Beberapa Peninggalan Hasil Budaya Pada Zaman Batu Besar

Beberapa Peninggalan Hasil Budaya Pada Zaman Batu Besar

Beberapa Peninggalan Hasil Budaya Pada Zaman Batu Besar – Tradisi megalitik (juga dikenal sebagai “kebudayaan megalitikum”) adalah bentuk-bentuk praktik kebudayaan yang dicirikan oleh pelibatan monumen atau struktur yang tersusun dari batu-batu besar (megalit) sebagai penciri utamanya. Tradisi ini dikenal dalam perkembangan peradaban manusia di berbagai tempat: Timur Tengah, Eropa, Asia Selatan, Asia Timur, Asia Tenggara, sampai kawasan Polinesia.

Dalam kronologi sejarah Eropa dan Timur Tengah, tradisi ini berkembang di akhir Zaman Batu Pertengahan (Mesolitikum), Zaman Batu Baru (Neolitikum), atau Zaman Perundagian (pengecoran logam), tergantung dari masyarakat yang mendukungnya. Perkembangan Zaman Batu Besar atau Zaman Megalitikum diperkirakan sudah ada sejak Zaman Batu Muda hingga Zaman Logam.

Kebudayaan Megalitikum merupakan zaman dimana manusianya menghasilkan bangunan dari batu besar, pada umumnya diperuntukan bagi tempat beribadah terhadap arwah nenek moyang dalam sistem kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Bentuk peninggalan-peninggalan Zaman Megalitikum tersebut terbuat dari batu besar yang pembentukannya sesuai dengan kepentingan upacara tertentu. Maka dari itu, hasil kebudayaan Zaman Megalitikum memiliki maknanya masing-masing.

1. Menhir
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Menhir merupakan tugu atau tiang yang berasal dari batu. Menhir dibangun sebagai lambang atau tanda peringatan kepada arwah nenek moyang.

Hasil budaya menhir ini memiliki banyak fungsi, di antaranya untuk sarana pemujaan kepada arwah nenek moyang, digunakan untuk mengikat binatang korban persembahan untuk arwah nenek moyang, tempat penampung roh-roh yang datang dan tempat memperingati kepala suku atau seseorang yang sudah meninggal.

Menhir diletakkan pada tempat tertentu dan kita dapat menjumpainya di Sumatera Selatan serta Kalimantan.

2. Dolmen
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Dolmen merupakan meja batu besar yang memiliki permukaan rata. Bentuk dari dolmen seperti alas yang berbentuk lempengan batu besar dengan permukaan datar, kemudian diberikan empat batu panjang sebagai penyangganya.

Hasil budaya dolmen ini mempunyai kegunaan untuk tempat meletakkan roh, tempat duduk ketua suku agar memperoleh berkat magis para leluhur, dan tempat meletakkan sesaji.

Kita dapat menjumpainya di Jawa Timur serta Sumatera Selatan. Dan ternyata dolmen ini tidak hanya ditemukan di Indonesia, namun juga ada di Eropa, Asia, dan Afrika, terutama di sepanjang pesisir pantai.

3. Punden Berundak
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Punden berundak merupakan bangunan bertingkat dengan tanjakan kecil yang menyerupai anak tangga sebagai tempat memuja roh para nenek moyang.

Punden berundak biasanya didirikan di daerah dataran rendah yang tidak berpegunungan, maka mereka membuat bangunan tinggi semacam gunung yang dipuncaknya bersamayam arwah nenek moyang sesuai kepercayaan Animisme. Pada perkembangannya, punden berundak digunakan sebagai dasar pembuatan keraton, candi dan sebagainya.

Kita dapat menjumpainya di Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi (Pangguyangan dan Gunung Padang), Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Rangkasbitung, Kabupaten Kuningan hingga daerah Banten Selatan.

4. Kubur Batu
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Kubur batu merupakan peti jenazah pada zaman batu besar yang dipendam dalam tanah. Bentuk kubur batu ini ialah persegi panjang dengan alas, sisi, dan tutupnya yang berasal dari batu kemudian disusun menjadi sebuah peti.

Hasil budaya kubur batu ini adalah wadah penguburan mayat sebagai tempat untuk menyimpan mayat yang terbuat dari batu. Kita dapat menjumpainya di daerah Kuningan, Jawa Barat.

5. Waruga
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Waruga merupakan kubur batu yang bentuknya bulat atau kubus dengan tutup menyerupai atap rumah. Waruga memiliki fungsi dan bentuk yang hampir sama dengan sarkofagus. Namun posisi mayat ditempatkan dalam keadaan jongkok terlipat.

Hasil kebudayaan Zaman Megalitikum seperti waruga ini penemuannya berada di daerah Minahasa dan banyak ditemukan di sekitar Gilimanuk Bali.

6. Sarkofagus
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Sarkofagus merupakan peti jenazah yang bentuknya menyerupai lesung, namun memiliki tutup dibagian atasnya. Biasanya wadah dan tutupnya berukuran sama.

Sarkofagus digunakan sebagai penyimpanan atau penguburan jenazah seperti peti mati. Mayat umumnya diposisikan lurus, terlentang, atau pun miring dengan posisi tangan lurus atau menyilang.

Hasil kebudayaan ini ditemukan di Indonesia. Wilayah persebaran sarkofagus cukup luas, yakni di Bali, Tapanuli, Sumba, Minahasa, Bondowoso, dan Jawa Timur.

7. Arca atau Patung
7 Peninggalan Hasil Budaya Zaman Megalitikum, Bentuknya Unik

Hasil kebudayaan Zaman Batu Besar selanjutnya ialah arca atau patung. Arca atau patung merupakan bangunan berbentuk manusia atau binatang yang terbuat dari batu sebagai simbol pemujaan dan lambang nenek moyang.

Penemuannya terdapat di daerah pegunungan wilayah Bengkulu dan Palembang atau lebih tepatnya di Dataran Tinggi Pasemah.

Ternyata, banyak sekali ya hasil peninggalan budaya pada Zaman Megalitikum. Sangat unik-unik sekali, bukan? Peninggalan yang mana nih yang ingin kamu kunjungi?

Meskipun biasa dikaitkan dengan masa prasejarah, tradisi megalitik tidak mengacu pada suatu era peradaban tertentu, namun lebih merupakan bentuk ekspresi yang berkembang karena adanya kepercayaan akan kekuatan magis atau non-fisik dan didukung oleh ketersediaan sumber daya di sekitarnya.

Sempat meluas pada masa pra-Hindu-Buddha, Indonesia sampai abad ke-21 masih memiliki beberapa masyarakat yang masih mendukung tradisi ini, baik dalam bentuk mendekati aslinya, seperti suku bangsa Nias, Batak (sebagian), Sumba, dan Toraja, maupun dalam bentuk akulturasi dengan lapisan budaya setelahnya, seperti suku bangsa Bali, Sunda (masih dipraktikkan oleh masyarakat Badui), dan Jawa.