Deretan Diktator Paling Brutal yang Terkenal Dalam Sejarah

Deretan Diktator Paling Brutal yang Terkenal Dalam Sejarah

Deretan Diktator Paling Brutal yang Terkenal Dalam Sejarah – Diktator adalah seorang pemimpin negara yang memerintah secara otoriter/tirani dan menindas rakyatnya. Biasanya seorang diktator naik takhta dengan menggunakan kekerasan, sering kali dengan sebuah kudeta.

Namun, ada pula diktator yang naik takhta secara demokratis.  Sepanjang sejarah, umat manusia telah melihat banyak sekali awal dan akhir kediktatoran. Adolf Hitler, Josef Stalin, dan Saddam Hussein menjadi contoh diktator yang paling dikenal dunia karena kekejamannya.

Selain ketiga diktator itu, masih banyak tokoh dengan bentuk pemerintahan berupa kediktatoran. Namun, mereka kurang dikenal apabila dibandingkan dengan diktator seperti Adolf Hitler, padahal pembelajaran ini menjadi penting jika dilihat dari perspektif edukasi.

1. Rafael Trujillo (Republik Dominika, 1930-1961)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Rafael Trujillo merupakan seorang diktator yang menguasai Republik Dominika selama lebih dari tiga dekade. Mengutip History, ia berhasil mengurangi utang luar negeri, memodernisasi negaranya, dan mendorong kemakmuran ekonomi.

Sayangnya, pemerintahan Rafael memiliki sisi gelapnya sendiri sehingga ia layak masuk dalam list ini. Diketahui bahwa peningkatan ekonomi ini didistribusikan secara tidak seimbang kepada keluarga, pendukung, dan personel militernya.

Kebrutalan Rafael dibuktikan dalam ‘Pembantaian Parsley’ yang menewaskan sekitar 20 ribu orang Haiti, bahkan lebih. Diktator yang rasis ini juga membunuh banyak jurnalis yang mempertanyakan rezimnya. Tak hanya itu, Rafael juga kerap memperkosa perempuan muda. Pada akhirnya, Rafael dihujani peluru oleh tujuh orang dan tewas di mobilnya.

2. Francisco Macías Nguema (Guinea Khatulistiwa, 1968-1979)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Francisco Macías Nguema dikenal sebagai salah satu diktator yang paling buruk dalam sejarah Afrika. Dilansir History Collection, Francisco memberlakukan hukuman mati bagi orang yang mengancamnya dan kabinet pemerintahannya. Anehnya, Francisco memiliki kompleks inferioritas yang mendorongnya untuk menghapus pendidikan formal, menutup perpustakaan, dan melanggar penggunaan kata ‘intelektual’.

Ia juga memberi perintah untuk membunuh guru, menteri pendidikan, dan setiap orang yang berkacamata. Selanjutnya, Francisco memperkenalkan sistem kerja paksa yang hampir tidak ada bedanya dengan perbudakan.

Pada masa penguasaannya, estimasi angka orang yang dibunuh atau diasingkan mencapai sepertiga dari populasi Guinea Khatulistiwa saat itu, sebagaimana dicatat The Economic Times. Pemerintahan Fransisco digulingkan oleh keponakannya, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo. Fransisco pun dihukum mati.

3. José Efraín Ríos Montt (Guatemala, 1982-1983)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Saat membaca subjudul di atas, kamu segera menyadari betapa pendeknya masa pemerintahan José Efraín Ríos Montt. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa masa jabatan yang singkat ini tidak menutup fakta bahwa ia dikenal sebagai salah satu orang paling kejam di dunia.

Menurut History Collection, José percaya bahwa paham komunisme populer di kalangan masyarakat miskin. Oleh karena itu, José memburu komunis di berbagai daerah miskin di Guatemala. Pada akhir tahun 1982, setidaknya 10 ribu petani dan penduduk asli Guatemala dibunuh.

Selain itu, sekitar 100 ribu orang harus meninggalkan rumahnya dan menjadi pengungsi. Kurang lebih terdapat 600 desa yang hancur. Tahun 2018, José terkena serangan jantung dan mati, dikutip The Guardian.

4. Mengistu Haile Mariam (Etiopia, 1977-1991)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Nama Mengistu Haile Mariam dikenal dunia oleh karena kampanye ‘Teror Merah’ yang kejam. Melansir Britannicakampanye ini bertujuan untuk menghancurkan lawan bersenjata di antara penduduk. Mengistu memerintah pembunuhan terhadap kelompok sayap kiri yang menjadi pesaingnya.

Teror Merah secara khusus menargetkan pelajar dan pemuda yang dipercaya menjadi anggota Partai Revolusioner Rakyat Etiopia. Catatan Human Rights Watch menunjukkan bahwa terdapat ribuan orang tidak bernyawa ditemukan di jalan ibu kota dalam dua tahun berikutnya.

Kurang diketahui jumlah korban Teror Merah yang pasti. Namun, angka ini dipercaya dapat mencapai 750 ribu. Meskipun dijatuhkan hukuman mati, Mengistu masih hidup di Zimbabwe, dilansir BBC.

5. Jorge Rafael Videla (Argentina, 1976-1981)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Pemerintahan Jorge Rafael Videla bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia selama ‘Perang Kotor’. Kampanye ini awalnya bertujuan untuk menekan terorisme tetapi mengakibatkan kematian ribuan warga seperti yang ditulis laman Britannica. BBC menjelaskan bahwa rezim Jorge membunuh kurang lebih 30 ribu lawan politik.

Bahkan, sejumlah orang yang disiksa dilemparkan dari pesawat dan helikopter ke Sungai Plate (Río de la Plata). Terdapat juga dugaan bahwa Jorge memfasilitasi penculikan bayi tahanan yang kemudian diberikan kepada pasangan yang memiliki koneksi militer. Jorge dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sebelum akhirnya mati di penjara Marcos Paz.

6. Islam Karimov (Uzbekistan, 1989-2016)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Masalah seputar hak asasi manusia terjadi pada masa pemerintahan Islam Karimov. Mengutip The New Humanitarian, pasukan keamanan Islam Karimov pernah menyiksa dan merebus tahanan sampai mati. Tidak berhenti sampai di sini saja, The Guardian mengungkapkan bahwa pasukannya juga pernah menembak mati ratusan pedemo.

Rezim Islam Karimov memaksa anak-anak untuk bekerja dalam kondisi seperti budak. Media massa disensor, sedangkan wartawan, lawan politik, dan aktivis hak manusia yang pendapatnya berbeda dengan pemerintahan akan ditangkap. Tahun 2016, Islam Karimov menemui ajalnya karena gagal jantung.

7. Yahya Khan (Pakistan, 1969-1971)
7 Diktator Paling Brutal Ini Jarang Diketahui, Keterlaluan

Sama seperti José Efraín Ríos Montt, kediktatoran Yahya Khan tidak berlangsung lama tetapi meninggalkan dampak yang besar, tentunya dalam konteks negatif. Melansir History Collection, Pakistan saat itu dibagi menurut garis regional menjadi dua negara bagian yang terpisah, yaitu Pakistan dan Pakistan Timur (sekarang Bangladesh).

Tak lama kemudian, Yahya melancarkan ‘Operasi Searchlight’ untuk melawan gerakan nasionalis orang Bengali. Operasi Searchlight menjadi titik awal terjadinya genosida Bangladesh. Kekejaman ini membunuh 300 ribu sampai 3 juta orang. Tidak hanya itu, sekitar 400 ribu perempuan diperkosa oleh militer Pakistan.

Konflik ini selesai ketika Pakistan Barat menyerah yang berujung pada terbentuknya Bangladesh sebagai negara yang independen. Yahya mengundurkan diri dari jabatan presiden dan mati tahun 1980.

Diktatorisme adalah sebuah paham yang artinya diambil dari kata “diktator” artinya orang yang memerintah suatu negara/pemerintahan dengan hak-hak dan kekuasaan absolut dan -isme yang berarti sebuah pemahaman maka disimpulkan diktatorisme adalah sebuah paham yang dianut oleh suatu negara untuk dipimpin oleh seorang pemimpin otoriter yang mempunyai hak dan kewajiban absolut. Adapun diktatorisme cenderung lebih banyak dipraktikkan di negara-negara Eropa seperti Jerman, Polandia, Prancis, dan Italia.