Berikut Kisah Memilukan Seputar Raja Richard II Dari Inggris

Berikut Kisah Memilukan Seputar Raja Richard II Dari Inggris

Berikut Kisah Memilukan Seputar Raja Richard II Dari Inggris – Richard II merupakan seorang Raja Inggris kedelapan dari Wangsa Plantagenet. Ia memerintah dari tahun 1377 sampai digulingkan pada tahun 1399. Richard adalah putra Edward si Pangeran Hitam dan dilahirkan pada zaman pemerintahan kakeknya, Edward III. Kerajaan Inggris menawarkan kisah tragedi dan komedi, romansa dan petualangan, kejayaan militer, dan tipu muslihat politik.

Seperti halnya dengan Richard II, 600 tahun yang lalu, Richard II memiliki banyak kisah dalam 33 tahun hidupnya dan dua dekade pemerintahannya. Pemerintahan Richard yang penuh gejolak terjadi selama masa perubahan bersejarah di Inggris dan dunia pada umumnya.

Richard II dikenang dengan kisah yang memilukan karena setelah kematiannya, ia mewarisi perang saudara aristokrat yang berkepanjangan dan kebijakan yang tidak stabil. Tampan, cerdas, dan energik, Richard II meninggalkan kerajaannya lebih buruk daripada ketika dia naik takhta. Inilah kisah memilukan Richard II dari Inggris.

1. Richard menjadi raja setelah kehilangan keluarganya
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Richard II naik takhta Inggris pada tahun 1377, ketika dia baru berusia 10 tahun. Seperti yang dijelaskan oleh The Creative Historian, dia tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi raja—ayahnya, Edward the Black Prince (Pangeran Hitam), seharusnya mewarisi takhta kepada putra sulungnya, Edward dari Angouleme, tetapi dia meninggal.

Kakak laki-laki Richard ini meninggal karena wabah. Ayahnya, Pangeran Hitam sudah sakit-sakitan, menderita disentri, dan dia menunjuk Richard sebagai ahli warisnya. Edward III, ayah Pangeran Hitam sekaligus kakek Richard, menyetujuinya. Pangeran Hitam meninggal tak lama kemudian, dan disusul Edward III. Dilansir Ancient Origins, Parlemen khawatir jika paman Richard yang bernama John, Duke of Lancaster, akan menjadi raja, jadi mereka memastikan agar Richard naik takhta.

Richard adalah anak laki-laki yang cerdas dan sensitif, tetapi masa kecilnya harus dibebani dengan negara yang bermasalah. Richard diwariskan kerajaan Inggris yang menjadi kekuatan militer. Tapi sayangnya, Inggris juga terperosok dalam perang yang berlangsung begitu lama, yakni Perang Seratus Tahun.

2. Richard II harus menghadapi pemberontakan rakyatnya sendiri
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Seperti yang dilaporkan oleh BBC History, Inggris kehilangan banyak populasinya karena wabah Black Death. Bersamaan dengan itu, pendahulu Richard, Edward III, telah mendorong Inggris ke dalam perang yang tak berkesudahan dengan Prancis—perang yang menelan anggaran besar. Akibtnya, rakyat Inggris dikenakan pajak yang tidak masuk akal.

Seperti yang dijelaskan oleh Britannica, Richard II tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi semua ini. Di usianya ke-14 tahun, kondisi ini mencetuskan Pemberontakan Petani. Ini adalah ancaman terbesar bagi kekuatan mahkota Inggris dalam sejarah.

Pemberontakan ini membuat Richard bertemu dengan pemimpin pemberontakan, Wat Tyler, dan menawarkan konsesi besar-besaran. Namun, walikota London membunuh Tyler di salah satu pertemuan ini, yang membuat situasi semakin buruk bagi Richard. Raja muda ini akhirnya pergi menemui para pemberontak untuk membubarkan diri.

3. Richard II sangat angkuh dan sensitif
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Richard II ingin memproyeksikan konsep kekuasaan monarki dan hak ilahi raja melalui salah satu kampanye masyarakat paling awal dalam sejarah. Namun, ini melampaui kemanfaatan politik.

Richard adalah seorang narsistik dan sangat cerewet. Ia juga raja pertama yang menggunakan sendok dan sapu tangan. Richard sangat kontras dengan ayah dan kakeknya yang menghabiskan sebagian besar hidup mereka dengan menunggang kuda untuk berperang. Richard melihat monarki sebagai beban dari Tuhan—tetapi dia mengira bahwa dia telah dipilih oleh Tuhan untuk memimpin.

4. Richard II salah dalam memilih teman dan penasehat negara
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Richard adalah orang yang naif, ia dikelilingi oleh penyanjung dan penjilat. Richard mengumpulkan orang-orang yang mendukung teori-teorinya. Hal ini menyebabkan konflik antara raja dan parlemen, yang mengarah ke pertempuran politik yang pahit dan terkadang mematikan.

Seperti yang dicatat oleh English Monarchs, Richard lebih mendengarkan nasihat dari kalangan muda daripada orang-orang yang lebih berpengalaman dalam pemerintahan. Richard dikelilingi dengan orang-orang yang mendukung visinya tentang monarki sebagai sesuatu yang absolut.

5. Richard II meningkatkan kekuatan monarki
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Sebagaimana dicatat oleh sejarawan Simon Walker, meskipun Richard tidak pernah menulis manifesto apa pun, konsep monarki absolut yang dianutnya ini cocok dengan intoleransi Richard terhadap segala bentuk penentangan terhadap kehendaknya.

Selain itu, Richard terkenal dengan sifatnya yang glamor dan mewah, berbeda dengan ayahnya, Pangeran Hitam, dan kakeknya, Raja Edward III, yang merupakan raja prajurit sederhana. Richard memperkenalkan istilah “your majesty” and “you highness” ke dalam proses pengadilan, yang bertentangan dengan istilah sebelumnya, “my lord“.

Dia juga sering mengadakan seremonial, memanfaatkan setiap kesempatan untuk muncul di depan publik dengan jubah mewah, memegang simbol otoritasnya dalam upaya untuk menunjukkan keilahian kerajaan. Namun hal ini terbukti berhasil—ketika dia menginvasi Irlandia pada tahun 1394, orang Irlandia sangat terkesan kepadanya sehingga mereka tunduk pada otoritasnya tanpa banyak perlawanan.

6. Istri tercintanya meninggal terlalu cepat
Terkenal Narsistik, 11 Fakta Raja Richard II dari Inggris

Seperti banyak raja, Richard II tidak diizinkan menikah hanya karena cinta—pertimbangan politik harus diperhitungkan. Istri pertamanya, Anne dari Bohemia, dipilih karena dia adalah putri Kaisar Romawi Suci. Sebuah aliansi antara Inggris dan Kekaisaran diwujudkan karena perang tak berujung antara Inggris dengan Perancis.

Seperti dicatat oleh Trivium Publishing, Richard dan Anne cukup beruntung, karena mereka saling menyukai sejak awal. Anne awalnya tidak diterima oleh orang-orang Inggris, tetapi dia berhasil merebut hati Inggris dengan acara amal, kerendahan hati, dan dedikasinya, ia akhirnya mendapatkan julukan “Ratu Anne yang Baik.” Bahkan, hubungan Richard dan Anne terjalin sangat harmonis seiring berjalannya waktu. Meskipun pasangan itu tidak memiliki anak.

Sayangnya, setelah 12 tahun pernikahan yang bahagia, Anne meninggal pada tahun 1394 karena wabah. Richard mengalami pukulan yang menyakitkan. Dia membangun sebuah makam yang rumit untuk istrinya — dengan ruangan untuknya, agar ketika dia meninggal dia ingin dimakamkan di sebelahnya.

Pada usia 4 tahun, Richard jatuh pada urutan kedua tahta kerajaan ketika kakandanya Edward dari Angoulême wafat, dan calon pewaris ketika ayahnya wafat pada tahun 1376. Dengan kematian Edward III pada tahun berikutnya, Richard mewarisi tahta kerajaan pada usia 10 tahun.

Selama tahun pertama Richard memerintah sebagai raja, pemerintah berada ditangan serangkaian dewan. Komunitas politik lebih memilih ini daripada  kabupaten yang dipimpin oleh paman raja, John dari Gaunt, akan tetapi Gaunt tetap berpengaruh tinggi. Tantangan besar pertama di pemerintahan ini adalah pemberontakan rakyat pada tahun 1381, yang diselesaikan dengan baik oleh raja muda tersebut, yang berperan besar meredakan pemberontakan itu.