Inilah Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan Mengukur Usia Bumi

Inilah Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan Mengukur Usia Bumi

Inilah Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan Mengukur Usia Bumi – Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar kelima dari delapan planet dalam Tata Surya. Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru.

Mengutip sumber dari laman sains Space, usia planet Bumi sudah masuk dalam angka 4,54 miliar tahun dengan rentang kesalahan sebanyak 50 juta tahun. Meskipun sudah mencapai miliaran tahun, masih belum diketahui dengan pasti kapan Bumi akan mati. Namun, beberapa ilmuwan menganalisis bahwa Bumi masih bisa hidup sekitar 1,7 miliar tahun lagi.

Nah, pembahasan akan usia atau umur Bumi sangatlah menarik. Akan tetapi, bagaimana cara ilmuwan di dunia melakukan pengukuran untuk Daftar Live22 mengetahui usia Bumi dengan pasti, ya? Penasaran dengan jawabannya, bukan? Yuk, disimak!

1. Pengukuran melalui batuan Bumi5 Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan untuk Mengukur Usia Bumi

Cara pertama yang paling umum digunakan oleh banyak ilmuwan adalah mengukur usia batuan Bumi. Menurut National Geographic, ilmuwan pernah menemukan batuan kuno di barat laut Kanada. Namun, usia batuan tersebut masih lebih muda dari perkiraan ilmuwan akan usia Bumi, yakni 4,03 miliar tahun.

Batu-batuan tertua di Bumi terus dicari dan akhirnya mereka ditemukan di Australia. Usia batuan Australia mencapai 4,3–4,4 miliar tahun. Live Science dalam lamannya menjelaskan bahwa melalui penghitungan karbon, batuan tertua di Bumi bisa menjadi petunjuk untuk mengukur usia Bumi. Diperkirakan ada rentang 100 juta tahun untuk membentuk batuan Bumi sejak pembentukan Bumi dari awal yang berwujud gas panas.

2. Pengukuran usia mineral Bumi purba
5 Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan untuk Mengukur Usia Bumi

Bukan hanya batuan purba. Mineral Bumi juga bisa dijadikan acuan untuk membantu menentukan usia Bumi secara akurat. Bahkan, mineral ini menjadi salah satu bahan utama Bumi yang mampu menginformasikan usia Bumi secara tepat sesuai dengan dugaan banyak ilmuwan.

Mineral tersebut bernama zirkon atau zircon, mineral Bumi purba yang biasa melebur menjadi satu dengan batuan granit dan memberi nilai ekonomis pada batu-batuan tersebut. American Museum of Natural History mencatat bahwa kandungan zirkon tertua di Bumi bisa ditemukan di bagian barat Australia dan usianya juga nyaris sama dengan usia Bumi mula-mula.

3. Mengetahui usia Bumi melalui batuan Bulan

Pada 1969 hingga 1972 sebanyak 24 orang astronaut pernah mengunjungi Bulan dan mengambil banyak batuan Bulan. Mulai dari batuan, debu, pasir, dan mineral Bulan dibawa ke Bumi untuk diteliti dan saat ini sudah ribuan akademisi yang meneliti batuan tersebut di markas NASA. Batuan dan mineral Bulan tersebut menjadi bukti kuat bahwa manusia memang pernah ke Bulan.

Hasil penghitungan yang dilakukan oleh ilmuwan juga menyimpulkan angka yang cukup identik dengan usia Bumi. Yup, batuan Bulan ternyata berusia sekitar 4,5 miliar tahun, usia yang nyaris sama dengan usia Bumi. Hal ini sekaligus menguatkan dugaan atau hipotesis tentang proses pembentukan Bulan akibat tubrukan dahsyat dengan Bumi pada 4,5 miliar tahun lalu.

4. Menyelidiki usia Bumi melalui jejak-jejak cahaya Matahari purba
5 Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan untuk Mengukur Usia Bumi

Prediksi dan dugaan ilmuwan terhadap usia Bumi bisa semakin tepat jika ilmuwan juga mengetahui usia dari Matahari. Pasalnya, pembentukan Matahari di fase-fase awal juga tak akan jauh dari pembentukan seluruh planet di tata surya kita. Data yang diambil dari penghitungan NASA dan badan antariksa lain di seluruh dunia mengungkap bahwa Matahari berusia 4,5–4,6 miliar tahun.

Ditulis dalam Stanford University, ilmuwan dan ahli NASA memiliki penghitungan khusus terhadap usia Matahari. Menurut para ilmuwan, Matahari sudah lebih dulu bercahaya dan menyinari planet purba sehingga mampu menciptakan banyak mineral yang mengendap di dasar planet, termasuk Bumi.

Jejak-jejak sinar Matahari purba inilah yang bisa diidentifikasi melalui mineral dan semua partikel purba yang ada di Bumi. Matahari sendiri terbentuk akibat kumpulan materi alam semesta (hidrogen, helium, karbon, dan neon) yang bersatu dan terikat dengan gravitasi besar. Nah, sisa-sisa pembentukan Matahari tersebut menyebar di sekitar Matahari membentuk banyak objek seperti planet dan setelit alam.

5. Mengukur usia Bumi berdasarkan sejarah pembentukan tata surya
5 Cara Ilmiah yang Digunakan Ilmuwan untuk Mengukur Usia Bumi
AdvertisementJika dihitung secara global dan keseluruhan, maka bumi juga seharusnya tidak akan jauh dari tata surya. University of california pernah melakukan riset dan penelitian mendalam akan hal ini. faktanya, ilmuan dan kalangan akademisi sepakat bahwa usia tata surya berkisar di angka 4,6 – 5 milliar tahun.
Bberapa batuan meteroit yang jatuh ke bumi juga mengindikasikan bahwa usia mereka juga berkisar diatas 4,5 miliar tahun. Dengan beberapa teori sains dan data-data yang di dapatkan melalui teknologi modern, didapatkan kesimpulan mengenai usia dan bagaimana tata surya itu terbentuk. Ini berarti ilmuan bisa lebih mudah dalam mengukur dan menghitung usia bumi secara akurat.