Fakta Seputar Peradaban Elam & Dapat Dilihat di Iran Modern

Fakta Seputar Peradaban Elam & Dapat Dilihat di Iran Modern

Fakta Seputar Peradaban Elam & Dapat Dilihat di Iran Modern – Elam adalah peradaban kuno yang terletak di Iran barat daya. Elam berpusat di barat jauh dan barat daya Iran, membentang mulai dari dataran rendah Khuzestan  Bakhtiari dan provinsi Ilam, selain juga sebagian kecil Irak selatan. Nama “Elam” berasal dari bahasa Ibrani.

Dalam bahasa lainnya antara lain disebut elam(a) (bahasa Sumeria), elamtu  (bahasa Akkadia), dan haltamti (bahasa Elam).  Peradaban Elam adalah suatu kebudayaan maju tertua di Iran yang sekarang berlokasi di Provinsi Khuzestan dan Ilam. Elam mendapatkan namanya dari berbagai sumber terdekat, seperti bangsa Sumeria dan Kekaisatan Akkadia. “Elam” bermakna ‘highlands’ dalam bahasa Sumeria karena orang-orang Elam mayoritas tinggal di dataran tinggi di daerah selatan Iran.

Hal ini bermakna sama dengan Haltamti, sebutan bangsa Elam untuk tanah airnya sendiri. Peradaban Elam dipercaya sudah bertumbuh sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu dan masih meninggalkan banyak artefak atau karya arsitektur yang masih dapat dilihat di Iran modern.

1. Bertahan selama lebih dari 2600 tahun
5 Fakta Peradaban Elam, Awal Mula Kemasyhuran Persia Kuno

Peradaban Elam berkembang pada sekitar tahun 3200 SM, yang diawali dengan periode Proto-Elam. Sepanjang perjalanannya, peradaban ini telah melewati empat periode, yaitu Proto-Elam, Elam Tua (mulai tahun 2700 SM), Elam Pertengahan (mulai tahun 1500 SM), dan Neo-Elam. Periode terakhir berakhir pada sekitar tahun 539 SM karena penjajahan oleh Akhemeniyah.

Namun, zaman yang paling penting mungkin adalah Elam Pertengahan karena pada masa tersebut terbentuklah Kekaisaran Elam. Dibangun pula beberapa karya arsitektur berupa ziggurat (suatu piramida khas Mesopotamia Kuno), seperti Ziggurat Dur Untash/Chogha Zanbil di Khuzestan, Iran.

2. Memiliki pematung yang sudah sangat modern pada masanya
5 Fakta Peradaban Elam, Awal Mula Kemasyhuran Persia Kuno

Di samping usianya yang sangat tua dan kehidupan penduduknya yang rupanya masih sangat sederhana, Peradaban Elam ternyata memiliki banyak karya seni. Hal ini membuktikan betapa profesionalnya para perajin di sana bahkan sejak periode tertua (Proto-Elam).

Mereka sejak awal sudah mampu memanfaatkan logam, seperti perak dan tembaga, khususnya dalam membuat patung. Kedetailan dan proporsi anatomi yang cukup baik dalam patung-patung tersebut adalah petunjuk bahwa perajin kuno di sana sangat berbakat dalam mempelajari alam sekitar dan menuangkannya dalam suatu karya seni.

3. Terlibat dalam peperangan pertama di dunia yang pernah dicatat
5 Fakta Peradaban Elam, Awal Mula Kemasyhuran Persia Kuno

Tahukah kamu bahwa peperangan yang pertama kali tercatat dalam sejarah di dunia melibatkan Elam? Pada tahun 2700 SM, bangsa Elam berperang melawan tetangganya, bangsa Sumeria, di Mesopotamia Kuno (sekarang Irak) yang sayangnya membawa kekalahan pada Elam. Peristiwa ini diketahui berdasarkan tulisan-tulisan pada prasasti Sumeria (Sumerian King List) yang sudah berhasil diterjemahkan.

4. Bahasa tertuanya tidak dapat ditafsirkan
5 Fakta Peradaban Elam, Awal Mula Kemasyhuran Persia Kuno

Bahasa linear kuno Elam yang sudah digunakan sejak dimulainya peradaban belum berhasil ditafsirkan hingga detik ini. Apabila sudah diketahui, tulisan-tulisan tersebut akan membuka lembaran sejarah baru pada periode Proto-Elam yang masih bolong.

Sejarah peradaban ini baru diketahui dengan detail mulai dari periode Elam Tua. Sebab, pada saat itu bahasa yang digunakan berbentuk kuneiform atau aksara paku yang lebih modern dan sudah bisa diterjemahkan.

5. Mengakui kesetaraan gender dan menghargai keragaman budaya atau agama
Fakta Peradaban Elam, Awal Mula Kemasyhuran Persia Kuno

Peradaban Elam mencakup wilayah yang luas dan terdiri dari banyak komunitas, budaya, dan agama. Dipastikan bahwa masyarakat setempat menghargai setiap agama dan budaya terlihat dari Zigurrat Dur Untash. Ia terdiri dari banyak kuil yang didedikasikan kepada beragam dewa-dewi dari berbagai daerah di Elam, yang tentunya berbeda satu sama lain.

Di sisi lain, salah satu petunjuk bahwa Elam mengakui hak kaum wanita dan tidak menganggap mereka lebih rendah daripada pria. Hal ini dapat dilihat pada patung Elam, yaitu kesamarataan besar, kedetailan, dan esensi “kemewahan” yang tidak memandang apakah patung tersebut berfigur wanita atau pria.

Berdasarkan fakta-fakta yang telah diulas, tidak dapat dimungkiri bahwa Peradaban Elam adalah yang tertua sekaligus berpikiran termaju pada masanya. Kenyataanya, setelah kejatuhan Elam, budayanya masih dipelihara dan bahkan menjadi salah satu prekursor utama budaya Persia Kuno, yang nantinya berkembang menjadi peradaban paling berpengaruh dan membentuk kekaisaran termegah di dunia pada masanya!

Terletak di sebelah timur Mesopotamia, Elam adalah bagian dari urbanisasi  awal selama periode Kalkolitikum (Zaman Tembaga). Pada periode Elam Lama (Zaman Perunggu Awal), Elam terdiri dari beberapa kerajaan di dataran tinggi Iran, berpusat di Anshan, dan sejak pertengahan milenium ke-2 SM, peradaban Elam berpusat di Susan di dataran rendah Khuzestan. Kebudayaannya banyak berpengaruh di Kekaisaran Guti, juga di Kekaisaran Akhemeniyah. Ketika itu bahasa Elam menjadi salah satu bahasa resmi. Bahasa Elam sendiri digolongkan sebagai bahasa terisolasi.