Beberapa Jenis Obat yang Paling Sering Memicu Mimpi Buruk

Beberapa Jenis Obat yang Paling Sering Memicu Mimpi Buruk

Beberapa Jenis Obat yang Paling Sering Memicu Mimpi Buruk – Mimpi buruk adalah mimpi yang menyebabkan seseorang merasa cemas atau takut. Mimpi buruk bisa membuat penderitanya terbangun dari tidur. Saat sedang tidur, kadang kita bisa mengalami mimpi buruk yang menakutkan. Penyebab mimpi buruk sendiri bermacam-macam, dan yang sering diabaikan atau mungkin tidak diketahui, mungkin ini merupakan efek dari penggunaan obat tertentu.

Mimpi buruk bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh anak-anak. Salah satu efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu adalah mimpi buruk, tetapi mungkin ini hanya dialami oleh sebagian orang.

Jika akhir-akhir ini kamu mengalami mimpi buruk tanpa alasan yang jelas, ada baiknya untuk mengevaluasi obat yang baru kamu pakai. Berikut ini adalah beberapa obat yang paling sering memicu mimpi buruk.

1. Obat penenang
5 Jenis Obat Ini Menyebabkan Mimpi Buruk, Jangan Digunakan Sembarangan

Kadang-kadang, pasien yang baru selesai melakukan operasi diberi obat penenang yang sangat kuat untuk membantu menghilangkan rasa sakit dan membuat mereka tidur lebih nyenyak. Akan tetapi, obat penenang merupakan salah satu obat yang diketahui memicu mimpi buruk.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Minerva Anestesiologicatahun 2009, pasien yang menggunakan obat penenang kuat di ruang perawatan intensif (ICU) melaporkan mengalami peningkatan kejadian tidak menyenangkan yang terjadi saat mereka dalam keadaan koma. Obat penenang ini juga berpotensi menyebabkan ingatan operasi dan bentuk ringan gangguan stres pascatrauma (PTSD) dari operasi itu sendiri.

2. Beta blocker
5 Jenis Obat Ini Menyebabkan Mimpi Buruk, Jangan Digunakan Sembarangan

Beta blocker kerap diresepkan pada pasien untuk mencegah risiko stroke dan serangan jantung. Sayangnya, obat ini memiliki efek samping berupa insomnia.

Menurut penelitian yang dicatatkan di European Journal of Clinical Pharmacology, peserta dalam uji coba pengobatan ini melaporkan mimpi buruk yang begitu nyata sehingga mereka cenderung takut untuk tidur.

Jika kamu baru mengonsumsi obat jenis ini dan menduga bahwa mimpi buruk yang kamu alami disebabkan oleh pengobatan ini, diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan alternatif lain.

3. Dopamin
5 Jenis Obat Ini Menyebabkan Mimpi Buruk, Jangan Digunakan Sembarangan

Agonis dopamin biasanya digunakan sebagai perawatan pada pasien dengan penyakit Parkinson untuk membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun, penggunaan obat ini sering dikaitkan dengan serangan tidur, kantuk, dan mimpi buruk, menurut studi dalam jurnal Movement Disorders tahun 2003.

Ini kemungkinan disebabkan karena jalur persinyalan dopamin memiliki peran dalam kejadian mimpi buruk. Studi lebih lanjut masih diperlukan, karena saat obat ini dikonsumsi oleh orang yang sehat, sebagian orang melaporkan mengalami mimpi buruk dan sebagian lagi tidak mengalami efek samping apa pun.

4. Amfetamin
5 Jenis Obat Ini Menyebabkan Mimpi Buruk, Jangan Digunakan Sembarangan

Amfetamin adalah kelas obat yang sangat kuat sehingga rentan menyebabkan penyalahgunaan obat ambang batas. Obat ini menyebabkan halusinasi yang kuat pada beberapa individu.

Sebenarnya, amfetamin adalah obat penenang yang sangat efektif, itulah sebabnya obat ini digunakan untuk keperluan medis. Namun, pada orang yang menyalahgunakan obat-obatan ini, mereka biasanya mengalami penurunan minat dalam kegiatan sehari-hari, kepercayaan pada kejadian aneh, dan mimpi buruk, menurut laporan dalam Journal of Psychedelic Drugs.

5. Statin
5 Jenis Obat Ini Menyebabkan Mimpi Buruk, Jangan Digunakan Sembarangan

Statin kerap diandalkan untuk mengatasi kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Namun, obat ini dapat mengganggu pola tidur dan memicu mimpi buruk dengan membatasi kemampuan tubuh untuk beristirahat.

Dilansir Medical Daily, statin memengaruhi bagaimana kolesterol dibuat di hati dan di otak. Statin yang larut dalam lemak, seperti Liptor, Mevacor, Vytorin, dan Zocor mungkin sangat bermasalah, karena mereka menembus membran sel dan penghalang darah jauh lebih cepat daripada statin lainnya. Namun, mimpi buruk akibat statin biasanya hanya dialami pasien yang lebih sensitif.