Inilah Fakta Seputar Obat Tidur yang Menarik untuk Diulas

Inilah Fakta Seputar Obat Tidur yang Menarik untuk Diulas

Inilah Fakta Seputar Obat Tidur yang Menarik untuk Diulas – Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai binatang menyusui, burung, ikan, dan binatang tidak bertulang belakang  seperti lalat buah Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur penting untuk kesehatan. Tidur adalah salah satu kebutuhan penting. Bagaimana tidak, kita bisa bisa menghabiskan sepertiga waktu hidup untuk tidur.

Dalam tidur normal biasanya fungsi saraf motorik juga saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung tidak bergerak dan daya tanggap pun berkurang. Saat tidur, ada beberapa proses vital yang terjadi dalam tubuh, yaitu perbaikan sel tubuh, pemulihan energi, serta peningkatan kekebalan tubuh. Proses tersebut tidak terjadi saat kita terjaga.

Meskipun tidur itu penting, tetapi beberapa orang mengalami sulit tidur atau gangguan tidur. Di antaranya adalah insomnia, yang ditandai dengan kesulitan, mengalami gangguan, dan tak bisa tidur dalam suatu periode tertentu. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan obat tidur. Nah, inilah fakta seputar obat tidur yang menarik untuk diulas.

1. Gambaran umum obat tidur
5 Fakta seputar Obat Tidur, Gak Boleh Diminum Sembarangan

Dilansir WebMD, mayoritas pil tidur diklasifikasikan sebagai “hipnotik sedatif” yang merupakan kelas obat tertentu yang digunakan untuk tidur atau tetap tertidur. Hipnotik sedatif termasuk benzodiazepin, barbiturat, dan berbagai hipnotik.

Benzodiazepin adalah obat antikecemasan. Jenis obat ini juga meningkatkan rasa kantuk dan membantu orang tidur. Sementara itu, barbiturat merupakan kelompok obat lain yang berkerja dengan menekan sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Barbiturat bisa kerja pendek atau panjang, serta biasanya diresepkan sebagai obat tidur oleh dokter.

2. Cara kerja obat tidur
5 Fakta seputar Obat Tidur, Gak Boleh Diminum Sembarangan

Dilansir Health, obat tidur diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Hipnotik atau agonis GABA: menargetkan dan mengaktifkan reseptor asam gamma-aminobutirat (GABA) di otak yang menyebabkan kantuk.
  • Agonis reseptor melatonin: menargetkan dan mengaktifkan reseptor melatonin.
  • Antagonis reseptor orexin: kelas terbaru dari obat tidur, antagonis reseptor orexin menghambat orexin (neurotransmiter di otak yang memicu untuk terjaga dari tidur).

Obat-obatan tersebut secara khusus diindikasikan untuk insomnia. Ada obat lain yang biasa diresepkan untuk mengobati insomnia, meski indikasi utamanya adalah gangguan medis yang berbeda. Itu karena efek samping dari obat-obatan tersebut sering kali termasuk rasa kantuk yang parah.

3. Sikap yang tepat dalam mengonsumsi pil tidur
5 Fakta seputar Obat Tidur, Gak Boleh Diminum Sembarangan

Masih bersumber dari Health, biasanya dokter tidak akan memberikan resep obat tidur bila seseorang tidak bisa tidur atau sulit tidur hanya satu malam. Pada orang dengan insomnia akut, baiknya cari pilihan lain untuk membantu tidur, misalnya dengan memprioritaskan cara alami.

Pil tidur bukanlah satu-satunya pengobatan untuk insomnia dan tidak selalu diperlukan. Ada kalanya sulit tidur mungkin disebabkan oleh gangguan tidur lainnya, misalnya sleep apnea, gangguan medis atau kejiwaan lainnya, efek samping obat-obatan tertentu, atau kebiasaan tidur yang buruk.

Penting untuk mencari bantuan medis dalam mengatasi setiap kondisi yang tidak terdiagnosis. Dalam banyak kasus, pengobatan kondisi yang mendasari sulit tidur, menghentikan atau mengganti obat tertentu, atau memperbaiki kebiasaan tidur dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas tidur seseorang.

4. Efek samping yang mungkin terjadi
5 Fakta seputar Obat Tidur, Gak Boleh Diminum Sembarangan

Sebagaimana umumnya obat, obat tidur pun memiliki efek samping apalagi bila seseorang tidak bijak dalam mengonsumsinya. Dilansir Cleveland Clinic, sekitar 8 dari 10 orang mengalami efek hangover sehari setelah minum obat tidur.

Mereka merasa mengantuk, berpikir kacau, pusing, atau mengalami masalah keseimbangan. Efek samping ini bila terjadi pada siang hari tentu akan berdampak pada aktivitas, misalnya saat harus berkendara, bekerja, sekolah, atau menyelesaikan tugas sehari-hari.

Obat tidur yang dijual bebas dan resep (dan suplemen) dapat menyebabkan efek samping berikut:

  • Sembelit atau diare
  • Mulut kering
  • Sakit kepala
  • Kelemahan otot
  • Masalah pencernaan, termasuk gas, mulas dan mual
5. Tips aman minum obat tidur
5 Fakta seputar Obat Tidur, Gak Boleh Diminum Sembarangan

Kalau kamu memutuskan ingin mengonsumsi obat tidur atau alat bantu tidur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Dilansir Help Guide, ingat selalu pedoman keselamatan ini:

  • Jangan pernah mencampur obat tidur dengan alkohol atau obat penenang lainnya. Alkohol tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga meningkatkan efek sedatif (menurunkan kesadaran) dari obat tidur. Kombinasi ini bisa berbahaya.
  • Minum obat tidur hanya jika memiliki cukup waktu untuk setidaknya 7 hingga 8 jam tidur. Jika tidak, ada potensi kamu akan sangat mengantuk keesokan harinya.
  • Jangan mengambil dosis kedua pada tengah malam. Ini dapat berbahaya karena waktu yang diperlukan untuk obat untuk bekerja lebih sedikit. Tentu akan sulit untuk bangun keesokan paginya.
  • Mulailah dengan dosis terendah yang direkomendasikan. Lihat pula bagaimana pengaruh obat dan jenis efek samping yang dialami.
  • Hindari penggunaan yang sering. Untuk menghindari ketergantungan dan meminimalkan efek samping, cobalah untuk menyimpan obat tidur untuk keadaan darurat.
  • Jangan pernah mengendarai mobil atau mengoperasikan mesin tertentu setelah minum obat tidur.
  • Baca dengan cermat petunjuk yang disertakan. Perhatikan baik-baik potensi efek samping dan interaksi obat. Banyak obat-obatan umum, termasuk antidepresan dan antibiotik, dapat menyebabkan interaksi berbahaya dengan obat tidur baik yang diresepkan maupun yang dijual bebas. Bagi banyak obat tidur, makanan tertentu seperti jeruk bali juga harus dihindari.

Yang tak kalah penting, sebelum memutuskan mengonsumsi obat tidur, sebaiknya periksakan dulu kondisimu ke dokter, jangan sembarangan minum obat dan/atau mengonsumsinya secara berlebihan.