Beberapa Kandungan Polusi Paling Umum dan Sering Kita Hirup

Beberapa Kandungan Polusi Paling Umum dan Sering Kita Hirup

Beberapa Kandungan Polusi Paling Umum dan Sering Kita Hirup -Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara,  panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.

Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka. Buat kamu yang tinggal di perkotaan, menikmati idn poker mobile udara segar merupakan kemewahan tersendiri. Asap dari lalu-lalang kendaraan bermotor membuat oksigen yang dihirup tak sepenuhnya aman. Malah ada banyak kandungan atau materi berbahaya yang bila terus dihirup bakal berimbas pada kesehatan kamu.

1. Materi partikulat (PM10 dan PM2.5)
5 Kandungan Berbahaya Polusi Udara Paling Umum, Sering Kita Hirup!

Materi partikulat (particulate matter) atau polusi partikel merupakan partikel super kecil yang biasanya berbentuk tetesan cairan yang ada di udara. Secara kandungannya, bahan berbahaya ini bisa mengandung nitrat, sulfat, besi, partikel debu, dan alergen.

Dilansir berbagai sumber, polusi partikel memiliki dua tipe berdasarkan ukurannya, yaitu PM10 dan PM2.5. Angka 10 dan 2.5 itu merupakan ukuran partikel tersebut. PM10 artinya partikel polusinya berukuran 10 mikrometer, sedangkan PM2.5 partikelnya berukuran 2,5 mikrometer.

Dilansir NSW Government, dampak negatif partikel polusi ini bergantung dari seberapa lama kamu terpapar polusi tersebut. Dalam jangka waktu pendek, kamu bisa mengalami iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Orang-orang dengan asma dan penyakit paru pun bisa mengalami kekambuhan atau perburukan.

Untuk dampak jangka panjang, polusi partikel bisa menyebabkan penurunan fungsi paru, memicu penyakit pernapasan, meningkatkan laju perkembangan penyakit, serta bisa mengurangi harapan hidup. Sudah ada banyak penelitian yang mengaitkan polusi partikel dengan kondisi penyakit paru-paru dan jantung.

2. Ozon (O3)
5 Kandungan Berbahaya Polusi Udara Paling Umum, Sering Kita Hirup!

Ozon adalah gabungan komposisi tiga atom oksigen. Jangan samakan dengan oksigen yang biasa kita hirup (O2). Penambahan atom ketiga menyebabkan udara tidak stabil, menjadikannya bisa setara dengan gas beracun.

Benar bahwa ozon ditemukan di lapisan langit dan berkat ozon pula, kita terlindungi dari paparan langsung ultraviolet. Akan tetapi, ketika ozon itu berada di permukaan darat dan terkumpul hingga menciptakan konsentrasi yang tinggi, beragam gangguan kesehatan bisa terjadi, seperti:

  • Iritasi pada mata, tenggorokan, hidung, dan saluran pernapasan. Umumnya ditunjukkan dengan gejala batuk, tenggorokan gatal, hingga rasa tidak nyaman di dada
  • Berkurangnya fungsi paru. Kamu menjadi susah menghirup udara dalam-dalam
  • Kambuhnya asma dan penyakit paru
  • Meningkatnya kemungkinan infeksi pernapasan
  • Kerusakan paru-paru walau gejala telah hilang

Menurut keterangan dari Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), ozon darat tidak terbentuk alami seperti yang ada di stratosfer. Ozon darat terbentuk melalui emisi buatan dari senyawa organik yang mudah menguap dan nitrogen oksida, serta ditambah panas dan sinar matahari. Beberapa contoh objek yang menimbulkan ozon darat adalah bensin, cat, insektisida, pembersih, hingga manufaktur kimia.

3. Nitrogen dioksida (NO2)
5 Kandungan Berbahaya Polusi Udara Paling Umum, Sering Kita Hirup!

Nitrogen dioksida datang dari emisi gas kendaraan bermotor, limbah industri, hingga segala macam gas. Laporan berjudul “Dampak NOx terhadap Lingkungan” dalam Jurnal Ilmiah Kurva Teknik tahun 2013 menyebutkan bahwa tingkat NO2 seketika meningkat saat memasuki jam kerja yang mana kendaraan bermotor lalu-lalang.

Sedikit banyak, NO2 mendukung terjadinya ozon darat. Itu berarti ada kemungkinan kamu mendapatkan masalah ganda ketika berada di lingkungan yang banyak kandungan NO2-nya. Secara umum, dampak negatif NO2 akan banyak memengaruhi masalah pernapasan, yaitu meningkatkan kemungkinan kambuh dan infeksi paru bagi penderita asma, lebih seringnya terjadi serangan asma, sampai peradangan.

Salah satu kasus kesehatan paparan NO2 yang cukup mengerikan belakangan ini adalah ledakan di Beirut, Lebanon, pada Agustus 2020 silam. Ledakan tersebut tak hanya menyebabkan kerusakan parah, tetapi juga banyaknya laporan kasus orang-orang yang mengalami kesulitan bernapas.

4. Karbon monoksida (CO)
5 Kandungan Berbahaya Polusi Udara Paling Umum, Sering Kita Hirup!

CO dianggap sebagai salah satu gas paling berbahaya mengingat ia tak berbau dan tak berwarna. Mereka yang mengalami gejala keracunan CO tidak menyadari mereka sedang terpapar. Seringnya gas ini datang saat karbon di bahan bakar tidak sepenuhnya terbakar dan bocor, lalu mengarah ke korbannya.

Yang menjadikan CO berbahaya adalah kemampuannya dalam mengurangi kadar oksigen pada seluruh organ dan jaringan. Penderitanya menjadi seperti mengalami gejala flu: sakit kepala, pusing, kebingungan, mual, dan lemas. Mereka yang punya komorbid jantung juga akan merasakan sesak di dada.

Dalam kadar yang lebih tinggi, CO membuat orang-orang yang menghirupnya akan mengalami masalah penglihatan dan koordinasi. Tak jarang beberapa orang seakan mengalami ilusi.

Jika terlalu tinggi, bukan tidak mungkin CO dapat menyebabkan kematian. Perlu diketahui, pada bayi baru lahir, paparan CO bisa memberikan efek kesehatan jangka panjang di kemudian hari.

5. Sulfur dioksida (SO2)
5 Kandungan Berbahaya Polusi Udara Paling Umum, Sering Kita Hirup!

Kekhasan SO2 adalah gas ini bisa masuk ke dalam air, tetapi tidak menimbulkan warna. Untungnya, kamu bisa dengan mudah mencium bau menyengatnya untuk mengetahui keberadaan gas tersebut. Paling sering SO2 muncul secara alami di gunung berapi yang aktif atau pertambangan, dan bila dihirup langsung bisa seketika merusak organ pernapasan.

SO2 juga punya sifat korosif dan karsinogen. Itu artinya, SO2 bisa memberikan dampak kesehatan yang lebih berat ketimbang bentuk polusi lain. Tidak mengagetkan bila ada orang dewasa maupun anak-anak yang meninggal setelah menghirup SO2.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan SO2 bisa menyebabkan iritasi pada paru-paru dan menimbulkan kesulitan bernapas. Masalah ini lebih mudah terjadi para orang-orang yang sudah punya bawaan masalah pernapasan, seperti asma, dan kelompok lansia.

Itulah deretan kandungan polusi udara berbahaya yang paling umum yang mungkin tanpa disadari sering kamu hirup, serta dampaknya terhadap kesehatan.

Tidak ada cara pasti untuk mencegah paparan polusi udara, apalagi bila kamu hidup di kota-kota besar. Namun, kamu bisa mengurangi paparan dengan menghindari area yang padat polusi dan menggunakan masker.

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.