Beberapa Kemampuan Hewan Dijadikan Inspirasi Dalam Teknologi

Beberapa Kemampuan Hewan Dijadikan Inspirasi Dalam Teknologi

Beberapa Kemampuan Hewan Dijadikan Inspirasi Dalam TeknologiTeknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam bepergian dan mengendalikan lingkungan mereka.

Manusia memang merupakan spesies paling dominan di muka Bumi. Mereka bisa mencapai tahap evolusioner biologis dan kecerdasan yang luar biasa maju dibandingkan dengan organisme lainnya. Salah satu hal yang bisa diciptakan oleh manusia untuk menunjang kehidupannya adalah teknologi.

Nah, ternyata, sebagian dari teknologi buatan manusia itu terinspirasi dari kemampuan alami yang dimiliki oleh hewan, lho. Penasaran, kan? Yuk, disimak artikelnya Daftar Club388!

1. Sonar bawah laut
5 Kemampuan Alami Hewan yang Dijadikan Inspirasi dalam Teknologi

Tahukah kamu bahwa kapal laut, kapal selam, dan peralatan militer bawah laut biasanya dilengkapi dengan teknologi canggih berupa sonar? Ya, sonar merupakan teknik navigasi dengan cara menjalarkan suara pada objek rambat di sekitarnya. Nah, Amerika Serikat sudah melengkapi armada tempurnya dengan sonar sejak Perang Dunia I.

Faktanya, teknologi sonar ini terinspirasi dari kemampuan alami spesies lumba-lumba, ditulis dalam Science Daily. Biasanya, mamalia laut seperti lumba-lumba memang kerap menggunakan sonar khusus untuk berkomunikasi dan menjadi tumpuan dalam navigasi mereka di bawah laut. Selain lumba-lumba, mamalia paus juga kerap menggunakan sonar untuk navigasi di bawah laut.

2. Teknologi kedap suara
5 Kemampuan Alami Hewan yang Dijadikan Inspirasi dalam Teknologi

Burung hantu merupakan satu-satunya spesies burung yang mampu terbang tanpa suara. Ya, kemampuan tersebut akan membantu mereka dalam berburu mangsa secara hening dan bahkan nyaris tidak terdeteksi. Rahasianya ada di desain bulu pada tubuh dan sayap. Adapun, desain bulu pada burung hantu mampu memecah udara dan mengalirkannya ke belakang tanpa hambatan.

Kemampuan itulah yang dijadikan inspirasi bagi manusia dalam menciptakan teknologi kedap suara. Teknologi tersebut banyak diaplikasikan di banyak instrumen, misalnya ruangan kedap suara atau lapisan khusus yang mampu menghalangi suara dalam frekuensi tertentu. Kamu pun pasti pernah berada di ruang kedap suara seperti bioskop, bukan?

Satu lagi, kemampuan terbang burung hantu yang tak bersuara juga bakal diaplikasikan pada penerbangan modern di masa depan, terutama di bidang militer. Saat ini saja, sudah banyak drone (pesawat nirawak) militer yang mampu terbang nyaris tanpa suara. Kemampuan ini membuat instrumen militer menjadi senyap dan sulit untuk dideteksi oleh musuh.

3. Aseksual dan kemiripannya dengan kloning
5 Kemampuan Alami Hewan yang Dijadikan Inspirasi dalam Teknologi

Ilmuwan membutuhkan studi, riset, dan penelitian mendalam untuk melakukan sebuah kloning. Ada banyak kombinasi rumit dalam untaian DNA dan genetik organisme biologis yang tidak bisa diuraikan dalam waktu singkat. Namun, beberapa spesies hewan bisa melakukan kloning tanpa bersusah payah, bahkan kemampuan mereka memberikan inspirasi bagi banyak ilmuwan.

Dilansir Sciencing, hewan-hewan, macam katak, bintang laut, komodo, cacing pipih, dan mikroorganisme, seperti ameba dan bakteri, memiliki kemampuan aseksual atau kloning alami untuk berkembang biak. Tentu saja kemampuan mereka itu sudah menjadi bahan penelitian bagi banyak ilmuwan di dunia, termasuk dalam teknologi kloning.

4. Kemampuan migrasi yang mirip dengan sistem navigasi GPS
5 Kemampuan Alami Hewan yang Dijadikan Inspirasi dalam Teknologi

Sebuah jurnal yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Biology mengulas bahwa kemampuan migrasi hewan, terutama burung, sebagiannya masih menjadi misteri. Namun, ilmuwan percaya bahwa burung yang bermigrasi mampu mendeteksi sesuatu di tempat tujuan mereka, misalnya medan magnet Bumi.

Sistem navigasi pada jalur migrasi burung memang masih menjadi bahan riset mendalam bagi banyak ahli satwa. Namun, setidaknya, teknologi kompas dan sebagian cara kerja GPS terinspirasi dari kemampuan hewan dalam menciptakan sistem navigasi mereka sendiri. Bukan hanya burung, beberapa spesies, seperti rubah, kucing, anjing, dan beruang, juga diyakini memiliki kemampuan navigasi alami.