Inilah Fakta Radiasi Alam Semesta Menurut Pandangan Sains

Inilah Fakta Radiasi Alam Semesta Menurut Pandangan Sains

Inilah Fakta Radiasi Alam Semesta Menurut Pandangan Sains – Alam semesta adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya. Usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Model-model ilmiah awal untuk Alam semesta dikembangkan oleh para filsuf Yunani kuno dan filsuf India kuno dan bersifat geosentris, menempatkan  Bumi di pusat Alam semesta. Alam semesta merupakan wadah bagi semuanya, termasuk materi, energi, dan semua radiasi yang dilahirkan melalui Big Bang atau Ledakan Dahsyat.

Saat ini, hanya sedikit dari bagian alam semesta yang mampu dipelajari oleh manusia dengan teknologinya. Nah, berbicara tentang radiasi di alam semesta, ada begitu banyak jenis Club388 Indonesia radiasi yang ada di alam semesta ini. Kali ini, kita akan belajar untuk mengenal apa itu radiasi alam semesta.

1. Radiasi alam semesta sudah ada sejak Big Bang
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Radiasi bisa diartikan sebagai pancaran atau semburan energi yang biasanya terdeteksi dalam bentuk gelombang atau panas. Secara umum, radiasi juga akan lenyap jika alam semesta ini lenyap.

Melansir laman Space, radiasi di alam semesta muncul pada saat Ledakan Dahsyat terjadi sekitar 13,8 miliar tahun lalu. Mayoritas radiasi alam semesta saat ini sudah berupa gelombang mikrokosmis atau CMB. Menurut teori Big Bang, ketika alam semesta lahir, alam semesta mengalami sebuah periode masif berupa inflasi dan ekspansi yang cepat.

Radiasi yang sebagian besarnya berwujud CMB tadi, merupakan hasil dari panas yang dihasilkan oleh alam semesta mula-mula. Jadi, jejak-jejak radiasi dan gelombang mikrokosmis masih ada dan bisa ditemukan di seluruh penjuru alam semesta.

2. Jenis-jenis radiasi alam semesta
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Dalam sains, ada beberapa jenis dan klasifikasi dari radiasi alam semesta, yakni:

  • Radiasi kosmogenis, merupakan radiasi yang ada di luar angkasa dan memancarkan energinya sampai ke planet terdekatnya. Bumi juga sering mendapatkan radiasi macam ini.
  • Radiasi terestrial, yakni radiasi yang berasal dari objek alam semesta itu sendiri, misalnya radiasi dari dalam Bumi.
  • Radiasi internal, merupakan radiasi yang diterima atau diserap oleh organisme hidup di seluruh alam semesta, misalnya radiasi yang mengakibatkan kerusakan sel pada manusia.

Seperti dicatat dalam laman Britannica, Matahari yang merupakan sumber kehidupan bagi Bumi juga menghasilkan radiasi yang mematikan. Radiasi elektromagnetik dan sinar UV dari Matahari merupakan salah satu bentuk radiasi kosmogenis.

Ada juga radiasi yang sangat masif seperti radiasi akibat ledakan supernova. Ledakan ini merupakan ledakan bintang dan memiliki daya hancur yang sangat masif. Menurut ilmuwan, jika bintang panas seperti Matahari mengalami ledakan supernova, maka planet-planet di tata surya akan hancur akibat radiasi panasnya yang mencapai 15 kali lebih panas dibanding suhu dari Matahari itu sendiri.

3. Dampak radiasi alam semesta terhadap kehidupan di Bumi
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Radiasi di alam semesta memiliki dampak terhadap planet dan objek angkasa lainnya, termasuk Bumi. Radiasi terdekat yang diterima oleh Bumi adalah radiasi Matahari. Ada beberapa gelombang radiasi lainnya, namun dampaknya dirasa sangat kecil dan bahkan tidak memiliki efek apa-apa terhadap Bumi.

World Meteorological Organization dalam lamannya menjelaskan bahwa sebagian besar dari radiasi luar angkasa, misalnya sinar Matahari, diserap dan dipantulkan kembali oleh atmosfer Bumi. Namun, sebagian radiasi lainnya lolos dan mampu mencapai permukaan Bumi.

Tanpa adanya atmosfer Bumi, planet yang kita tinggali saat ini akan mengalami lonjakan dan penurunan suhu secara bersamaan. Pada saat sinar Matahari menyinari Bumi, maka suhu Bumi bisa sangat panas dan bahkan membakar permukaan Bumi. Begitu juga pada saat malam hari, suhu di bagian Bumi ketika malam bisa mencapai minus 18 derajat Celcius.

Menurut NASA, kehidupan di Bumi terlindungi dari paparan radiasi mematikan karena Bumi memiliki medan magnet yang stabil. Memang, tidak semua radiasi mampu ditangkal oleh medan magnet Bumi. Tapi setidaknya, sebagian besar radiasi perusak dari luar angkasa bisa dipantulkan kembali dan tidak berdampak mematikan bagi kehidupan organisme.

4. Bagaimana dengan paparan radiasi alam semesta terhadap astronaut?
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

NASA dalam lamannya menyatakan bahwa jika berada di orbit Bumi atau bahkan posisi yang lebih jauh, astronaut dapat dengan mudah terpapar radiasi berbahaya. Pekerjaan mereka memang menempatkan mereka pada risiko yang sangat tinggi untuk penyakit akibat radiasi seperti kanker dan kerusakan genetik.

Ini menandakan bahwa radiasi alam semesta masih belum sepenuhnya bisa diatasi dengan teknologi buatan manusia. Pakaian astronaut yang begitu canggih dan mahal juga masih belum mampu memberikan perlindungan maksimal. Sejauh ini, radiasi alam hanya bisa diatasi dengan aspek pelindung alam itu sendiri, seperti medan magnet dan atmosfer planet.

Yang lebih ngerinya lagi, menurut studi dan penelitian, mayoritas astronaut telah menerima radiasi alam semesta sebanyak 2.000 milli-sievert (mSv) selama hidupnya menjadi seorang astronaut. Itu artinya, selama hidupnya, seorang astronaut yang aktif ke luar angkasa akan menerima dampak radiasi setara dengan 6.000 kali sinar-X atau 6.000 kali rontgen di bagian dada.

5. Ledakan sinar gama bisa memancarkan radiasi yang sangat mematikan di alam semesta
5 Fakta Sains tentang Radiasi Alam Semesta yang Harus Kamu Ketahui

Sinar gama atau gamma adalah sinar yang dihasilkan dari gelombang radiasi elektromagnetik dan memiliki jangkauan luas. Sinar ini memiliki daya rambat yang panjang dan masif sehingga mampu berdampak pada objek-objek yang terpapar gama. Live Science mengungkap bahwa ledakan sinar gama terjadi akibat ledakan bintang mati.

Saat ledakan besar terjadi, sinar gama bahkan sanggup menerangi ruang hampa di sekitarnya yang masuk dalam jangkauan rambatnya. Nah, di alam semesta sinar gama juga melepaskan neutrino, yakni partikel elementer yang sangat kecil dan sulit dideteksi. Tidak ada organisme yang sanggup menerima sinar gama dalam jumlah yang dilepaskan di alam semesta.

Ledakan masif sinar gama akan membuat bintang, planet, dan semua yang ada di jalur rambatnya menjadi hancur akibat paparan radiasi mematikan. Menurut pengamatan yang dilakukan ahli astronomi, keberadaan sinar gama di alam semesta termasuk yang paling umum dijumpai.Itu artinya, ada radiasi mematikan di alam semesta dengan jumlah yang nyaris tanpa batas.