Inilah Bagian Tubuh Yang Dulu Digunakan Sebagai Obat

Inilah Bagian Tubuh Yang Dulu Digunakan Sebagai Obat

Inilah Bagian Tubuh Yang Dulu Digunakan Sebagai Obat – Obat adalah zat apa pun yang menyebabkan perubahan fisiologi atau psikologi organisme saat dikonsumsi. Obat-obatan biasanya dibedakan dari makanan dan zat yang menyediakan nutrisi. Konsumsi obat dapat dilakukan melalui inhalasi,  injeksi, merokok, ingesti, absorpsi melalui kulit, atau disolusi di bawah lidah.

Secara tradisional, obat-obatan diperoleh melalui ekstraksi tumbuhan obat, tetapi baru-baru ini juga melalui sintesis organik. Obat-obatan farmasi dapat digunakan dalam jangka waktu terbatas, atau secara teratur untuk gangguan kronis. Obat merupakan salah satu elemen penting dalam dunia kesehatan dan paling banyak digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Saat ini, kebanyakan obat dibuat dari kombinasi bahan kimia yang telah melalui penelitian panjang di Livechat Fafaslot laboratorium. Tapi, jauh sebelum obat-obatan kimia seperti saat ini populer, orang zaman dahulu ternyata menggunakan bagian tubuh manusia sebagai obat. Memang terdengar mengerikan dan kejam, tapi nyatanya obat dari bagian tubuh manusia sangat populer pada zamannya.

1. Tengkorak
Ngeri! 5 Bagian Tubuh Manusia Ini Dulu Sering Digunakan sebagai Obat

Dulunya, para penjual obat di Inggris, terutama yang dari London, menjual kepala atau tengkorak orang mati yang di permukaannya terdapat sesuatu mirip lumut kehijauan kecil yang disebut usnea.

Untuk menghasilkan usnea, dikatakan perlu menggunakan tengkorak seorang laki-laki yang telah meninggal dengan kejam dan telah terpapar selama beberapa waktu ke elemen tertentu, dikutip dari Pharmaceutical Journal.

Dilansir dari laman Mental Floss, pada abad ke-17, campuran bubuk tengkorak dan cokelat digunakan untuk menyembuhkan pendarahan. Tengkorak manusia juga direndam dalam alkohol untuk menciptakan tingtur yang dikatakan baik untuk asam urat, edema, dan penyakit sampar.

2. Otak
Ngeri! 5 Bagian Tubuh Manusia Ini Dulu Sering Digunakan sebagai Obat

Zaman dahulu, otak manusia digunakan untuk menyembuhkan epilepsi. Dalam buku The Art of Distillation tahun pada tahun 1651, dijelaskan bahwa untuk membuat obat dari otak manusia, mula-mula otak seorang pemuda yang meninggal dalam kematian yang kejam ditumbuk dalam lesung batu, direndam dalam wine, dan dikubur dalam kotoran kuda selama setengah tahun, kemudian disuling.

Pada masa itu, tengkorak dan otak manusia dipandang sangat berguna untuk menyembuhkan penyakit yang berasal dari kepala. Pengobatan yang diambil dari mayat yang telah mati secara mengerikan sering kali dianggap sangat kuat, karena kekerasan dipandang memusatkan kekuatan hidup.

3. Lemak
Ngeri! 5 Bagian Tubuh Manusia Ini Dulu Sering Digunakan sebagai Obat

Lemak manusia pernah menjadi obat yang banyak dicari untuk pendarahan, memar, kram otot, kerusakan saraf, nyeri sendi, dan berbagai penyakit lainnya. Lemak manusia sangat populer di Jerman, sampai pertengahan abad ke-18.

Menurut catatan American Journal of Pharmacy and the Sciences Supporting Public Health, sering kali lemak dibuat menjadi salep, tetapi dokter dari beberapa raja Inggris dan Prancis menggabungkan bahan tersebut dengan hemlock dan opium dan membuatnya sebagai plester pereda nyeri.

4. Rambut
Ngeri! 5 Bagian Tubuh Manusia Ini Dulu Sering Digunakan sebagai Obat

Menurut buku Mummies, Cannibals and Vampires: The History of Corpse Medicine from the Renaissance to the Victorians, tonik yang disebut “liquor of hair” biasa digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut pada individu yang mengalami kebotakan.

Ini karena rambut orang yang telah meninggal diyakini bermanfaat bagi rambut orang yang masih hidup. Akan tetapi, bubuk rambut kadang juga digunakan untuk mengatasi keluhan yang tidak ada hubungannya dengan kepala, seperti penyakit kuning.

5. Semua bagian tubuh mumi
Ngeri! 5 Bagian Tubuh Manusia Ini Dulu Sering Digunakan sebagai Obat

Mumi dianggap sebagai obat mujarab selama abad ke-16 dan 17. Masa tersebut merupakan zaman keemasan pengobatan mayat, dan mumi menjadi obat paling populer dan sulit dicari.

Untuk mendapatkan mumi, orang-orang menjarah makam-makam Mesir. Mumi digunakan untuk ditambahkan ke tingtur atau plester yang digunakan untuk mengobati pendarahan, gigitan berbisa, memar, dan nyeri sendi. Kala itu, pengobatan dari mumi benar-benar diminati hingga permintaan jauh melebihi pasokan yang ada.

Akhirnya, dilansir dari laman The Guardian, minat pasar yang tinggi ini dimanfaatkan oleh para pengusaha dengan membuat mumi palsu dari tubuh penderita kusta, pengemis, dan bahkan unta.