Inilah Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial

Inilah Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial

Inilah Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial – Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Keputusan rehat dari media sosial tentu sah-sah saja. Bisa hanya untuk sementara waktu, bisa juga untuk selamanya jika seseorang merasa perlu melakukannya. Nah, bagaimana nih, kalau yang memutuskan rehat itu idolamu?

Wah, kamu jadi gak bisa stalking lagi dong? Padahal, maksud rehat dari dunia maya juga macam-macam, sih. Ada yang benar-benar Daftar Live22 menghapus akunnya, ada juga yang cuma berhenti atau sangat mengurangi unggahan.

Untuk yang terakhir, dia masih sesekali membuka media sosial. Apa pun itu, banyak hal bisa menjadi alasannya rehat dari media sosial. Seperti lima hal di bawah ini.

1. Baru atau sering mendapatkan pengalaman buruk saat menggunakan media sosial
5 Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Bukan Ghosting

Gak semua orang bisa bersikap sangat cuek dengan segala yang terjadi di media sosial. Seperti maraknya ujaran kebencian, komentar pedas di unggahannya, atau pesan pribadi yang kurang pantas.

Orang bertipe pemikir dan perasa bisa amat terganggu dengan hal-hal seperti ini. Bahkan yang sebenarnya cukup cuek pun bisa gak tahan jika unggahannya sering dikomentari buruk. Maka, dia merasa perlu untuk berjarak dahulu dengan media sosial.

2. Sadar sudah menghabiskan terlalu banyak waktu buat bermedia sosial, bikin gak produktif
5 Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Bukan Ghosting

Zaman sekarang, salah satu cara paling mudah untuk membunuh waktu adalah dengan membuka media sosial. Rasa bosan bisa langsung menguap, tetapi ternyata bukan gak ada konsekuensinya.

Kalau sudah keasyikan, tahu-tahu begitu banyak jam dan kuota habis hanya untuk melihat segala yang ada di medsos. Padahal, tugas utama seseorang di usia produktif adalah bekerja. Jika gak segera rehat dari media sosial, bisa-bisa berakibat fatal untuk masa depan.

3. Merasa emosi memburuk dan pikiran gak fokus karena kebanyakan main medsos
5 Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Bukan Ghosting

Pasti gak sedikit yang merasakan ini. Di media sosial, segala hal ada. Orang bisa merasa kebanjiran informasi setiap saat. Bisa juga jadi mudah iri karena terlalu banyak melihat unggahan sisi enak kehidupan orang lain.

Juga bisa ikut stres, lho, kalau melihat banyak unggahan yang berisi keluh kesah. Dalam waktu lama, ini tentu sangat buruk untuk kesehatan mentalnya. Bagus sekali jika dia cepat menyadarinya. Jadi, keputusan rehatnya memang sudah tepat.

4. Lagi ingin fokus ke sesuatu
5 Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Bukan Ghosting

Media sosial banyak banget manfaatnya. Kita bisa terhubung dengan begitu banyak orang dan dengan cepat mengetahui informasi terkini. Bahkan, saat kita bosan dengan rutinitas, membuka media sosial juga bisa membuat kita merasa lebih baik.

Apalagi kalau menemukan unggahan yang menghibur atau menenangkan hati. Akan tetapi jika sedikit saja kurang bisa mengontrol penggunaannya, memang merusak konsentrasi. Maka wajar bila ketika seseorang harus fokus ke sesuatu, dia memilih untuk gak main medsos dulu.

5. Lagi sibuk banget di dunia nyata
5 Alasan Orang Memutuskan Rehat dari Media Sosial, Bukan Ghosting

Kalau poin-poin sebelumnya dilakukan dengan sengaja, kali ini gak. Seseorang gak berniat mengurangi aktivitasnya di dunia maya, tetapi otomatis terjadi karena dia lagi sibuk banget di dunia nyata.

Misalnya, pekerjaannya lagi menumpuk. Waktu istirahatnya sangat terbatas sehingga gak sempat lagi membuka medsos. Apalagi pekerjaannya selalu menggunakan gadget. Mata pasti sudah sangat lelah kalau hendak membuka medsos. Kalau dipaksakan malah sakit kepala.

Keputusan seseorang untuk rehat sejenak maupun selamanya dari media sosial bukan berarti dia gak dewasa karena gak siap menghadapi risikonya. Justru karena seseorang telah dewasa, dia tahu kapan perlu atau gak perlu menggunakannya.