Beberapa Wabah Paling Dahsyat Dalam Mengubah Sejarah Dunia

Beberapa Wabah Paling Dahsyat Dalam Mengubah Sejarah Dunia

Beberapa Wabah Paling Dahsyat Dalam Mengubah Sejarah Dunia – Wabah adalah istilah umum untuk menyebut kejadian tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang, maupun untuk menyebut penyakit yang menyebar tersebut. Wabah dipelajari dalam epidemiologi.

Saat ini, COVID-19 telah menjadi pandemik yang memengaruhi banyak negara di dunia. Kamu sendiri pasti merasakan dampak besar pandemik COVID-19 di kehidupanmu. Namun, sebenarnya, COVID-19 bukanlah satu-satunya pandemik yang pernah mengguncang dunia.

Wabah, epidemik, dan pandemik telah beberapa kali menimpa peradaban manusia, dengan wabah paling awal yang diketahui terjadi pada tahun 430 SM. Banyak dari wabah ini memberikan dampak signifikan pada masyarakat di dunia, bahkan benar-benar mengubah sejarah peradaban manusia.

1. Wabah Justinian (541 – 750 M): Berakhirnya kekaisaran Romawi, dimulainya dark ages, dan musnahnya setengah populasi manusia
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Wabah Justinian disebabkan oleh penyakit pes dan pernah menyebabakan terganggunya Kekaisaran Bizantium pada abad ke-6. Diperkirakan, pandemik ini telah menewaskan 30 hingga 50 juta orang, atau setengah dari populasi dunia pada saat itu.

Menurut catatan laman University of California, Los Angeles, wabah ini menyebabkan sebagian besar perdagangan berhenti dan kekaisaran melemah, yang kemudian dimanfaatkan oleh peradaban lain untuk merebut kembali tanah Bizantium sebelumnya di Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebagian Asia.

Ketika Justinianus sedang dalam proses menyatukan kembali bagian timur dan barat kekaisaran Romawi, wabah tersebut justru menyebabkan berakhirnya era Kekaisaran Romawi dan dimulainya Dark Ages.

2. Cacar (abad ke-15 – ke-17): Penaklukan Amerika oleh Eropa dan terbentuknya kapitalisme modern
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Saat orang Eropa pertama kali tiba di benua Amerika pada tahun 1492, mereka juga membawa sejumlah penyakit baru. Salah satu yang paling berpengaruh adalah cacar, penyakit menular yang membunuh sekitar 30 persen orang yang terinfeksi.

Dirangkum dari Public Broadcasting Service, pandemik ini merenggut nyawa sekitar 20 juta orang Amerika sekaligus mempermudah orang Eropa dalam menjajah dan mengembangkan daerah yang baru dikosongkan. Selanjutnya, terjadilah eksploitasi kekayaan mineral di Amerika dalam bentuk perak dan emas. Ini juga menyebabkan inflasi besar-besaran di Kekaisaran Spanyol. Bisa dibilang, pandemik cacar mengubah sejarah Amerika selamanya dan ekonomi global, yaitu terbentuknya kapitalisme modern.

3. Flu Spanyol (1918 – 1919): Berakhirnya Perang Dunia I dan diterapkan protokol resmi untuk menangani pandemik
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Flu Spanyol juga dikenal sebagai pandemik influenza 1918 yang memengaruhi kurang lebih 500 juta orang, atau sepertiga populasi dunia saat itu. Flu Spanyol juga bertanggung jawab atas kematian lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia, menurut catatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Pada saat wabah terjadi, kala itu Perang Dunia I sedang pecah dan diyakini mempermudah penyebaran penyakit. Saat itu, otoritas kesehatan masyarakat tidak memiliki protokol resmi untuk menangani pandemik virus, yang berkontribusi pada dampak yang besar.

Dari sana, orang-orang belajar tentang pentingnya penelitian untuk memahami bagaimana pandemik terjadi dan bagaimana hal itu dapat dicegah. Ini kemudian mengarah pada peningkatan kesehatan masyarakat dan membantu mengurangi dampak wabah di tahun-tahun mendatang. Pandemik flu Spanyol juga diyakini mempercepat berakhirnya Perang Dunia I karena negara-negara yang terlibat perang mengumumkan gencatan senjata saat melihat banyak prajuritnya tidak berdaya terserang flu, menurut penjelasan laman History.

4. Wabah Salmonella (1994): Cara penanganan makanan
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Dirangkum dari laman Food Safety News, pada tahun 1994, sebuah truk mengirim telur mentah ke fasilitas manufaktur, lalu kembali ke kantornya di Minnesota. Truk ini akan mengangkut premix es krim untuk perusahaan makanan Schwan’s.

Namun, truk dan muatannya telah terkontaminasi Salmonella dari telur mentah, yang akhirnya menyebar ke seluruh sistem produksi es krim. Diperkirakan sekitar 224 ribu orang terinfeksi Salmonella akibat mengonsumsi es krim.

Akibat peristiwa itu, Schwan’s menarik kembali es krim yang telah dipasarkan, menutup pabrik, dan menawarkan untuk membayar pemeriksaan medis diagnostik. Wabah ini telah mengubah cara produsen menangani penarikan makanan, yang berpotensi menyelamatkan nyawa jutaan orang.

5. Black Death (1347 M): Kepercayaan akan kekuatan Tuhan, hal-hal mistis, dan kesadaran pentingnya social distancing
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Sejauh ini, Black Death menjadi pandemik paling mematikan sepanjang sejarah. Black Death menjadi wabah pada abad ke-14 atau kira-kira 1347 M dan diperkirakan berasal dari suatu tempat di Asia lalu dibawa oleh kutu yang hidup dan menginfeksi tikus dan menyebar ke seluruh Eropa dan Afrika Utara.

Wabah ini menyapu sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa pada saat itu, yaitu sekitar 75 juta hingga 200 juta orang. Dirangkum dari laman Discover, Black Death memicu histeria di tengah masyarakat Eropa. Banyak orang menjadi lebih religius dan yakin akan kemampuan Tuhan untuk mengatasi pandemik tersebut.

Banyak juga teori konspirasi tentang siapa yang menyebabkan pandemik ini, yang mendorong pembantaian orang Yahudi di Jerman dan penderita kusta. Sementara itu, beberapa kota lebih memilih untuk melakukan social distancing dan memberikan hasil yang cukup sukses.

6. SARS (2002 – 2003): Diterapkannya peraturan membersihkan permukaan publik dan mengenakan masker di tempat umum
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Severe acute respiratory syndrome atau yang lebih dikenal dengan SARS, adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari 7 coronavirus yang dapat menginfeksi manusia. Menurut catatan WHO, wabah ini berasal dari provinsi Guangdong Cina pada tahun 2013 dan dengan cepat menjadi pandemik global setelah menyebar ke total 26 negara.

Pandemik SARS melahirkan kebijakan mengkarantina daerah yang terkena dampak wabah dan mengisolasi individu yang terinfeksi. Di Hongkong, SARS juga meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penularan penyakit virus, dengan menetapkan peraturan untuk membersihkan permukaan publik secara teratur sejak saat itu dan mengenakan masker saat berada di luar rumah. Strategi pengendalian wabah ini kemudian dipraktikkan lagi pada saat ini untuk mencegah penularan COVID-19.

7. Wabah rinderpest (1890-an): Ketidakstabilan ekonomi Afrika dan kolonialisme Eropa di Afrika Timur
Luar Biasa, Ini 7 Wabah yang Mengubah Sejarah Dunia

Wabah pada hewan juga bisa memengaruhi seluruh dunia, bahkan kehidupan manusia. Misalnya, wabah rinderpest atau sampar sapi yang menyerang ternak pada tahun 1890-an menyebabkan perang, kolonialisme, dan perubahan permanen kehidupan di sebagian besar Afrika.

Pada sapi, rinderpest dapat memiliki tingkat kematian pada kisaran 90 persen. Diperkirakan, wabah ini bermula di Mesir sekitar tahun 1887. Tak lama kemudian, ternak mulai mati dalam jumlah ribuan, dan ternak yang selamat dijual dengan harga yang sangat mahal. Kulit yang terinfeksi juga diperdagangkan, diperkirakan menjadi penyebab banyak penduduk terkena cacar, dikutip dari laman Oxford University Press.

Rinderpest disebut-sebut menjadi wabah paling dahsyat yang mempengaruhi Afrika. Rinderpest menghancurkan cara hidup Maasai, hilangnya ternak menyebabkan terganggunya pertanian tradisional, masalah ekonomi juga memaksa orang-orang di Afrika untuk menjual tanah mereka. Ketidakstabilan kondisi di Afrika ini menjadi kesempatan bagi kolonialisme Eropa mengambil alih Afrika Timur. Kondisi ini juga berkontribusi pada terjadinya Perang Boer dan Perang Matabele.

Dalam epidemiologi, epidemi (epi- pada + demos rakyat) adalah penyakit yang timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu manusia, dalam suatu periode waktu tertentu, dengan laju yang melampaui laju “ekspektasi” (dugaan), yang didasarkan pada pengalaman mutakhir.

Dengan kata lain, epidemi adalah wabah yang terjadi secara lebih cepat daripada yang diduga. Jumlah kasus baru penyakit di dalam suatu populasi dalam periode waktu tertentu disebut incidence rate (“laju timbulnya penyakit”).