Inilah Alasan Kamu Harus Meninggalkan Lingkungan yang Toksik

Inilah Alasan Kamu Harus Meninggalkan Lingkungan yang Toksik

Inilah Alasan Kamu Harus Meninggalkan Lingkungan yang Toksik – Lingkungan toxic  adalah lingkungan yang dapat membawa seseorang ke dalam pengaruh yang buruk. Sudah pasti gak ada orang yang suka berada di lingkungan yang toksik. Namun yang bikin kamu enggan keluar dari sana biasanya karena kamu masih berharap lingkungan itu bisa berubah. Terlebih jika yang toksik justru lingkungan keluargamu.

Lingkungan toxic dapat berupa lingkungan pertemanan, pekerjaan, bahkan dalam  lingkungan keluarga kita sendiri. Kamu merasa gak pantas untuk meninggalkannya. Padahal, maksud dari meninggalkan gak selalu memutus hubungan sama sekali. Sebab hubungan keluarga memang gak boleh diputuskan apa pun yang terjadi.

Namun paling gak, kamu bisa menjaga jarak dari lingkungan yang toksik supaya hidupmu sendiri gak dalam bahaya. Masih gak yakin untuk bergegas meninggalkan lingkungan yang toksik? Renungkan baik-baik lima alasan di bawah ini.

1. Masih sayang sama diri sendiri, kan?
5 Alasan untuk Meninggalkan Lingkungan yang Toksik, Gak Perlu Ragu!

Gak bisa kamu bilang sayang banget sama diri sendiri, tetapi membiarkan dirimu terus berada di lingkungan yang toksik. Sebab kalau benar-benar sayang sama diri sendiri, kamu harus punya kehendak yang kuat untuk melindungi dirimu dari segala macam bahaya atau pengaruh buruk.

Kamu mungkin memang korban dari lingkungan yang toksik itu. Akan tetapi karena kamu bukan anak-anak lagi, kamu juga harus bisa menolong diri sendiri. Kalau sudah tahu interaksi yang terjadi dalam lingkungan itu gak sehat, buat apa bertahan?

2. Masa depan masih panjang, kamu perlu menyiapkannya sebaik mungkin
5 Alasan untuk Meninggalkan Lingkungan yang Toksik, Gak Perlu Ragu!

Kamu mungkin belum benar-benar menyadari akibat dari lingkungan yang toksik pada diri dan masa depanmu. Maka kamu masih ‘santai’ saja bertahan di sana. Padahal, segala hal yang terjadi padamu saat ini akan berpengaruh besar pada masa depanmu.

Makin lama kamu berada di lingkungan yang toksik, makin buruk pengaruhnya untuk masa depanmu. Kamu pasti akan kesulitan untuk fokus membangun hidupmu. Terlalu banyak konflik gak penting yang mewarnai hari-harimu. Atau, kamu terus terpapar berbagai pengaruh negatif dari orang-orang di sekitarmu.

3. Lama di lingkungkan toksik bisa menyulitkanmu membangun hubungan yang sehat
5 Alasan untuk Meninggalkan Lingkungan yang Toksik, Gak Perlu Ragu!

Inilah salah satu akibat dari paparan berbagai pengaruh buruk lingkungan toksik. Misalnya, orang-orang di sekitarmu selalu penuh curiga. Bahkan, bisa membuat-buat berbagai alasan untuk membenarkan kecurigaan mereka.

Awalnya, kamu hanya mendengarkan mereka dan dalam hati masih menolak percaya. Namun lama-kelamaan kamu sangat mungkin mengikuti cara berpikir mereka. Contoh lainnya, jika orang-orang di sekitarmu suka memaki, kamu bisa menganggap makian sebagai sesuatu yang biasa dalam berkomunikasi dengan siapa pun.

4. Menolong diri sendiri itu wajib
5 Alasan untuk Meninggalkan Lingkungan yang Toksik, Gak Perlu Ragu!

Jika kamu mampu, wajib bagimu menolong orang lain yang membutuhkan. Maka, sudah seharusnya kamu juga memprioritaskan keselamatan diri. Bukan malah membiarkan diri sendiri terus tertekan dalam lingkungan yang toksik.

Kalau kamu sendiri gak punya tekad untuk membebaskan diri dari lingkungan yang toksik, berbagai usaha orang lain untuk menolongmu pun akan percuma. Kamu diberi saran, ditunjukkan jalan, bahkan sampai dituntun untuk keluar dari lingkungan itu pun bakal tetap sulit.

5. Hidup yang tenang layak didambakan siapa pun
5 Alasan untuk Meninggalkan Lingkungan yang Toksik, Gak Perlu Ragu!

Kalau kamu bisa tetap tenang berada di lingkungan yang toksik, hati-hati. Jangan-jangan tanpa disadari, kamu telah sama toksiknya dengan mereka. Nah, jika kamu masih bisa merasa gak nyaman dan mendambakan kehidupan yang lebih menenangkan jiwa, ini bagus.

Ibaratnya, sudah ada magnet yang menarikmu ke arah yang benar. Kamu butuh banget ketenangan hidup biar bisa memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting untuk masa depanmu. Bukan malah energimu seperti tersedot habis karena terus berurusan dengan orang-orang toksik.