Kesehatan Warga Jakarta Terancam Akibat Pencemaran Udara

Kesehatan Warga Jakarta Terancam Akibat Pencemaran Udara

Kesehatan Warga Jakarta Terancam Akibat Pencemaran Udara – Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.

Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau  polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tahun ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan warga Ibu Kota. Udara bersih Jakarta pun menjadi sorotan para pemerhati lingkungan.

Di sisi lain, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momen penantian atas IDNPlay putusan gugatan polusi udara yang diajukan Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta (Koalisi Ibukota) kepada pemerintah, yang menurut rencana dibacakan pada 10 Juni 2021. Sudah dua tahun Koalisi Ibukota berjuang agar pemerintah bertindak tegas sesuai kewenangannya, untuk memenuhi hak udara bersih bagi warga.

1. Kondisi udara di Indonesia terus memburuk sejak dua dekade terakhir
Pencemaran Udara Jakarta Lebihi Ambang WHO, Kesehatan Warga Terancam!

Menurut laporan Air Quality Live Index (AQLI), kondisi udara di Indonesia tercatat terus memburuk sejak dua dekade terakhir, dan saat ini berada di peringkat ke-20 negara dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Berdasarkan pengamatan AQLI, sebanyak 91 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara melebihi batas aman dari World Health Organization (WHO).

WHO menetapkan rata-rata konsentrasi per tahun dari polutan udara atau Particullate Matter (PM2,5) tidak boleh melebihi 10 mikron per meter kubik. PM2,5 merupakan partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau 30 kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia.

2. Konsentrasi PM2,5 tinggi berhubungan dengan kematian dini pada penderita penyakit jantung dan paru

Direktur Klinik Alam Sehat Lestari (ASRI) dr. Alvi Muldani mengatakan, konsentrasi PM2,5 tinggi memiliki hubungan sebab akibat dengan kematian dini pada orang yang memiliki penyakit jantung dan paru.

Alvi juga mengingatkan bahaya dari PM2,5 dan timbal juga dapat menempel di pakaian dan terbawa ke dalam rumah.

Tak bisa dibantah bahwa daerah perkotaan merupakan kawasan yang memiliki peran penting dalam lingkungan yang berkelanjutan. Karena itu, pada tahapan implementasi di perkotaan, pemerintah kota perlu memikirkan solusi menyeluruh yang melibatkan berbagai aspek pengelolaan perkotaan, agar bisa meningkatkan kualitas udara secara efektif.

3. Saatnya beralih pada alat transportasi listrik
Pencemaran Udara Jakarta Lebihi Ambang WHO, Kesehatan Warga Terancam!

Sementara, Idoan Marciano, Energy Technology Specialist dari Institute for Essential Service Reform (IESR) mengatakan, secara garis besar, penyebab utama polusi udara adalah sektor transportasi dan industri.

Selain untuk mengurangi polusi perkotaan, Idoan mendorong pemerintah agar melakukan transisi ini secepatnya untuk mendukung dekarbonisasi sektor transportasi.

IESR merekomendasikan Jakarta untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Apabila mobil listrik masih terlalu mahal, maka publik bisa berkontribusi dengan berpindah ke motor listrik atau transportasi umum.

Peta jalan yang disusun IESR menyebutkan pada 2050 sangat dimungkinkan Indonesia bisa mencapai target zero emission di sistem energi, termasuk sektor transportasi dengan mengakselerasi pemanfaatan energi terbarukan dan kendaraan listrik.

Target tersebut dapat diwujudkan selama ada komitmen politik yang kuat, dan kerja sama yang erat antara pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, hingga publik.

4. Pengembangan biofuel yang berkelanjutan
Pencemaran Udara Jakarta Lebihi Ambang WHO, Kesehatan Warga Terancam!

Senada dengan Idoan, peneliti The International Council on Clean Transportation (ICCT) Tenny Kristiana mengatakan, elektrifikasi pada sektor transportasi menjadi jalan tercepat untuk mengalihkan penggunaan bahan bakar fosil yang tak hanya memperburuk kualitas udara, namun juga keberlangsungan lingkungan hidup secara keseluruhan.

Disamping elektrifikasi, pengembangan biofuel bisa terus dilanjutkan dengan fokus pada biofuel yang berkelanjutan. Misalnya, menggunakan minyak jelantah untuk biodiesel. Tenny mengatakan, emisi yang dihasilkan dari biodiesel minyak jelantah jauh lebih rendah ketimbang biodiesel dari minyak sawit yang sumbernya masih mengandalkan konversi lahan.

Terlebih, kata Tenny, Indonesia memiliki potensi minyak jelantah yang tinggi, yang sayangnya saat ini masih difokuskan ke ekspor.

Manajer Riset dari Traction Energy Asia Ricky Amukti mengatakan, pemerintah perlu terbuka terhadap banyaknya pilihan sumber energi terbarukan di luar sawit yang bisa dijajaki di Indonesia.

5. Masyarakat bisa menggunakan sepeda atau kendaraan umum sebagai kontribusi nyata

Selain langkah strategis di sektor energi terbarukan yang didukung penuh pemerintah, kata Ricky, masyarakat juga bisa berkontribusi pada upaya penyelenggaraan udara yang bersih. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah melakukan konservasi energi dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, misalnya dengan bersepeda atau menggunakan kendaraan umum.

6. Anies mengakui udara Jakarta berbahaya
Pencemaran Udara Jakarta Lebihi Ambang WHO, Kesehatan Warga Terancam!

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri mengakui kondisi polusi udara di ibu kota membahayakan. Menurut Anies, tingkat polusi udara di perkotaan dunia dan Jakarta meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

Namun, Anies yakin tingginya tingkat polusi tak akan menjadi masa depan Jakarta dan dunia. Sebab, menurut Anies banyak kota-kota di dunia yang telah membuktikan bahwa perekonomian dan kualitas udara nasional bisa dipertahankan secara bersamaan.

Anies mengungkapkan, para pakar memprediksi bahwa polusi udara berkontribusi terhadap 5,5 juta kasus Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA) setiap tahun. Artinya, kata Anies, ada 11 kasus ISPA per menit yang terjadi di ibu kota.

Karena menyadari pentingnya udara bersih, Anies mengaku telah mengeluarkan Instruksi Gubernur 66 2019. Ingub itu berisi tujuh solusi yang harus dijalankan agar udara menjadi bersih.

Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.