Gamers Indonesia Makin Sering Main

Wabah Corona Gamers Indonesia Makin Sering Main Game

Wabah Corona Gamers Indonesia Makin Sering Main Game – Masa bermain dan penjualan game di Indonesia naik selama Maret 2020 di tengah wabah Covid-19 akibat infeksi virus corona (SARS-CoV-2).

Hal ini seperti diungkap layanan cloud gaming Skyegrid yang mencatat peningkatan lama bermain dan jual-beli produk di dalam game mereka.

“Trafik penjualan kami selama kerja dari rumah naik 15-20 persen. Sedangkan, waktu bermainnya tumbuh lebih besar, sekitar 80 persen hingga 100 persen,” kata CEO & Founder Skyegrid, Rolly Edward kepada daftar poker idn, Rabu.

Sebelumnya, lembaga survey Nielsen menemukan 45 persen gamer di Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan Prancis lebih lama bermain game. Sementara itu, 29 persen di antaranya juga menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang lain di game online.

Di sisi lain, Nielsen juga mengatakan 39 persen responden di Amerika Serikat mengeluarkan lebih banyak uang untuk bermain game. “Jadi gamer global memanfaatkan momentum tersebut untuk berbelanja game, sekadar menyetok library mereka. Makanya, pengeluaran gamer meningkat signifikan,” kata Chandrataruna.

Manajer hedge fund Skycatcher, Siamc Kamalie mengatakan waktu rata-rata yang dihabiskan setiap pengguna pada game mobile tumbuh 41 persen selama Tahun Baru Cina tahun 2020 jika dibandingkan dengan 2019. “Dan naik 18 persen dibandingkan satu minggu sebelum Tahun Baru China pada tahun 2020,” ujar Kamalie.

Melansir Gaming Street, Kepala Staf Teknologi Verizon Kyle Malady mengatakan peningkatan lalu lintas video dan game online tidak mengejutkan karena banyak hiburan di AS dibatalkan akibat kebijakan berada di rumah.

“Meskipun belum jelas bagaimana jutaan orang tambahan yang bekerja dari rumah akan berdampak pada pola penggunaan, kami tetap siap untuk mengatasi perubahan permintaan jika diperlukan,” ujar Malady.

Pengguna Game Online Meningkat 75 Persen

Skyegrid adalah platform game streaming berbasis Cloud atau Cloud Gaming. Sederhananya, platform ini membuat siapa saja bisa memainkan game kualitas grafis tinggi di perangkat apa pun yang dimilikinya. Termasuk laptop biasa bukan gaming, atau pun ponsel Android.

Perusahaan Verizon menyatakan persentase pengguna game online selama pandemi virus corona yang menyebabkan Covid-19 mengalami peningkatan yang signifikan. Verizon mencatat pengguna video game meningkat 75 persen selama jam sibuk.

Verizon mengatakan peningkatan terjadi karena ratusan juta orang diimbau tetap berada di dalam rumah guna mencegah penyebaran Covid-19. Sehingga, banyak orang memilih bermain game untuk mengisi waktu luangnya selama di rumah.

Melansir Tech Crunch, plat distribusi game Steam mencatat rekor pengguna game dengan lebih dari 20 juta pengguna pada 16 Maret 2020. Jumlah tersebut tanpa dukungan rilis game baru yang pada umumnya mendorong kenaikan pengguna.

Sedangkan platform obrolan gaming Discord mengaku servernya sempat turun meski perusahaan meningkatkan kapasitas server lebih dari 20 persen untuk menangani penggunaan yang meningkat pada pekan lalu.

Sebelum dapat memainkan game di Skyegrid, gamer harus terlebih dahulu membeli game di Steam atau Epic Store. Agar dapat menikmati layanan Skyegrid, pengguna harus membayar Rp179 ribu per bulan.

Chief Communications Officer & Co-founder, Skyegrid, Muhammad Chandrataruna mengatakan peningkatan ini wajar karena pengembang dan studi game semuanya hampir memangkas harga di tengah wabah virus corona ini.

Rolly mengatakan peningkatan waktu main pelanggan hampir dua kali lipat tersebut membuat server Skyegrid membludak akibat tingginya traffic. Pembatasan aktivitas di luar rumah, membuat banyak orang bermain game untuk menghilangkan penat.