Inilah Kehidupan Para Wanita di Harem Kekaisaran Ottoman

Inilah Kehidupan Para Wanita di Harem Kekaisaran Ottoman

Inilah Kehidupan Para Wanita di Harem Kekaisaran Ottoman – Harem adalah bagian dari rumah yang khusus diperuntukkan untuk keluarga dan merupakan tempat terlarang bagi pria dewasa kecuali tuan rumah atau kerabat dekat. Harem berangkat dari sistem masyarakat yang melakukan pembagian ketat antara dunia laki-laki dan dunia perempuan.

Dalam sejarah, harem Kekaisaran Ottoman sangatlah misterius. Diasingkan di istana sultan Utsmaniyah, harem dipisahkan dari bagian istana dan pandangan publik. Para perempuan di dalamnya terhubung dengan sultan sebagai selir, dan menghabiskan sebagian besar hidup mereka terpisah dari dunia luar.

Akibatnya, ada kelangkaan informasi tentang seperti apa rasanya tinggal di harem. Sekarang, pengamat dan catatan dari orang-orang Ottoman serta keturunan mereka mengungkapkan gambaran yang sangat rumit tentang kehidupan di harem, yang terkait dengan praktik-praktik seperti perbudakan.

1. Patriarki, agama, dan budaya berperan penting dalam munculnya harem
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Harem sultan Utsmaniyah menjadi bagian penting dari istana kekaisaran, terutama untuk kelanjutan takhta. Konsep harem sangat terkait dengan nilai-nilai budaya dan keyakinan agama sultan serta rumah tangganya yang mencakup keluarga besar.

Seperti yang dilaporkan Britannica, tempat pribadi yang dikhususkan untuk selir ini sudah ada sebelum Islam mencapai sebagian besar Timur Tengah. Hukum Islam memang memperbolehkan laki-laki untuk menikahi banyak perempuan, selama mereka dapat bertanggung jawab penuh.

Menurut The Ottomans, dalam Kekaisaran Ottoman, istri dan selir dipertahankan untuk menghasilkan ahli waris, yang menjadi bagian dari sistem turun-temurun dengan mewariskan kekuasaan melalui garis patriarki, jadi semakin banyak anak laki-laki, semakin baik — terlepas dari perebutan kekuasaan yang terjadi ketika terlalu banyak anak laki-laki bersaing memperebutkan takhta.

2. Kehidupan perempuan harem yang terisolasi dari dunia luar
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Seperti yang dilaporkan Boston College, “harem” memiliki berbagai arti, yang biasanya diterjemahkan sebagai “terlarang”, “suci”, atau “tidak dapat diganggu gugat”. Privasi harem merupakan status bagi si empunya harem. Semakin kaya dan bergengsi seorang sultan, maka dia mampu menjadikan harem yang besar dan kompleks, yang terputus dengan dunia luar.

Konsep itu juga tercermin dalam arsitektur harem sultan Ottoman. Seperti yang dikutip Britannica, harem Istana Topkapi, yang merupakan rumah utama sultan pada abad ke-16, terisolasi dan terputus secara sosial. Gerbangnya dijaga oleh kasim yang tinggal di dekatnya.

Valide Sultan, atau gelar untuk ibu suri dari Sultan Utsmani, tinggal di pusat harem di apartemen-apartemen mewah. Satu-satunya orang yang bisa memasuki harem adalah sultan itu sendiri. Di dalam Istana Topkapi, sultan bisa memasuki harem melalui hammam, atau pemandian, yang terhubung dengan tempat tinggal ibunya.

3. Harem adalah tempat yang indah dan mewah
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Meskipun pergerakan wanita di dalam dan di luar harem kekaisaran Ottoman sangat dibatasi, ruangan mereka dibuat dengan sangat baik. Menurut Topkapi Palace Museum, harem di kediaman sultan memiliki lebih dari 300 kamar, sembilan pemandian, dan bahkan dua masjid untuk beribadah.

Banyak dari area ini didekorasi dengan mewah, ubin warna-warni, logam berkilau, dan detail halus lainnya. Kini, wisatawan bisa memasuki kawasan terlarang sebagai bagian dari tur museum tersebut.

Twin Kiosks“, sebuah ruangan kecil yang dihiasi dengan kaca patri yang mewah dengan serangkaian air mancur, sebenarnya adalah sebuah penjara. Dalam sejarah Ottoman, pewaris sultan pernah dikurung di Twin Kiosks, kehidupannya diatur dan sangat terbatas sampai mereka meninggal atau naik takhta.

4. Beberapa perempuan harem diperbudak, dan ada yang tidak
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Status perempuan dalam harem kekaisaran Ottoman sangat bervariasi. Beberapa diantaranya adalah istri resmi sultan. Lainnya, termasuk sejumlah selir dan pelayan di dalam harem, diperbudak.

Seperti yang dilaporkan The Imperial Harem, budak di kekaisaran Ottoman, termasuk selir di harem yang diperbudak sering dibawa berperang dan dilatih dalam berbagai keterampilan atau seni oleh pedagang budak. Beberapa dari perempuan yang berhasil masuk ke harem sultan biasanya melalui pedagang budak dan pasar ini, seperti yang ditunjukkan oleh Universitas Cambridge.

Perbudakan menjadi aspek kehidupan di Kekaisaran Ottoman sebelum Islam datang ke banyak negara di seluruh wilayah. BBC melaporkan bahwa Qur’an melarang perbudakan muslim oleh muslim lain, setiap manusia berhak mendapatkan kebebasan mereka sendiri, dan melarang penganiayaan satu sama lain. Beberapa budak, termasuk mereka yang berada di dalam harem, memiliki kesempatan untuk berpindah agama menjadi Islam dan akhirnya meninggalkan perbudakan.

5. Kasim si penjaga harem
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Seperti yang dilaporkan Institute for Advanced Study, kasim adalah masyarakat pra-Islam yang bertahan hingga ke Kekaisaran Ottoman. Seperti beberapa wanita di dalam harem, kasim umumnya budak dan merupakan anak laki-laki yang diangkut dari Afrika Timur. Beberapa dari mereka juga dibawa dari daerah Kristen seperti Armenia modern dan Hongaria tetapi biasanya tidak menjaga harem.

Di istana Ottoman, kasim-kasim dikebiri agar tidak macam-macam dengan perempuan di harem. Mereka juga tidak memiliki ikatan keluarga, mengingat bahwa mereka diambil dari rumah mereka di usia muda dan tidak bisa menikah karena masalah pekerjaannya.

6. Valide Sultan bertanggung jawab atas harem
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Meskipun terisolasi dari dunia luar, harem memiliki struktur dan hierarkinya tersendiri di institusi Ottoman. Menurut The Imperial Harem, Valide Sultan memiliki kendali kuat dan terkadang menjadi wali untuk anaknya sendiri.

Dikutip laman The Ottoman Lady, dia mempengaruhi putranya, yang memang tumbuh di sisinya di harem kekaisaran. Bahkan setelah ia pindah ke takhta kerajaan, apartemen pribadi sultan masih terletak sangat dekat dengan ibunya.

Hurriyet Daily News melaporkan bahwa Valide Sultan biasanya bertanggung jawab atas perempuan harem yang mendapat akses ke sultan. Semakin seorang selir menarik perhatian penguasa, semakin besar kemungkinan dia untuk mendapatkan fasilitas seperti kamar pribadi, pelayan, dan kesempatannya sendiri untuk berkuasa.

7. Hierarki dalam harem Kekaisaran Ottoman
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Seperti yang dilaporkan All About Turkey, gelar “sultan” tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang memerintah Kekaisaran Ottoman. Mulai abad ke-16, baik laki-laki maupun perempuan yang masih bagian dari keluarga kemungkinan bisa disebut “sultan”.

Seiring berjalannya waktu, hal ini menjadi rumit, pada abad ke-17, seorang wanita harem mungkin bisa menjadi “kadin sultan” atau “haseki sultan”. Jadi, apa sebenarnya struktur kekuasaan itu? Perempuan bisa masuk sebagai “acemi,” atau semacam magang. Ketika sultan mungkin memilih mereka, mereka disebut “gedik”.

Jika mereka hamil dan memiliki anak perempuan, mereka mendapat kamar yang lebih bagus dan menjadi “kadin”, yang juga bisa menjadi istri favorit sultan, sementara “ikbal” adalah selir favorit sultan tetapi masih belum dinikahkan. Sementara itu, di bagian paling bawah ada “odalisques”, pelayan perempuan yang dianggap tidak layak untuk masuk ke kamar tidur sultan.

Jika selir dikaruniai seorang putra, berarti ia adalah seorang “haseki.” Dia dan putranya akan mendapatkan lebih banyak hak istimewa, meskipun jika sultan meninggal, ibu dari anak laki-laki ini mungkin akan menjadi sasaran pembunuhan karena masalah perebutan kekuasaan berikutnya.

8. Banyak perempuan harem yang bersaing untuk menjadi selir favorit sultan
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Haseki adalah selir favorit sultan dan salah satu dari sedikit perempuan yang akan menjadi ibu dari seorang sultan, yaitu peran kekuasaan tertinggi bagi perempuan Ottoman. Untuk sampai ke sana, ia harus menarik perhatian sang penguasa, baik melalui penampilan, bakat, maupun pesonanya, serta memperkuat posisinya dengan memiliki anak.

Hal ini pernah terjadi dalam sejarah. Seorang selir biasa bernama Hurrem menjadi istri sultan Suleiman yang Agung. Dikutip laman The New York Times, dia berasal dari Rutenia, sekarang Belarus dan Ukraina.

Dia tiba di harem pada usia 13 tahun, dia dibimbing dan diberi nama Hurrem, atau “yang tertawa.” Suleiman begitu terpesona dengannya dan tidak tertarik dengan perempuan harem lainnya. Hurrem melahirkan seorang putra dari Suleiman. Dia pun mencapai langkah luar biasa dengan menikahi sultan dan menjadi Valide Sultan.

9. Pendidikan bagi perempuan harem
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Perempuan harem diharapkan menjadi perempuan yang berpendidikan, mereka harus memiliki tingkat pendidikan tertentu jika ingin bertahan di harem Ottoman. Di beberapa harem, lapor Al Jazeera, hal itu termasuk tingkat pendidikan dasar seperti melek huruf dan manajemen rumah tangga.

Di harem kekaisaran Ottoman, mereka juga harus belajar seni musik, praktik keagamaan Islam, diajari menari, dan kecakapan mendongeng. Perempuan harem yang cerdas biasanya akan disegani.

Imperial Harem mencatat bahwa mereka juga harus mempelajari seluk beluk politik Utsmaniyah, terutama jika mereka ingin naik ke tampuk kekuasaan, baik itu melalui instruksi langsung atau dengan mengamati. Valide Sultan juga harus berpendidikan baik dan paham politik demi putranya, yang sering mengandalkan bimbingannya saat dia memerintah Kekaisaran Ottoman.

10. Keberhasilan perempuan harem yang pernah mencapai kekuasaan tertinggi

Hurrem, perempuan harem yang menjadi istri Suleiman yang Agung, pada tahun 1530-an, awalnya dianggap sebagai penyimpangan. Tetapi, generasi berikutnya menganggap bahwa Hurrem memulai sejarah yang luar biasa di mana para perempuan harem kekaisaran Ottoman memegang kekuasaan paling tinggi yang pernah mereka capai.

Disebut “kesultanan perempuan”, periode ini terbentang dari tahun 1533, ketika Hurrem memperoleh kekuasaan, hingga tahun 1650-an. Naiknya Hurrem ke tampuk kekuasaan, dari seorang wanita harem yang tidak dikenal menjadi istri sultan, membuat banyak orang bingung. Kerabat-kerabat sultan bahkan menasihati sultan akan keputusannya ini.

Menurut Women’s Islamic Initiative in Spirituality and Equality, Nurbanu adalah salah satu perempuan yang diculik dari rumahnya untuk dibawa ke harem. Dia berasal dari Italia dan menjadi favorit sultan Selim, pewaris yang akan memerintah sampai tahun 1574.

Sebagai ibu dari sultan Murad, Nurbanu harus menyembunyikan kematian suaminya sendiri sampai putranya bisa kembali ke tempat yang aman. Dia bahkan menjalin hubungan dengan perempuan berpengaruh lainnya, seperti Catherine de Medici dari Prancis.

11. Tidak semua perempuan harem itu Muslim dan orang Turki
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Meskipun Kekaisaran Ottoman berbasis di tempat yang sekarang disebut Turki, dan sultan tinggal di Istanbul, ini tidak menjamin bahwa anggota harem atau bahkan sultan sendiri adalah keturunan Turki. Seperti yang dilaporkan ThoughtCo, perempuan di harem datang dari berbagai tempat di dalam dan di luar Kekaisaran Ottoman.

Beberapa perempuan yang kemudian menjadi istri dan ibu sultan datang dari tempat yang cukup jauh. Ini mencakup perempuan dari negeri-negeri seperti Yunani, Rusia, Venesia, Prancis, dan lainnya.

Tidak semua perempuan di dalam harem Muslim, meskipun Islam adalah agama yang berlaku untuk bangsawan Ottoman. Untuk selir yang diperbudak, mereka tidak bisa masuk Islam, karena Qur’an tidak mengizinkan Muslim untuk memperbudak satu sama lain, menurut BBC. Kasim, yang juga budak bersama banyak perempuan harem, juga sering diambil dari budaya di luar kekaisaran, seperti Mesir dan bagian lain dari Afrika Timur.

12. Miskonsepsi orang-orang Barat tentang harem
Terisolasi dari Dunia Luar, 12 Fakta Harem di Kekaisaran Ottoman

Banyak dari apa yang diketahui banyak orang tentang harem berasal dari pengamat Barat, yang mulai membuat catatan pada abad ke-18 dan ke-19. Namun, pandangan mereka tentang harem, diwarnai oleh persepsi dan asumsi budaya mereka sendiri.

Hasilnya, seperti yang dijelaskan oleh Western Oregon University, kisah perempuan harem dibanjiri fantasi yang menggairahkan dan tidak ada hubungannya dengan kisah yang sesungguhnya. Seperti yang dilaporkan jurnal Constellation, yang diterbitkan tahun 2016, stereotip yang dibuat oleh orang Barat, seperti lukisan yang menggambarkan perempuan harem berpakaian minim, bertahan selama berabad-abad.

Gema orientalisme dan etnosentrisme ini masih terasa sampai sekarang, seperti yang dikemukakan Leila Ahmed dalam Feminis Studies. Gagasan tentang harem yang eksotik dan overseksual, sering dikaitkan dengan asumsi bahwa masyarakat Islam “terbelakang” atau “tidak beradab”.

Seperti kehidupan masyarakat pada umumnya, budaya dengan populasi mayoritas Muslim sangat beragam dan kompleks, sehingga menyatukannya justru dianggap berbahaya. Kisah-kisah tentang kehidupan di harem kekaisaran Ottoman terkait erat dengan ketegangan ini, terperangkap di antara fantasi Barat dan kenyataan yang tersembunyi.

Harem biasanya terdapat dalam rumah masyarakat kalangan atas dan menjadi tempat pertemuan para wanita kelas atas. Meskipun kerap diidentikan dengan gaya hidup sultan, keberadaan harem (dengan segala jenis dan istilahnya) telah ada pada masa pra-Islam.

Harem juga dapat digunakan untuk merujuk kepada para istri atau selir dari pria yang melakukan praktik poligami.