Beberapa Jenis Obat yang Berpotensi Merusak Kesehatan Ginjal

Beberapa Jenis Obat yang Berpotensi Merusak Kesehatan Ginjal

Beberapa Jenis Obat yang Berpotensi Merusak Kesehatan Ginjal – Obat adalah zat apa pun yang menyebabkan perubahan fisiologi atau psikologi organisme saat dikonsumsi. Obat-obatan biasanya dibedakan dari makanan dan zat yang menyediakan nutrisi. Konsumsi obat dapat dilakukan melalui inhalasi,  injeksi, merokok, ingesti, absorpsi melalui kulit, atau disolusi di bawah lidah.

Obat farmasi, juga disebut medikasi atau obat dalam pemahaman masyarakat umum, adalah zat kimia yang digunakan untuk  mengobati, menyembuhkan,  mencegah, atau mendiagnosis  suatu penyakit  atau untuk meningkatkan kesejahteraan. Meskipun diciptakan untuk mengobati penyakit atau kondisi tertentu, tetapi obat-obatan juga datang dengan efek sambil bagi tubuh penggunanya. Efek samping yang dirasakan setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung jenis obat dan kondisi tubuh.

Inilah alasan kenapa dokter hanya memberikan resep obat untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu dan dosis yang bisa disesuaikan. Obat yang dijual bebas tanpa resep idn poker rawan untuk disalahgunakan. Mengonsumsi obat tanpa pengawasan dokter perlahan bisa merusak fungsi ginjal. Sekadar informasi, setiap obat yang kita konsumsi akan melewati organ ginjal. Tentu kesehatan tubuh akan terganggu bila ginjal tidak bekerja sebagaimana mestinya.

1. Obat antinyeri (NSAID)

Ketoprofen: Manfaat, Dosis, Efek Samping

Terlalu sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atau nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID) yang dijual bebas seperti aspirin, naproxen, dan ibuprofen dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Dilansir WebMD, kamu harus bijak dalam mengonsumsinya dan amat disarankan untuk minum jenis obat-obatan tersebut terlalu sering dalam kurun waktu lama, dan jangan sampai mengonsumsinya dalam dosis tinggi.

2. Laksatif
JURUS PAMUNGKAS ATASI SEMBELIT

Laksatif adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi kesulitan buang air besar (BAB). Terlalu sering menggunakan laksatif atau menggunakan jenis obat ini dengan tujuan untuk menurunkan berat badan akan mengakibatkan ginjal tidak berfungsi dengan baik, dan tubuh akan mengalami dehidrasi.

Mengutip laman resmi Barnard College Columbia University, Amerika Serikat, menyalahgunakan obat laksatif akan mengakibatkan jumlah elektrolit di dalam tubuh tidak seimbang.

Elektrolit seperti sodium dan potasium atau kalium sangat penting untuk tubuh. Jumlah elektrolit yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal, serangan jantung, dan muntah.

3. Antibiotik
Hanya di Indonesia, Apapun Sakitnya Obatnya Antibiotik, Tahu Apa Bahayanya?  - Semua Halaman - Grid Health

Gagal ginjal akut adalah sebuah kondisi ketika ginjal secara mendadak tidak dapat menyaring kotoran yang ada di darah. Gejala penyakit gagal ginjal akut antara lain tubuh bengkak, terlihat lelah, dan mengalami sesak napas. Beberapa contoh antibiotik yang berisiko menyebabkan gagal ginjal akut antara lain aminoglycosidecephalosphorin, dan vancomycin.

Aminoglycoside adalah antibiotik yang umumnya digunakan untuk mengobati fibrosis kistik, yaitu kelainan yang merusak paru-paru dan sistem pencernaan.

Mengutip laporan yang diterbitkan di jurnal jurnal Thorax tahun 2010, penggunaan aminoglycoside dapat menyebabkan ginjal tidak berfungsi dan kemudian mengalami gagal ginjal akut. Untuk menurunkan risiko efek samping ini, dosis obat hanya diberikan satu kali dalam sehari.

4. Obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi
Kenali 5 Jenis Obat yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal

Obat penghambat enzim pengubah angiostensin (ACE inhibitor) dan  angiotensin II receptor blockers (ARB) adalah dua obat yang dipakai untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi. Salah satu efek samping dari penggunaan dua obat ini adalah menyebabkan kadar kalium di ginjal dan darah meningkat. Kondisi ini disebut hiperkalemia.

Dilansir News Medical Life Sciences, risiko penurunan fungsi ginjal tinggi bila ACE inhibitor digunakan bersamaan dengan obat NSAID dan/atau obat diuretik.

Lebih lanjut, laman Best Practice Advocacy Center New Zealand menyebutkan kombinasi dari tiga obat tersebut dapat berujung pada gagal ginjal akut.

5. Obat untuk pasien AIDS
5 Jenis Obat HIV untuk Pengobatan HIV/AIDS metode ART

Salah satu obat yang digunakan untuk AIDS adalah protease inhibitor, contohnya yaitu Tenofovir dan Retrovir. Protease inhibitor digunakan untuk mencegah replikasi virus di dalam tubuh.

Menurut keterangan dari American Family Physician Foundation (AAFP), pasien AIDS yang mengonsumsi obat Tenofovir berisiko mengalami gagal ginjal akut apabila:

  • Pasien tersebut mempunyai gejala AIDS yang cukup serius
  • Pasien memiliki riwayat gangguan pada ginjal
  • Pasien telah menjalani terapi dalam durasi yang lama

Guna memantau kondisi ginjal, pasien AIDS direkomendasikan untuk melakukan tes glomerular filtration rate (GFR) dan urinalisis setahun sekali. Apabila nilai GFR kurang dari 50 ml per menit per 1.73m2, maka penyesuaian dosis obat akan dilakukan. GFR adalah tes untuk mengukur seberapa baik ginjal bekerja.

6. Tips mencegah kerusakan atau penurunan fungsi ginjal
Kenali 5 Jenis Obat yang Dapat Merusak Kesehatan Ginjal

Berdasarkan keterangan dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), berikut adalah langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mencegah kerusakan atau penurunan fungsi ginjal:

  • Apabila membeli obat NSAID seperti ibuprofen di apotek, tanyakan kepada petugas farmasi apakah obat tersebut aman untuk dikonsumsi sesuai dengan riwayat kesehatan pribadi.
  • Hindari penggunaan obat antiinflamasi yang dijual bebas secara berlebihan.
  • Apabila mengalami flu atau kesakitan karena penyakit yang lain, tanyakan kepada dokter jenis obat manakah yang tidak aman untuk dikonsumsi. Tanyakan pula apakah dosis minum obat perlu diberi jeda.
  • Konsultasikan kepada dokter apakah resep obat yang diberi memiliki efek samping di ginjal dan beri tahu apabila memiliki riwayat penyakit ginjal.
  • Hindari mencampur obat tanpa supervisi dari dokter, contohnya obat untuk hipertensi dengan obat NSAID.

Itulah lima jenis obat yang dapat merusak kesehatan ginjal. Selain menghindari konsumsi dan/atau mencampur obat tanpa panduan dan pengawasan dari dokter, kita juga dapat rutin melakukan tes kesehatan seperti urinalisis dan GFR setiap tahunnya. Terakhir, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan.

Obat-obatan farmasi (medikasi) sering dibagi menjadi beberapa kelompok; pengelompokan obat dilakukan berdasarkan struktur kimia yang serupa, mekanisme aksi yang sama (mengikat pada target biologis yang sama), mode aksi terkait, dan yang digunakan untuk mengobati penyakit yang sama.

Sistem Klasifikasi Kimiawi Terapeutik Anatomis (ATC) merupakan sistem klasifikasi obat yang paling banyak digunakan, yang memberikan masing-masing obat kode ATC yang unik, berupa kode alfanumerik yang menempatkan obat tersebut ke kelompok obat tertentu dalam sistem ATC.