Beberapa Penemuan yang Paling Fenomenal di Bidang Arkeologi

Beberapa Penemuan yang Paling Fenomenal di Bidang Arkeologi

Beberapa Penemuan yang Paling Fenomenal di Bidang Arkeologi – Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan (manusia) masa lalu melalui kajian sistematis atas data bendawi yang ditinggalkan. Kajian sistematis meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, dan interpretasi data berupa artefak  (budaya bendawi, seperti kapak batu dan bangunan candi) dan ekofak (benda lingkungan, seperti batuan, rupa muka bumi, dan fosil) maupun fitur (artefaktual yang tidak dapat dilepaskan dari tempatnya (situs arkeologi).

Teknik penelitian yang khas adalah penggalian (ekskavasi) arkeologis, meskipun teknik survei masih dilakukan. Arkeolog adalah sebutan untuk para sarjana, praktisi, atau ahli di bidang arkeologi. Tujuan arkeologi beragam dan menjadi perdebatan yang panjang. Di antaranya adalah yang disebut dengan paradigma arkeologi, yaitu menyusun sejarah kebudayaan, memahami perilaku manusia, serta mengerti proses perubahan budaya.

Penemuan di bidang arkeologi tak kalah penting daripada penemuan dalam ilmu eksakta. Memang, penemuan arkeologi biasanya terkubur di bawah permukaan tanah dalam kondisi rusak dan sulit diidentifikasi. Namun, bisa mengungkap misteri dan rahasia manusia di masa lalu.

1. Makam Tutankhamun
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Mundur ke 16 Februari 1923, Howard Carter merupakan orang pertama yang dalam 3.000 tahun menginjakkan kaki di ruangan yang berisi kuburan Tutankhamun. Dilansir Egypt Today, awalnya pada 4 November 1922 ia sedang menggali di pintu masuk terowongan menuju makam Ramses VI di area Valley of the Kings.

Tak diduga, ia melihat sebuah ruang bawah tanah yang besar dan memutuskan melanjutkan penggalian dengan sangat hati-hati. Lalu, ia menemukan dinding mausoleum yang berisi gambar-gambar indah yang mengisahkan kepergian Tutankhamun ke dunia orang mati.

Di bawah temaram cahaya lilin, Carter terpukau melihat gambar itu. Mengalihkan pandangan ke tengah ruangan, ia menemukan kotak kayu bertatah emas. Terdapat beberapa layer kotak yang bagian terdalamnya adalah mumi Tutankhamun dengan perhiasan (cincin, kalung, mahkota, dan tongkat) dari emas murni!

Tutankhamun atau Raja Tut adalah seorang Firaun Mesir Kuno yang memerintah di akhir dinasti ke-18 (sekitar 1332-1323 SM). Tergolong sebagai raja muda karena ia naik takhta pada usia delapan atau sembilan tahun!

2. Moai
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Pernah menjumpai patung ini? Namanya patung Moai, megalit besar di Pulau Paskah, Chili. Mengutip situs pariwisata resmi Easter Island, Moai dibangun sekitar tahun 1400-1650 M oleh penduduk asli pulau ini, yang dijuluki sebagai Rapa Nui.

Kurang lebih, ada sekitar 1.000 patung dengan berat hingga 86 ton dan tinggi mencapai 10 meter. 95 persen patung Moai berasal dari abu vulkanik yang dipadatkan dan mudah diukir dari gunung berapi Rano Raraku. Patung ini diukir dengan toki, yaitu alat batu.

Apa tujuan penciptaan patung Moai? Ternyata, patung ini dibangun untuk menghormati kepala suku atau orang penting lain yang telah meninggal dunia. Setiap patung memiliki karakteristik yang berbeda untuk menjadi representasi individu yang diwakilinya.

Salah satu misteri terbesar adalah bagaimana cara penduduk zaman dahulu mengangkut patung Moai dengan berat lebih dari 50 ton berkilo-kilometer melintasi medan berbukit? Teori yang paling logis adalah tali yang kuat dibentangkan di sisi kanan dan kiri patung, dipegangi oleh beberapa orang dewasa, lalu digoyangkan dari sisi ke sisi untuk membuatnya “berjalan”.

3. Pompeii
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Di tahun 79 M, penduduk Pompeii dikejutkan dengan letusan gunung berapi Vesuvius yang menghancurkan seluruh kota dalam sekejap. Tiba-tiba, kota dihujani dengan puing-puing gunung berapi, asap beracun, dan abu tebal. Mengerikan!

Penduduk Pompeii yang tidak sempat menyelamatkan diri segera bertemu ajalnya dan tubuhnya tertutupi oleh abu tebal selama ribuan tahun. Dilansir Pompeii Tours, reruntuhan dan jejaknya ditemukan kembali pada abad ke-18 oleh para arkeolog.

Efek letusannya sangat dahsyat dan diperkirakan menewaskan sekitar 2 ribu orang dalam kurun waktu 24 jam. Padahal, sebelum peristiwa ini terjadi, ada sekitar 20 ribu orang yang tinggal di Pompeii.

Mereka yang selamat adalah yang kebetulan berada di luar kota atau dibawa ke tempat yang aman oleh angkatan laut Romawi. Sedangkan, mereka yang tetap tinggal dipastikan tewas karena gas piroklastik, mati lemas, atau tertimpa puing-puing yang berjatuhan.

4. Tentara terakota
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Kembali ke 29 Maret 1974 di Xian, China, ditemukan koleksi prajurit terakota. Yang menemukan figur tanah liat dan pecahan artefak ini adalah petani setempat. Ini mengarah ke penemuan makam kuno yang ukurannya besar dan jumlah artefaknya banyak.

Mengutip National Geographic, makam itu dibangun untuk Qin Shi Huangdi, kaisar pertama Tiongkok. Di bagian makam yang telah digali terdapat ribuan patung kuda dan prajurit berbaju besi berdiri dalam formasi pertempuran.

Sebagian besar patung tingginya dua meter dengan berat mencapai 272 kilogram. Diperkirakan, temuan ini berasal dari abad ke-3 SM dengan total sekitar 8.000 tentara, 130 kereta, dan 520 kuda. Temuan ini berharga karena menunjukkan pakaian dan senjata yang mereka gunakan pada masa lalu.

5. Gulungan Laut Mati
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Teks-teks agama terpenting ditemukan di Qumran, situs arkeologi yang keras dan terpencil di Tepi Barat (West Bank) pada tahun 1947. Salah satu peninggalannya adalah Gulungan Laut Mati (Dead Sea scrolls) yang jumlahnya lebih dari 800 dokumen yang terbuat dari kulit binatang, papirus, dan tembaga palsu.

Dilansir Smithsonian Magazine, teks-teks ini memperdalam pemahaman mengenai Alkitab serta sejarah Yudaisme dan Kekristenan. Diperkirakan, sebagian besar ditulis dalam bahasa Ibrani pada 200 SM.

Salah satu gulungan yang paling besar dan terawat dengan baik adalah Temple scroll yang membentang hingga lebih dari delapan meter. Kondisinya paling bagus dibandingkan dengan 900 teks lain yang ditemukan di dalam guci.

Anehnya, menurut studi oleh peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang diterbitkan di jurnal Science Advances, teks tersebut diawetkan dengan mineral yang tidak ada di sekitar lokasi temuan. Yang dimaksud ialah lapisan glauberite dan thenardite, mineral sulfat yang tidak umum ditemukan di wilayah Laut Mati.

6. Machu Picchu
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Pagi hari tanggal 24 Juli 1911 menjadi salah satu hari bersejarah karena terjadi penemuan arkeologis terbesar di abad ke-20. Dipandu oleh petani setempat dan seorang anak lelaki kecil, Hiram Bingham, seorang dosen dari Yale University, menemukan Machu Picchu.

Mengutip National Geographic, yang terlihat di hadapan mereka adalah benteng batu yang menjulang dan sangat rapat, yang terletak di dataran tinggi. Luis Lumbreras, ahli antropologi Peru, menggambarkannya sebagai benteng yang terdiri dari istana, kuil, tempat tinggal, dan gudang, yang kemungkinan juga dipakai untuk seremonial keagamaan.

Sementara, menurut studi yang dipimpin oleh Richard Burger (arkeolog dan ahli antropologi) dan diterbitkan di jurnal Antiquity, Machu Picchu diperkirakan digunakan antara tahun 1420-1530 M. Para peneliti menggunakan spektrometri massa akselerator (AMS), bentuk yang lebih mutakhir dari penanggalan radiokarbon, dilansir SciTechDaily.

7. Batu Rosetta
7 Penemuan Terpenting Bidang Arkeologi, Jelajah Masa Lalu

Penemuan batu Rosetta dianggap penting karena menjadi kunci kita memahami hieroglif, sistem tulisan masyarakat Mesir kuno yang merupakan kombinasi elemen alfabet dan logograf. Mengutip World Archaeology, batu ini ditemukan oleh tentara Napoleon.

Apa arti tulisan yang ada di permukaan batu Rosetta? Dilansir British Museum, isinya adalah pesan resmi (dekrit) tentang raja Ptolemy V yang berkuasa antara tahun 204-180 SM. Disebutkan bahwa para imam kuil di Memphis, Mesir, mendukung sang raja.

Batu Rosetta disimpan dan dipamerkan di British Museum sejak tahun 1802. Awalnya, batu Rosetta dan patung-patung lainnya dipajang di bangunan sementara di halaman museum karena lantainya tidak kuat menahan beratnya! Kini, batu Rosetta ditaruh di Room 4 dan bahkan bisa disaksikan di Google Street View.

Karena bertujuan untuk memahami budaya manusia, maka ilmu ini termasuk ke dalam kelompok ilmu humaniora. Meskipun demikian, terdapat berbagai ilmu bantu yang digunakan, antara lain sejarah, antropologi, geologi (dengan ilmu tentang lapisan pembentuk bumi yang menjadi acuan relatif umur suatu temuan arkeologis), geografi, arsitektur, paleoantropologi dan bioantropologi,  fisika (antara lain dengan karbon c-14 untuk mendapatkan pertanggalan mutlak), ilmu metalurgi (untuk mendapatkan unsur-unsur suatu benda logam), serta filologi (mempelajari naskah lama).

Arkeologi pada masa sekarang merangkumi berbagai bidang yang berkait. Sebagai contoh, penemuan mayat yang dikubur akan menarik minat pakar dari berbagai bidang untuk mengkaji tentang pakaian dan jenis bahan digunakan, bentuk keramik dan cara penyebaran, kepercayaan melalui apa yang dikebumikan bersama mayat tersebut, pakar kimia yang mampu menentukan usia galian melalui cara seperti metode pengukuran karbon 14. Sedangkan pakar genetik yang ingin mengetahui pergerakan perpindahan manusia purba, meneliti DNAnya.