Berikut Fakta Seputar Kaisar Romawi Kuno yang Paling Buruk

Berikut Fakta Seputar Kaisar Romawi Kuno yang Paling Buruk

Berikut Fakta Seputar Kaisar Romawi Kuno yang Paling Buruk – Di bidang historiografi, Romawi Kuno adalah sebutan bagi peradaban bangsa Romawi mulai dari berdirinya kota Roma di Jazirah Italia pada abad ke-8 pra-Masehi sampai dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5 tarikh Masehi, yakni kurun waktu yang mencakup zaman Kerajaan Romawi (753 – 509 SM), zaman Republik Romawi (509 – 27 SM), dan zaman Kekaisaran Romawi sampai dengan tumbangnya Romawi Barat (27 SM – 476 M)

Peradaban Romawi Kuno menjadi salah satu peradaban terbesar di masa lalu. Kesuksesan ini tentu tidak lepas dari campur tangan para pemimpinnya. Berdiri selama ratusan tahun, Romawi Kuno diperintah oleh banyak kaisar. Beberapa di antaranya adalah kaisar hebat yang membawa Romawi Kuno ke masa keemasannya.

Namun Romawi tidak selalu seberuntung itu. Di antara kaisar hebat, Romawi Kuno juga beberapa kali dipimpin oleh kaisar kejam seperti Nero yang membuatnya berada di ambang kehancuran. Dilansir History Hit, berikut tujuh fakta seputar Nero, kaisar terburuk sepanjang sejarah Romawi Kuno!

1. Dia tidak seharusnya naik takhta menjadi Kaisar Romawi
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Lahir pada 15 Desember tahun 37 Masehi, Nero Lucius Domitius Ahenobarbus sebenarnya bukanlah putra mahkota. Dia bahkan tidak masuk dalam garis keturunan seorang raja. Lalu bagaimana dia bisa menjadi raja?

Dilansir History Hit, ibu Nero yang bernama Agrippina, meracuni suaminya sendiri pada tahun 39 Masehi. Setelahnya, ia menikahi Kaisar Romawi Claudius. Pada tahun 54 Masehi, Agrippina kembali meracuni suami barunya.

Tidak hanya itu, perempuan ambisius ini juga meracuni Britannicus yang merupakan anak tiri sekaligus putra mahkota. Kematian ini mau tidak mau membuat takhta jatuh ke tangan Nero Lucius Domitius Ahenobarbus atau yang lebih dikenal dengan nama Kaisar Nero.

2. Diawal kepemimpinannya, Nero sangat dicintai oleh rakyat Roma
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Memerintah sejak tahun 54 Masehi, Nero naik takhta saat usianya masih 17 tahun. Mengingat usianya yang masih sangat muda, sang kaisar didampingi oleh ibunya Agrippina, dua penasehat utama yaitu gurunya yang bernama Seneca, dan seorang penasihat bernama Burrus.

Meski usianya sangat muda, sang kaisar ternyata mampu menjadi pemimpin yang baik. Pada lima tahun pertama kepemimpinannya, dia melarang korupsi, melarang penyiksaan terhadap hewan di sirkus, menurunkan pajak, menghapus hukuman mati, bahkan mendengarkan keluhan seorang budak tentang tuannya.

3. Tidak ingin diatur, dia membunuh ibunya sendiri
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Meski memerintah sebagai kaisar, Nero sejatinya hanya boneka bagi ibunya. Segala aspek kehidupannya sang kaisar muda diatur oleh sang ibu, termasuk untuk urusan pemerintahan. Muak dengan semua itu, Nero memutuskan untuk melenyapkan Agrippina.

Dilansir History Ten, Kaisar Nero meminta ibunya pergi ke Teluk Napoli dengan menggunakan perahu yang sudah dilubangi. Beruntung, meski perahunya tenggelam, Agrippina berhasil berenang hingga ke tepi pantai. Tidak menyerah, Nero kemudian memerintahkan seorang budak untuk membunuh Agrippina.

4. Nero juga membunuh kedua istrinya
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Satu tahun sebelum naik takhta, Nero yang kala itu masih berusia 16 tahun menikah dengan adik tirinya sendiri yang bernama Claudia Octavia. Sayangnya pernikahan itu tidak berakhir bahagia. Nero yang bosan dengan Claudia, justru jatuh cinta pada Poppaea Sabina.

Akhirnya sang kaisar muda ini menggunakan alasan ketiadaan anak sebagai alasan untuk menceraikan istri pertamanya, dan menikahi Sabina dua belas hari kemudian. Perceraian Nero dan pernikahannya kilatnya dengan Sabina rupanya mendapatkan sambutan buruk dari masyarakat Romawi Kuno. Rakyat lebih menyukai Claudia yang mereka anggap sebagai bangsawan sejati.

Karena merasa kesal, Nero kemudian membunuh Claudia. Tidak lama kemudian, hubungan Sabina dan sang kaisar menjadi tidak akur. Suatu hari, Nero yang emosi menendang Sabina yang sedang hamil. Perbuatannya ini berakibat fatal, akhirnya ia tak hanya kehilangan calon anaknya, tetapi juga istrinya.

5. Sang kaisar sangat terobsesi dengan dirinya sendiri
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Kepergian ibu dan istrinya, justru memberikan efek buruk pada sang kaisar. Nero diketahui merupakan pencinta seni. Alih-alih bekerja keras untuk rakyat, Nero justru sering tampil dalam pertunjukan teater, memainkan musik, membaca puisi, dan menyanyi.

Dia menggunakan kekuasaannya untuk memaksa rakyat menonton pertunjukan dan memuji penampilannya. Jika jadwalnya kosong, sang kaisar juga sering kali menyamar sebagai budak lalu pergi mengunjungi rumah bordil atau berkeliaran di jalanan kota Roma dan melukai siapa pun yang ditemuinya.

6. Dia disebut-sebut sebagai dalang dari kebakaran Roma
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Pada tanggal 18 Juli tahun 64 Masehi, sebuah kebakaran hebat melanda kota Roma. Kebakaran bermula dari lereng Aventine, lalu merembet ke Circus Maximus, sebelum akhirnya melalap habis seluruh kota selama enam hari.

Menurut laporan dari Live Science, ketika kebakaran itu terjadi, Kaisar Nero sedang bermain bola di Antium, yang terletak di luar kota Roma. Mendengar kotanya terbakar, ia segera kembali ke kota dan melakukan berbagai upaya untuk membantu warganya. Meski Nero berusaha menolong, tapi banyak desas-desus yang menyebutkan bahwa kaisarlah yang sebenarnya menjadi dalang utama atas kebakaran itu.

Nero disebut-sebut membenci tata letak kota Roma dan ingin mengatur ulang kota itu untuk memberikan ruang agar dia bisa membangun istana baru. Well, tidak ada bukti bahwa Kaisar Nero melakukan pembakaran, tetapi yang jelas dia memang memanfaatkan lahan kosong di kotanya untuk membangun Domus Aurea atau Rumah Emas untuk dirinya sendiri.

7. Dia bertanggung jawab atas kematian ribuan umat Kristen
7 Fakta Nero, Kaisar Terburuk Sepanjang Sejarah Romawi Kuno

Untuk mengalihkan perhatian dari desas-desus seputar dirinya, Nero menjadikan umat Kristen di Roma sebagai kambing hitam atas musibah tersebut. Penduduk Romawi Kuno yang pada dasarnya membenci umat Kristen dengan mudah termakan ucapan Kaisar Nero.

Akibatnya, umat Kristen di Roma ditangkap, disiksa, bahkan dieksekusi untuk mempertanggungjawabkan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan. Mereka diumpankan ke hewan buas yang lapar atau dibakar hidup-hidup di depan khalayak umum. Penyiksaan ini terus berlanjut bahkan setelah Kaisar Nero sudah tiada.

Setelah membaca beberapa fakta seputar Kaisar Nero di atas, bisa disimpulkan bahwa dia bukan kaisar yang baik. Di akhir kekuasaannya, ia mengalami kebangkrutan dan pengkhianatan dari berbagai pihak.

Karena tidak kuat dengan tekanan yang datang, Nero meminta orang kepercayaan untuk membunuhnya. Dia meninggal pada 9 Juni tahun 68 Masehi setelah berkuasa selama 13 tahun.

Cikal bakal peradaban ini adalah perkampungan suku bangsa Italik di Jazirah Italia, yang didirikan pada tahun 753 SM, dan kelak tumbuh menjadi kota Roma. Nama kota Roma adalah cikal bakal dari nama kekaisaran yang menjadikannya ibu kota, sekaligus cikal bakal dari nama peradaban yang dikembangkan dan disebarluaskan oleh kekaisaran itu.

Kekaisaran Romawi tumbuh menjadi salah satu kekaisaran terbesar di dunia pada Abad Kuno, dengan populasi seramai kira-kira 50 sampai 90 juta jiwa (sekitar 20% dari keseluruhan populasi dunia pada zamannya), dan wilayah seluas 5 juta persegi pada tahun 117 M.