Inilah Fakta Ganja Sebagai Tanaman Obat & Bisa Menyembuhkan

Inilah Fakta Ganja Sebagai Tanaman Obat & Bisa Menyembuhkan

Inilah Fakta Ganja Sebagai Tanaman Obat & Bisa Menyembuhkan – Ganja atau mariyuana adalah psikotropika mengandung tetrahidrokanabinol dan kanabidiol yang membuat pemakainya mengalami euforia. Ganja biasanya dibuat menjadi rokok untuk dihisap supaya efek dari zatnya bereaksi. Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai 2 meter.

Ganja menjadi simbol budaya hippie yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu, ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisasi yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang.

Di India, sebagian Sadu yang menyembah dewa Siwa menggunakan produk IDNPoker derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap hasis melalui bong dan minum bhang. Ganja masih menjadi barang ilegal di Indonesia. Hal ini tertuang pada Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman karena menanam pohon terlarang ini bisa berupa hukuman penjara selama 4-12 tahun dan denda Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

Beberapa Negara Melegalkan Ganja

Penggunaan ganja alias mariyuana sebagai tanaman obat di Indonesia juga masih kontroversial. Beberapa waktu lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat mengeluarkan edaran yang menyatakan penetapan ganja sebagai tanaman obat. Tidak lama sejak edaran itu diberitakan, timbul gelombang pro kontra sehingga Kementan akhirnya mencabut edaran tersebut.

Berbeda dengan Indonesia, banyak negara di dunia yang sudah melegalkan penggunaan ganja. Kanada, Uruguay, Jamaika, dan Thailand adalah beberapa negara yang melegalkan penggunaan ganja.

Meskipun dilarang, ganja ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia bila digunakan sesuai dosis kesehatan yang telah ditentukan. Apa saja manfaat ganja secara medis? Berikut fakta-fakta tentang ganja.

1. Ketahui ciri-ciri tanaman ganja
Terdakwa Penanam Ganja di Surabaya Akan Ajukan Uji Materi UU Narkotika -  Suara Surabaya

Tanaman ganja mempunyai bentuk daun lebar yang menjari dan panjang. Tanaman ini bisa tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Pohon ganja yang ditanam hanya dapat tumbuh hingga 5 meter tingginya.

Semua bagian tanaman ini, seperti daun, batang, dan bunga, dapat dikonsumsi oleh manusia. Cara mengonsumsinya pun berbeda-beda, mulai dari dimakan langsung hingga diolah terlebih dahulu.

2. Nama lain ganja dan kandungan di dalamnya
Anggota Polda Bengkulu Temukan Tanaman Ganja di Permukiman Warga

Tanaman ganja mempunyai banyak sebutan lain, mulai dari mariyuana, pot, weed, mary jane, hingga nama ilmiahnya, Cannabis. Hingga saat ini, ada tiga jenis ganja yang sudah diketahui dunia ilmu pengetahuan yakni Cannabis sativa, Cannabis indica, dan Cannabis ruderalis.

Mariyuana kini digolongkan ke dalam narkotika golongan 1. Tanaman ini mengandung Tetrahidrokanabinol dan Cannabidiol yang merupakan  salah satu senyawa Cannabinoid. Kandungan tersebut bisa membuat pemakainya mengalami euforia.

3. Ganja dapat meredakan penyakit autoimun dalam tubuh manusia
Heboh Ganja Jadi Tanaman Obat, Kepmennya Dicabut!

Ganja ternyata juga punya efek sebagai penyembuh bagi sejumlah penyakit termasuk autoimun. Penyakit autoimun baru-baru ini menjadi banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia. Sejak banyak selebritas seperti Raditya Dika, Ashanty, dan Andrea Dian, terserang penyakit ini, masyarakat pun mencari tahu seluk beluk penyakit ini.

Penyakit autoimun sendiri adalah penyakit radang, di mana kondisi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat alih-alih memerangi penyakit di dalam tubuh yang semestinya menjadi fungsinya.

Peneliti dari University of South Carolina pada 2014, menemukan senyawa THC di dalam ganja yang mampu mengatasi kondisi pasien autoimun. Sebab, senyawa tersebut dapat mengubah molekul dalam DNA yang mempercepat proses peradangan menjadi pulih.

4. Ganja disebut dapat membunuh kanker dan meredam efek kemoterapi
Ternyata, Penetapan Ganja Sebagai Tanaman Obat Sudah Sejak 2006 - Bisnis  Liputan6.com

Menurut studi yang dipublikasikan di situs cancer.org, senyawa Cannabinoids mampu membunuh sel kanker dan memblokir sejumlah pembuluh darah yang dibutuhkan tumor untuk tumbuh. Senyawa Cannabinoids di dalam ganja ini, dipercaya efektif untuk mengobati penyakit kanker usus, kanker payudara, dan kanker hati.

Selain itu, berbagai studi juga mengungkap ganja sangat efektif meredakan efek samping kemoterapi, yakni rasa mual, muntah, dan hilang nafsu makan. Badan Pengawas Obat AS telah mengizinkan terapi obat-obatan berbasis Cannabinoid untuk pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

5. Ganja juga mampu melindungi otak manusia
Efek Ganja bagi Kesehatan Tubuh dan Otak, Apa Saja?

Peneliti dari University of Nottingham berhasil membuktikan bahwa ganja mampu melindungi otak dari kerusakan yang disebabkan serangan stroke. Studi tersebut menyebut ganja membatasi area di dalam otak yang terkena dampak stroke.

Kendati belum dilakukan uji klinis, temuan tersebut memperkuat teori lain bahwa mariyuana juga mampu meminimalisasi kerusakan akibat trauma atau geger otak.

Beberapa negara menggolongkan tumbuhan ini sebagai narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang jenis lain yang menggunakan bahan-bahan sintetis atau semisintetis yang merusak sel-sel otak. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euforia.

Meskipun dampak penggunaan ganja bagi kesehatan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi kadar tetrahidrokanabinol pada ganja yang semakin meningkat dari tahun ke tahun patut diperhatikan. Kadar tetrahidrokanabinol pada daun ganja dulu berkisar antara 1% sampai 4%, saat ini kadarnya bisa mencapai 7%. Semakin meningkatnya kadar tetrahidrokanabinol dapat menyebabkan seseorang semakin mudah mengalami ketergantungan terhadap ganja.