Inilah Obat Paling Berbahaya Jika Dikonsumsi Sembarangan

Inilah Obat Paling Berbahaya Jika Dikonsumsi Sembarangan

Inilah Obat Paling Berbahaya Jika Dikonsumsi Sembarangan – Obat adalah zat apa pun yang menyebabkan perubahan fisiologi atau psikologi organisme saat dikonsumsi. Obat-obatan biasanya dibedakan dari makanan dan zat yang menyediakan nutrisi. Obat-obatan merupakan salah satu benda yang harus ada di rumah. Ironisnya, meski obat dikenal sebagai solusi untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, tetapi ternyata obat juga bisa menambah masalah kesehatan, bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Overdosis terjadi ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan dengan dosis terlalu banyak dan tidak bisa ditoleransi oleh tubuhnya. Overdosis bisa terjadi tiba-tiba dari obat yang diresepkan, penyalahgunaan obat-obatan, hingga upaya bunuh diri. Kasus kematian karena obat biasanya disebabkan karena overdosis atau dikombinasikan secara tidak tepat.

Karenanya, Dilansir dari Bandar Togel Deposit Pulsa kamu tidak boleh sembarangan memilih dan mengonsumsi obat-obatan, meskipun obat tersebut dijual bebas. Inilah daftar obat yang paling berbahaya bagi manusia.

1. Asetaminofen

Parasetamol atau asetaminofen adalah obat analgesik dan antipiretik yang populer dan digunakan untuk meredakan sakit kepala dan nyeri ringan, serta demam.

Asetaminofen memiliki nama umum tylenol, mapap, dan feverall. Asetaminofen biasanya digunakan sebagai penghilang rasa sakit dan berpotensi menyebabkan kerusakan hati dan toksisitas bila penggunaannya tidak tepat. Bahkan, asetaminofen merupakan penyebab utama gagal hati akut.

Menurut studi yang dilaporkan dalam Pharmacoepidemiology and Drug Safety, ada sekitar 458 kematian terjadi setiap tahunnya akibat overdosis terkait asetaminofen, 56.000 kunjungan ruang gawat darurat, dan 26.000 rawat inap.

2. Alkohol

alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa alkohol adalah obat, dan alkohol merupakan salah satu obat yang sering disalahgunakan.

Menurut National Institute of Health, dari sekitar 79 ribu kasus kematian akibat penyakit hati pada tahun 2015, sebanyak 47 persen di antaranya adalah akibat penyalahgunaan alkohol.

Risiko penggunaan alkohol yang berlebihan dan terus-menerus dapat mengakibatkan konsekuensi jangka panjang pada kesehatan.

3. Colchicine

Kolkisina (tidak baku: kolkisin) merupakan alkaloid toksik dan karsinogenik yang diperoleh dari ekstrak tumbuhan Colchicum autumnale dan beberapa anggota suku Colchicaceae lainnya, seperti Gloriosa superba.

Colchicine merupakan obat yang digunakan untuk mencegah serangan asam urat dan mengobati demam Mediterania. Obat ini bekerja dengan menghentikan pembengkakan dan meredakan gejala kondisi tersebut.

Sayangnya, menurut studi dalam jurnal Clinical Toxicology, colchicine telah terbukti berpotensi menyebabkan keracunan yang dapat menyebabkan kematian. Colchicine juga bisa disebut colcrys.

4. Klaritromisin

Klaritromisin (dijual dengan merek Biaxin) adalah antibiotika yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri; termasuk radang tenggorokan, pneumonia, infeksi kulit, infeksi H. pylori, penyakit Lyme, dan lainnya.

Klaritromisin juga dikenal sebagai biaxin dan merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri tertentu, seperti pneumonia dan bronkitis.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), klaritromisin menyebabkan peningkatan risiko komplikasi jantung fatal yang dapat terjadi bertahun-tahun kemudian, sehingga dokter perlu meresepkan obat ini dengan sangat hati-hati.

Klaritromisin menyebabkan individu mengalami 27 persen peningkatan risiko kematian kardiovaskular jika mereka telah menggunakan klaritromisin pada suatu saat dalam hidup mereka.

Tidak jelas mengapa obat ini menyebabkan efek demikian, tetapi risiko ini diperkuat saat obat tersebut dikombinasikan dengan penghambat saluran kalsium, seperti lipitor.

5. Digoxin

Digoksin, dijual di bawah nama merek Lanoxin di antara nama lainnya, adalah obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi jantung. Obat ini paling sering digunakan untuk fibrilasi atrium, geletar atrium, dan gagal jantung.

Digoxin atau yang juga dikenal sebagai lanoxin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi jantung, termasuk gagal jantung kongestif dan fibrilasi arteri (AFib).

Ironisnya, melansir laman Addiction Center, bagi orang yang mengalami fibrilasi atrium, mengonsumsi digoxin dapat meningkatkan risiko kematian lebih dari 20 persen.

Digoxin menyebabkan mual, muntah, dan masalah pencernaan yang parah, seperti sembelit dan infeksi perianal. Kemungkinan terjadinya efek samping ini meningkat ketika digoxin dikombinasikan dengan agen anti-aritmia quinidine, yang juga dapat menyebabkan overdosis dan kematian.

Demikianlah beberapa obat paling berbahaya bagi manusia. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa semua obat bisa berbahaya jika tidak diminum dengan benar atau dikombinasikan dengan zat lain. Jadi, pastikan kamu tidak sembarangan dalam menggunakan obat dan selalu minum obat sesuai instruksi dokter.