Inilah Penjelasan Seputar ‘Hantu’ Menurut Pandangan Sains

Inilah Penjelasan Seputar ‘Hantu’ Menurut Pandangan Sains

Inilah Penjelasan Seputar ‘Hantu’ Menurut Pandangan Sains – Hantu atau  dedemit (Ghost) secara umum merujuk kepada roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian. Definisi dari hantu pada umumnya berbeda untuk setiap agama, peradaban, maupun adat istiadat. Dalam banyak kebudayaan, hantu tidak didefinisikan sebagai zat yang baik maupun jahat.

Sebutan setan, iblis, genderuwo, dan sebagainya, lebih umum digunakan untuk merujuk kepada hantu yang jahat. Sedangkan hantu yang baik yang dianggap mempunyai kemampuan untuk menolong manusia, disebut dengan bermacam nama yang berbeda, seperti sebutan untuk Datuk, Te Cu Kong (penguasa tanah, dalam agama Kong Hu Cu), dan lainnya.

Dalam banyak budaya di dunia, fenomena hantu sudah menjadi hal yang lazim untuk idn poker dibicarakan. Adanya perbedaan budaya dan adat istiadat juga membuat munculnya konsep hantu bisa berbeda satu sama lain. Keberadaan dari hantu juga sudah dipertanyakan sejak dulu. Banyak yang percaya, tapi tak sedikit pula yang skeptis.

1. Dalam sains, hantu bisa dianggap halusinasi
Banyak Diperdebatkan, Ini 5 Penjelasan Sains tentang 'Hantu'

Beberapa pendapat ilmiah menyatakan bahwa halusinasi dalam pikiran manusia bisa menjadi penyebab utama penampakan hantu. Studi berjudul “Hallucination: Clinical Aspects and Management” yang diterbitkan dalam Industrial Psychiatry Journal pada 2010 menyimpulkan bahwa halusinasi bisa terjadi pada semua orang, termasuk di dalamnya orang dengan gangguan mental, bahkan orang yang normal.

Halusinasi klinis mungkin akan menampilkan beberapa objek aneh, seperti bayangan, penampakan seseorang, penampakan sosok aneh, mencium bau tak sedap, bahkan merasa berpindah tempat. Selain itu, beberapa faktor juga memengaruhi seseorang bisa mengalami halusinasi, misalnya kerusakan pada otak, gangguan mental, kelelahan di atas batas normal, dan gangguan tidur atau sleep paralysis.

2. Apakah hantu berkaitan dengan energi?
Banyak Diperdebatkan, Ini 5 Penjelasan Sains tentang 'Hantu'

Dalam sains, energi merupakan suatu hakikat yang tidak bisa diciptakan, dimusnahkan, dan hanya bisa diubah menjadi bentuk yang lain. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hukum sains bernama Hukum Kekekalan Energi. Dalam laman Energy Education dijelaskan bahwa suatu sistem memiliki jumlah energi yang sama dan hanya bisa bertambah jika ditambahkan energi dari luar.

Lalu, apa hubungannya dengan hantu? Well, jika dipaksakan untuk menjawabnya, dengan terpaksa pertanyaan itu justru akan gugur dengan sendirinya. Artinya, energi dari orang yang telah meninggal tidak akan menjadi hantu, melainkan diserap oleh lingkungan, dikutip dalam Live Science. Energi akan dilepaskan dalam bentuk panas dan akan dikonsumsi oleh bakteri pembusuk.

Keterkaitan antara hantu dan energi sudah pernah digagas sejak zaman dulu. Bahkan, sains seolah dipaksa untuk mengakui bahwa hantu itu adalah energi. Konsep akan energi dalam sains sudah sangat jelas. Sementara, tidak ada konsep akan hantu dalam sains. So, keduanya dianggap berbeda dan tidak bisa disamakan secara hakikat. Bagaimana menurutmu?

3. Hantu adalah visualisasi yang dihasilkan akibat gelombang elektromagnetik
Banyak Diperdebatkan, Ini 5 Penjelasan Sains tentang 'Hantu'

Alih-alih menghubungkan hantu dengan energi, sains lebih condong menyatakan bahwa penampakan hantu bisa terjadi akibat gelombang elektromagnetik. Seperti dicatat dalam Scientific American, gelombang elektromagnetik bisa menjadi tersangka kuat atas banyaknya penampakan hantu di dunia. Riset ini pernah dilakukan oleh Michael Persinger, ahli neurologi dari Laurentian University Kanada.

Melalui serangkaian studi, didapatkan fakta bahwa orang, yang terpapar gelombang elektromagnetik secara intens dalam waktu tertentu, bisa berhalusinasi atau melihat sesuatu yang tidak ada. Apalagi, tempat-tempat yang sepi, gelap, dan lembap bisa menjadi perangkap bagi gelombang elektromagnetik yang dapat mengacaukan pesan ke otak manusia. So, jika melihat hantu, mungkin kamu sedang berada di zona elektromagnetik kuat.

4. Hantu adalah produk budaya manusia
Banyak Diperdebatkan, Ini 5 Penjelasan Sains tentang 'Hantu'

Sains punya begitu banyak jawaban akan hantu, salah satunya adalah budaya yang dibawa dalam setiap peradaban manusia. Yup, pastinya kamu tahu bahwa hantu di Asia berbeda dengan hantu di Amerika atau Eropa. Hal tersebut membuktikan bahwa hantu sebetulnya hanyalah sebuah mitos yang dibungkus dalam budaya dan adat istiadat yang sangat heterogen di dunia ini.

Pengaruh budaya bisa begitu kuat dalam kehidupan manusia. Cerita-cerita mitos bisa dianggap nyata dan diceritakan dengan intens dari generasi ke generasi. Akibat pengaruh budaya yang sangat kuat, hantu bisa dimunculkan ke dalam benak psikologis seseorang. Nah, lewat antropologi dan ilmu sosial, sains bisa mengungkap mengenai banyak mitos yang beredar di tengah masyarakat dari banyak negara di dunia.

5. Hantu berkaitan erat dengan ilusi optik
Banyak Diperdebatkan, Ini 5 Penjelasan Sains tentang 'Hantu'

Menurut sains, mayoritas penampakan hantu didasarkan pada ilusi optik alias kesalahan pada penglihatan. Studi akan hal ini pernah dilakukan oleh beberapa ilmuwan yang melibatkan banyak peserta untuk menjalani serangkaian tes. Riset yang ditulis dalam Science Daily tersebut membuktikan bahwa perasaan akan kehadiran hantu sangat berkaitan dengan optik (mata manusia), sensorik, motorik, dan kesadaran manusia.

Kadang, keberadaan objek juga bisa disalahartikan sebagai penampakan hantu. Padahal, setelah diselidiki, objek tersebut rupanya tak lebih sebagai objek biasa. Otak manusia adalah sebuah sistem yang rumit dan kompleks. Otak mendapatkan begitu banyak informasi melalui indra dan tidak semuanya bisa ditransmisikan dengan sempurna. Ada kalanya indra memberikan informasi yang salah dan membingungkan. Hal ini bisa menghasilkan ilusi optik.

Kepercayaan akan keberadaan dunia akhir dan roh-roh orang mati sudah ada semenjak manusia menganut kepercayaan animisme atau pemujaan roh nenek moyang pada masa sebelum manusia mengenal tulisan. Berbagai ritual keagamaan, penguburan, pengusiran roh jahat dan ritual spiritual lainnya dirancang khusus untuk menenangkan roh orang mati. Hantu sendiri umumnya dideskripsikan sebagai suatu zat yang seperti manusia, walaupun terdapat pula kisah mengenai hantu hewan. Mereka diyakini menghuni tempat, objek atau orang tertentu yang terkait dengan mereka pada saat mereka masih hidup.

Nah, bagaimana tanggapanmu terhadap lima penjelasan sains di atas? Sudah paham, kan, kenapa sains sangat sulit untuk menerima kehadiran “hantu”. Akhirnya, percaya atau tidak, semuanya dikembalikan pada keputusan kalian masing-masing.