Beberapa Suplemen yang Mampu Mengatasi Gejala Kabut Otak

Beberapa Suplemen yang Mampu Mengatasi Gejala Kabut Otak

Beberapa Suplemen yang Mampu Mengatasi Gejala Kabut Otak – Sering merasa lupa sesaat untuk melakukan sesuatu atau membicarakan suatu hal? Hati-hati! Mungkin kamu mengalami brain fog. Kondisi ini bisa dialami siapa saja dan kapan pun. Penyebabnya juga beragam, mulai dari stres, kelelahan atau kurang tidur, hingga demensia.

Beberapa pasien COVID-19 mengeluhkan masalah memori, sulit berkonsentrasi atau memproses informasi, dan kelelahan. Gejala-gejala ini disebut sebagai “kabut otak” atau brain fog. Selain COVID-19, brain fog sering melanda para pasien:

  • Fibromialgia
  • Penyakit Hashimoto
  • Sindrom kelelahan kronis
  • Depresi
  • Gangguan spektrum autisme
  • Penyakit celiac
  • Demensia
  • Penyakit Alzheimer

Salah satu faktor risiko dari gangguan ini adalah kekurangan nutrisi. Oleh karena itu, menambah nutrisi dengan suplemen dapat membantu mengatasi brain fog. Penasaran? Inilah beberapa suplemen tersebut.

1. Vitamin D
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Mudah larut dalam lemak, vitamin D adalah nutrisi yang biasa identik untuk imun. Sering dikaitkan dengan sinar mentari, vitamin D juga direkomendasikan untuk otak. Kekurangan vitamin D berdampak pada brain fog dan penurunan kognitif.

Sebagai contoh, pasien depresi lebih umum mengalami gejala brain fog seperti buruknya konsentrasi dan daya ingat. Selain gejala brain fog, kekurangan vitamin D juga dikaitkan dengan gejala depresi pada pasien dengan depresi. Oleh karena itu, asupan vitamin D juga dapat meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.

Sebuah studi di Amerika Serikat (AS) yang dimuat dalam Journal of Gerontology Series A: Biological Sciences & Medical Sciences pada April 2020 melibatkan 42 partisipan perempuan usia pascamenopause. Setelah diberi suplemen vitamin D 2.000 IU per hari selama 1 tahun, mereka menunjukkan kinerja pembelajaran dan daya ingat yang lebih baik.

2. Omega-3
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Sudah umum kalau asam lemak omega-3, yang biasa ditemukan dalam minyak ikan, terkenal untuk kesehatan otak. Oleh karena itu, omega-3 bisa memperbaiki gejala kesulitan konsentrasi dan gangguan daya ingat pada orang dengan brain fog.

Omega-3 dikatakan dapat memperbaiki gejala kecemasan atau anxiety. Pasien dengan gejala anxiety mengeluhkan brain fog karena kondisi mereka memengaruhi suasana hati, konsentrasi, dan daya ingat.

Sebuah studi tahun 2013 di Selandia Baru mengungkapkan asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) dalam omega-3 dapat mendukung kesehatan otak dan suasana hati. Pada 176 partisipan dewasa, asupan DHA omega-3 dapat meningkatkan kinerja dan daya ingat episodik.

Selain itu, sebuah studi di AS bertajuk “Omega-3 supplementation and loneliness-related memory problems” yang terbit tahun 2014 menemukan bahwa asupan 1,25-2,5 gram omega-3 per hari dapat menghambat penurunan kinerja daya ingat, ciri khas brain fog.

3. Magnesium
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Umum ditemukan pada kacang-kacangan, biji-bijian, serta bayam,  magnesium dapat mendukung fungsi tubuh, seperti reaksi enzim, produksi energi, fungsi saraf, dan tekanan darah. Kekurangan magnesium juga dikaitkan dengan kesulitan konsentrasi, gejala brain fog.

Kadar magnesium yang rendah rentan dapat menyebabkan seseorang lebih mudah stres. Akibatnya, lebih banyak gangguan daya ingat, konsentrasi buruk, dan gejala anxiety serta depresi. Gejala-gejala brain fog ini dapat ditanggulangi dengan asupan magnesium.

Sebuah studi di AS pada Mei 2020 bertajuk “Association of magnesium intake and vitamin D status with cognitive function in older adults” melibatkan 2.466 partisipan lansia. Hasilnya, asupan magnesium tinggi mencatat fungsi kognitif (perhatian dan memori) lebih baik, dan lebih kebal pada gangguan kognitif.

4. Vitamin C
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Sama seperti vitamin D, vitamin C umum dimanfaatkan untuk kekebalan tubuh. Namun, ternyata vitamin C juga memiliki manfaat terselubung untuk otak. Kadar vitamin C yang rendah dalam tubuh juga memengaruhi mood secara negatif dan memperbesar risiko depresi serta gangguan kognitif.

Sebuah penelitian gabungan di Australia dan AS melibatkan 80 partisipan dewasa. Dimuat dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience tahun 2019, kadar vitamin C yang cukup ditemukan bermanfaat untuk memori, perhatian, reaksi, dan fokus.

Selain itu, sebuah penelitian gabungan terbaru di Iran dan Australia bertajuk “The effect of vitamin C supplementation on mood status in adults” pada Agustus 2021 mengungkapkan manfaat vitamin C untuk mood, meningkatkan kinerja kognitif, dan mengobati brain fog pada pasien dengan depresi.

5. Vitamin B kompleks
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Kekurangan vitamin B tertentu—seperti B6 (piridoksina), B9 (folat), dan B12 (kobalamin)—dapat menyebabkan brain fog seperti gangguan daya ingat, konsentrasi, dan lain-lain. Oleh karena itu, asupan vitamin B lewat suplemen dapat membantu.

Sebuah penelitian di Pakistan melibatkan 202 partisipan dengan gangguan kognitif dan tingkat B12 rendah. Dimuat dalam jurnal Cureus tahun 2020, tambahan suplemen B12 meningkatkan kinerja kognitif dan daya ingat pada sebagian besar peserta!

6. L-theanine

Mengenal L-theanine, si pereda cemas

Umum ditemukan pada teh hijau, senyawa L-theanine dapat meningkatkan keawasan (mindfulness), reaksi, dan daya ingat. Selain itu, L-theanine dapat mengurangi stres dengan meningkatkan relaksasi. Mengurangi stres dan meningkatkan kualitas tidur, L-theanine juga mendukung meningkatkan kesehatan kognitif dan mencegah brain fog.

Hal ini dibuktikan dengan sebuah studi terbaru di Jepang bertajuk “Effects of l-Theanine on Cognitive Function in Middle-Aged and Older Subjects” yang dipublikasikan pada April 2021. Melibatkan 69 partisipan lansia, konsumsi L-theanine sebanyak 100,6 miligram saja dapat meningkatkan reaksi dan daya ingat pada tes kognitif.

Cara lain untuk mencegah brain fog
6 Suplemen untuk Mengatasi Brain Fog, Terbukti secara Ilmiah!

Umumnya, gejala brain fog dapat dikaitkan dengan defisiensi nutrisi, buruknya kualitas tidur, tingkat stres tinggi, dan masalah medis yang terselubung! Jadi, bila gejala-gejala brain fog terjadi, ada baiknya berkonsultasi dengan ahlinya daripada menanganinya sendiri.

Selain suplemen-suplemen tersebut, perubahan gaya hidup juga mengurangi gejala brain fog. Dengan meningkatkan kualitas tidur, diet makanan segar dan alami, serta mengurangi asupan alkohol dapat mengurangi gejala-gejala brain fog.

Namun, bagaimana bila brain fog tetap membandel? Mungkin ada beberapa faktor bawaan yang berkontribusi pada kondisi tersebut. Jadi, konsultasikanlah dengan dokter. Penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat agar penanganan brain fog efektif dan tepat sasaran.

Ketika mengalami brain fog, seseorang bisa mengalami gangguan fungsi kognitif, seperti sulit berpikir jernih, konsentrasi buruk, ketidakmampuan untuk fokus, dan mudah lupa.

Keluhan ini cenderung muncul sesekali, dan orang yang mengalaminya bisa kembali berpikir dengan normal seperti biasa setelah beberapa waktu. Namun, pada kasus tertentu, brain fog muncul lebih sering hingga mengganggu aktivitas dan kehidupan penderitanya.