Lakukan Hal-Hal Berikut ini Demi Mengurangi Jejak Karbon

Lakukan Hal-Hal Berikut ini Demi Mengurangi Jejak Karbon

Lakukan Hal-Hal Berikut ini Demi Mengurangi Jejak Karbon – Jejak karbon secara historis didefinisikan sebagai total emisi yang dihasilkan oleh individu, peristiwa, organisasi, atau produk, dinyatakan dalam karbon dioksida ekuivalen. Gas-gas rumah kaca (GRK), termasuk karbon dioksida, dapat dipancarkan melalui pembukaan lahan dan produksi dan konsumsi makanan, bahan bakar, barang-barang manufaktur, material, kayu, jalan, bangunan, transportasi, dan jasa-jasa lainnya.

Dalam kebanyakan kasus, total jejak karbon tidak dapat dihitung secara tepat karena pengetahuan dan data yang tidak memadai tentang interaksi kompleks antara proses-proses yang berkontribusi, termasuk pengaruh proses-proses alami yang menyimpan atau melepaskan karbon dioksida. Sadar gak sih, kalau akhir-akhir ini bencana alam semakin sering terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Mulai dari kebakaran hutan, banjir, krisis air bersih, hingga satwa-satwa liar yang mulai punah.

Hal tersebut rupanya terjadi bukan tanpa sebab, bencana-bencana yang timbul merupakan dampak dari IDNPoker krisis iklim yang saat ini semakin terasa saja. Kamu juga pasti merasakan langsung jika suhu di bumi ini semakin meningkat, bahkan perubahan iklim mulai sulit untuk diprediksi. Tapi kamu tahu gak sih, penyebab terjadinya perubahan iklim? Pada dasarnya perubahan iklim terjadi akibat peningkatan konsentrasi emisi karbon. Peningkatan jumlah emisi karbon tersebut dihasilkan dari aktivitas sehari-hari manusia atau biasa disebut dengan carbon footprint (jejak karbon).

1. Berjalan kaki atau gunakan transportasi umum
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Salah satu sumber emisi gas rumah kaca terbesar dari aktivitas manusia yaitu dari hasil pembakaran bahan bakar fosil yang digunakan untuk alat transportasi. Selain menghasilkan jejak karbon yang tinggi, dampak yang langsung terasa yaitu meningkatnya polusi udara dari asap kendaraan yang dihasilkan.

Berjalan atau bersepeda merupakan cara yang paling ramah lingkungan dalam bepergian. Namun, jika berjalan kaki atau bersepeda tidak memungkinkan karena jarak yang ditempuh terlalu jauh, kamu bisa menggunakan transportasi umum untuk meminimalkan jejak karbon yang dihasilkan. Tak hanya baik untuk menyelamatkan bumi, kebiasaan ini juga baik untuk kesehatan kita, lho.

2. Hemat dalam menggunakan air
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Tanpa disadari air bersih yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan banyak energi untuk memompa dan mengolah air agar bisa digunakan. Semakin banyak volume air yang digunakan, semakin banyak pula energi yang digunakan, dan akhirnya jejak karbon yang dihasilkan pun semakin besar.

Kamu bisa menghemat penggunaan air dengan cara menampung air hujan untuk menyiram tanaman, menggunakan shower untuk mandi agar air yang digunakan tidak berlebihan, dan juga pastikan air keran tertutup sempurna setelah digunakan. Jadi, dengan menghemat air sama dengan kamu sudah menghemat energi  yang dapat membantu mengurangi polusi gas rumah kaca yang dihasilkan.

3. Kurangi penggunaan energi listrik
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Alat-alat elektronik yang menyala di rumah adalah penguras energi yang sangat besar yang dapat menghasilkan jutaan ton jejak karbon. Kamu bisa bayangkan berapa banyak energi listrik yang digunakan untuk setiap rumah, tentunya hal ini sangat berdampak besar untuk bumi kita jika terus terabaikan.

Maka dari itu, kamu bisa menghemat energi listrik dengan menggunakan cahaya matahari untuk penerangan di siang hari, atau gunakan lampu LED yang hemat energi. Kurangi juga penggunaan AC, terlebih saat siang hari, dan cabut kabel-kabel yang tercolok saat tidak terpakai.

4. Konsumsi makanan lokal dan kurangi mengonsumsi daging
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Mungkin beberapa orang masih belum mengetahui jika apa yang kita konsumsi sehari-hari akan berdampak juga bagi planet kita, salah satunya makanan yang berbahan dasar daging merah. Hal ini dikarenakan peternakan hewan memerlukan banyak lahan, pakan, serta air dan menjadi salah satu penyumbang utama emisi karbon (CO2). Sapi juga menghasilkan emisi metana (CH4) yang menimbulkan efek gas rumah kaca yang berbahaya untuk bumi.

Selain itu, mengonsumsi makanan lokal juga menjadi salah satu upaya untuk mengurangi jejak karbon dibandingkan makanan-makanan yang diimpor dari luar. Selain harganya yang lebih mahal, makanan impor juga memerlukan proses pengiriman menggunakan alat transportasi, alhasil akan ikut menyumbang jejak karbon dari energi bahan bakar yang digunakan.

Maka dari itu gak ada salahnya membiasakan untuk mengonsumsi makanan lokal dan mengganti daging dengan sayur-sayuran. Tak hanya bisa mengurangi jejak karbon, tetapi juga membuatmu menjadi lebih sehat, lho. Dan tanpa disadari kamu juga ikut mendukung pedagang-pedagang lokal.

5. Hindari virgin plastic dan gunakan barang yang dapat dipakai berulang
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Penggunaan virgin plastic atau plastik sekali pakai memang lebih mudah dan praktis sehingga benda yang satu ini menjadi alternatif favorit banyak orang. Namun ternyata penggunaan berlebihan ini menjadi penyebab polusi plastik dan meninggalkan jejak karbon yang akhirnya mengancam bumi kita. Bahkan menurut studi, plastik sekali pakai membutuhkan hingga 3x lebih banyak energi dibandingkan plastik daur ulang.

Oleh karena itu kebiasaan penggunaan plastik sekali pakai ini harus kita hilangkan dan mulai beralih menggunakan barang yang bisa dipakai secara berulang. Kamu bisa mulai membawa botol minum seperti tumbler saat ke luar untuk untuk mengganti penggunaan gelas plastik sekali pakai, dan juga sedotan berbahan stainless atau bambu.

Namun, jika terpaksa harus membeli atau menggunakan produk yang menggunakan plastik, usahakan untuk memilih kemasan plastik hasil daur ulang atau yang bisa didaur ulang.

6. Recycle sebanyak yang kamu bisa!
#GreenBeauty Benahi Krisis Iklim, Ini 7 Upaya Kurangi Jejak Karbon

Di Indonesia dapat menghasilkan lebih dari 65 juta ton sampah pada setiap tahunnya. Mirisnya dari sekian banyak sampah yang dihasilkan, hanya sekitar 7 persen dari limbah sampah yang didaur ulang, sisanya berakhir di TPA dan bahkan tak sedikit yang dibuang sembarangan. Kurangnya kesadaran dan informasi yang diketahui masyarakat Indonesia mengenai program daur ulang masih tergolong rendah.

Maka dari itu, kalau bukan dimulai dari kita maka siapa lagi yang dapat membuat perubahan pada lingkungan kita. Nah, untuk kamu yang ingin berkontribusi menyelamatkan lingkungan dengan melakukan kegiatan recycle ini bisa dimulai dengan memilah sampah yang bisa didaur ulang dan menyetornya ke bank sampah terdekat.

Sebagian besar emisi jejak karbon untuk rata-rata rumah tangga Amerika Serikat berasal dari sumber-sumber “tidak langsung”, misalnya bahan bakar yang dibakar untuk menghasilkan barang yang jauh dari konsumen akhir. Ini dibedakan dari emisi yang berasal dari pembakaran bahan bakar secara langsung di mobil atau kompor seseorang, yang biasa disebut sebagai sumber-sumber “langsung” jejak karbon konsumen.