Inilah Obat yang Akan Diberikan Gratis untuk Pasien COVID-19

Inilah Obat yang Akan Diberikan Gratis untuk Pasien COVID-19

Inilah Obat yang Akan Diberikan Gratis untuk Pasien COVID-19 – Tak perlu panic buying stok obat dan vitamin. Kementerian Kesehatan mengungkap pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan bisa mendapatkan telemedicine gratis. Ada paket obat hingga vitamin yang disediakan untuk pasien Corona isolasi mandiri.

Seluruh warga bisa mendapatkan akses telemedicine gratis dari kerja sama Kemenkes RI dengan 11 start-up. Namun, warga yang ingin mendapatkan akses tersebut harus memastikan melakukan tes COVID-19 di lab yang sudah terafiliasi Kemenkes RI. Ada dua jenis paket obat-obatan gratis untuk pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Pertama untuk pasien kategori orang tanpa gejala (OTG), dan kedua untuk pasien bergejala ringan.

Pemberian obat-obatan gratis untuk sementara hanya download aplikasi qq poker berlaku di area DKI Jakarta. Obat-obatan tersebut disiapkan oleh Apotek Kimia Farma, dan resepnya diberikan melalui 11 platform telemedicine yang bekerja sama dengan Kemenkes. Adapun, 11 platform tersebut adalah AloDokter, Get Well, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, LinkSehat, Milfield Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok.

1. Jenis obat-obatan gratis untuk pasien COVID-19 yang isolasi mandiri

Diketahui Bisa Mengobati, ODHA Ini Beri Gratis Pil HIV Untuk Pasien Virus  Corona Halaman all - Kompas.com

Berdasarkan dokumen resmi dari Kemenkes yang diperoleh IDN Times pada Selasa (6/7/2021), pasien OTG akan diberikan multivitamin seperti vitamin C, D, E, dan zinc. Dosisnya 1×1, dengan jumlah vitamin masing-masing 10 tablet.

Sementara itu, untuk pasien bergejala ringan akan diberikan vitamin C, D, E, dan zinc. Lalu obat azitromisin 500 mg dosis 1×1, dengan jumlah 5 tablet. Pasien juga akan diberikan obat oseltamivir 75 mg dosis 2×1, dengan jumlah 14 tablet. Lalu juga obat parasetamol tab 500 mg jika diperlukan, jumlahnya 10 tablet.

Seluruh penggunaan obat tersebut wajib mengikuti anjuran resep dokter yang diperoleh dari 11 platform telemedicine tersebut.

2. Cara memperoleh obat gratis

Ilmuwan Temukan 2 Obat yang Dinilai Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19

Obat gratis diberikan kepada pasien yang melakukan tes PCR atau rapid test antigen di laboratorium yang terafiliasi dengan Kemenkes. Apabila hasilnya positif, laboratorium akan melaporkan hasilnya ke database kasus positif COVID-19 di Kemenkes (NAR).

Setelah itu, pasien tersebut akan menerima WhatsApp dari akun resmi Kemenkes RI yang bercentang hijau. Pesannya berisi kode voucher untuk konsultasi dokter secara online di 11 platform telemedicine tersebut.

Dengan kode voucher itu, pasien bisa melakukan konsultasi dengan gratis. Pasien harus menginformasikan dirinya adalah pasien program Kemenkes. Lalu, dokter akan memberikan resep digital sesuai dengan kondisi pasien.

Resep digital tersebut dapat ditebus pasien dengan menghubungi WhatsApp Apotek Kimia Farma. Untuk menebusnya, pasien harus melampirkan resep digital (PDF atau screenshot) dari platform telemedicine yang digunakan, KTP, dan alamat pengiriman obat.

Obat yang ditanggung Kemenkes hanya obat-obatan yang sudah dilampirkan di atas. Nantinya, Apotek Kimia Farma akan mengirimkan obat ke alamat pasien dengan jasa pengiriman Sicepat. Biaya pengiriman juga ditanggung pemerintah.

3. Kontak Apotek Kimia Farma untuk pengiriman obat gratis
Kinerja Keuangan Kimia Farma, BUMN yang Tersandung Kasus Antigen Bekas  Halaman all - Kompas.com

Pasien harus menghubungi Apotek Kimia Farma melalui WhatsApp untuk menebus obat gratis. Obat disiapkan oleh lima apotek Kimia Farma yang tersebar di DKI Jakarta. Berikut kontaknya:

  • Jakarta Timur: wa.me/628112223049
  • Jakarta Utara: wa.me/628112221832
  • Jakarta Pusat: wa.me/6287877241590
  • Jakarta Barat: wa.me/6287877241405
  • Jakarta Selatan: wa.me/62895324874355

Pasien dapat menghubungi kontak di atas sesuai lokasi pelaksanaan isolasi mandiri.

Telemedicine gratis ini akan mulai berlaku Selasa (6/6/2021) di DKI Jakarta bagi pasien Corona OTG dan gejala ringan yang menjalani isolasi mandiri. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut beberapa kriteria seperti berikut wajib menjalani isolasi mandiri.

  • Positif Corona dengan saturasi oksigen di atas 95 persen
  • Tidak ada riwayat sesak
  • Tidak ada komorbid