebih dari 35 tahun.

Tromboemboli vena biasanya terjadi di kaki bagian bawah dan dikenal dengan deep vein thromboses. Apabila mencapai paru-paru, masalah ini bisa berakibat fatal. Selain warna merah kebiruan pada kaki, tromboemboli vena juga ditandai dengan nyeri betis, kaki bagian bawah bengkak, sesak napas, atau nyeri dada. Saat mengalami gejala tersebut, kamu harus segera memeriksakan kondisimu ke dokter.

2. Terus merasa murung
5 Efek Samping Pil KB yang Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Bahaya  

Pil KB menyebabkan ketidakseimbangan kadar hormon seks estrogen dan progesteron, yang dapat mempengaruhi fungsi otak dan memicu perubahan suasana hati. Terjadinya efek psikologis, seperti depresi, kecemasan, kelelahan, dan kemarahan meningkat akibat penggunaan kontrasepsi  hormonal.

Bagi perempuan yang sedang menjalani terapi mengatasi kecemasan, stres, atau depresi, wajib berhati-hati saat akan menggunakan pil KB. Bahkan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengantisipasi efek samping yang tidak diinginkan pada suasana hati.

3. Migrain
5 Efek Samping Pil KB yang Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Bahaya  

Bagi beberapa perempuan, pil KB dapat memicu migrain parah yang terjadi karena penurunan kadar estrogen. Bagi perempuan yang sebelumnya sudah memiliki masalah migrain, pil KB dapat memperburuknya.

Lebih jauh, bagi perempuan yang mengalami migrain dengan penglihatan kabur, kehilangan penglihatan sementara, seperti melihat lampu berkedip, atau garis zigzag, mengonsumsi pil KB meningkatkan risiko terjadinya stroke. Jadi, bicarakan dengan dokter jika kamu mengalami migrain saat menggunakan pil KB atau memiliki masalah migrain dan ingin menggunakan pil KB.

4. Infeksi jamur vagina
5 Efek Samping Pil KB yang Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Bahaya  

Pil KB juga bisa memicu infeksi jamur kandida pada beberapa perempuan. Juga, pada perempuan yang memiliki masalah kesehatan, seperti  diabetes  yang tidak terkontrol dengan baik, diet tinggi gula atau alkohol, atau sistem kekebalan yang lemah, lebih mungkin mengalami infeksi jamur yang lebih parah.

Masalah ini mungkin dapat diatasi dengan krim antijamur yang dijual bebas atau obat resep. Namun, jika masalahnya kronis, lebih baik bicarakan dengan dokter mengenai pilihan untuk mengganti metode kontrasepsi.

5. Rasa sakit saat berhubungan intim
5 Efek Samping Pil KB yang Tidak Boleh Diabaikan, Bisa Bahaya  

Pil KB juga bisa menyebabkan seks yang tidak nyaman dan nyeri panggul kronis. Masalah ini mungkin disebabkan karena penurunan estrogen, yang dapat menyebabkan efek samping seksual, seperti penurunan pelumasan dan libido rendah.

Jika kamu merasakan ketidaknyamanan ini, bicarakan dengan dokter guna memastikan kamu tidak memiliki fibroid atau endometriosis. Atau, kamu juga dapat meminta pilihan KB lainnya jika memungkinkan.

Demikianlah beberapa efek samping pil KB yang tidak boleh diabaikan. Untuk memastikan kamu menggunakan pil KB secara aman, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Juga, jangan pernah mengabaikan efek samping yang terasa mengganggu.

Mereka pertama kali disetujui untuk penggunaan kontrasepsi di Amerika Serikat pada tahun 1960, dan merupakan bentuk pengendalian kelahiran yang sangat populer. Mereka digunakan oleh lebih dari 100 juta wanita di seluruh dunia dan oleh hampir 12 juta wanita di Amerika Serikat. 

Dari 2015 hingga 2017, 12,6% wanita berusia 15-49 di AS melaporkan menggunakan kontrasepsi oral, menjadikannya metode kontrasepsi paling umum kedua dalam rentang usia ini dengan sterilisasi wanita menjadi metode yang paling umum.