LG Berhasil Cetak Rekor Baru Dalam Pengembangan Jaringan 6G

LG Berhasil Cetak Rekor Baru Dalam Pengembangan Jaringan 6G

LG Berhasil Cetak Rekor Baru Dalam Pengembangan Jaringan 6G – Teknologi 5G masih tergolong sangat baru terutama di Indonesia. Jangkauan jaringan ini juga baru bisa dirasakan di beberapa kota di Indonesia. 5G diperkenalkan pertama kali pada 2019 dan pada jaringan ini kamu bisa mentransfer data dengan kecepatan hingga 20 Gbps.

LG Corporation adalah sebuah konglomerat multinasional asal Korea Selatan. LG merupakan chaebol terbesar keempat di Korea Selatan. Meskipun 5G masih tergolong sangat baru, pengembangan teknologi jaringan ini sedang dilakukan.

LG memproduksi barang elektronik, bahan kimia, dan produk telekomunikasi melalui anak-anak usahanya, seperti LG Electronics, Zenith, LG Display, LG Uplus, LG Innotek, dan LG Chem di lebih dari 80 negara. Beberapa perusahaan telekomunikasi sedang mengembangkan teknologi 6G untuk komunikasi. Dilansir LG Newsroom, LG berhasil mencetak rekor baru dalam pengembangan jaringan 6G.

1. LG berhasil mengirim data sejauh 100 meter
LG Berhasil Cetak Langkah Baru Jaringan 6G, Ini Faktanya

LG Electronics, perusahaan elektronik asal Korea Selatan berhasil menciptakan rekor baru untuk pengembangan jaringan 6G. Uji coba pengiriman data ini berhasil dilakukan di Jerman pada 13 Agustus 2021. Data ini dikirim pada ruang terbuka dengan jarak seratus meter dari Fraunhofer Heinrich Hertz Institute ke Berlin Institute of Technology.

LG bukanlah yang pertama dalam upaya pengembangan jaringan 6G ini. Sebelumnya, Samsung juga berhasil melakukan uji coba pengiriman data melalui jaringan ini. Beberapa bulan sebelum LG melakukan uji coba, Samsung berhasil mengirimkan data sejauh 15 meter.

2. Menggunakan jaringan terahertz
LG Berhasil Cetak Langkah Baru Jaringan 6G, Ini Faktanya

Teknologi 6G ini memanfaatkan frekuensi terahertz (THz) untuk proses pengiriman data. Namun, pengiriman data menggunakan frekuensi ini memiliki jangkauan yang pendek. Selain itu, antena yang bertugas mengirimkan dan menerima data mengalami hilang daya.

Jaringan 6G ini diperkirakan akan lebih cepat 50 kali lipat dari 5G. Tidak hanya dari sisi kecepatan, 6G juga akan mengurangi latensi sebesar 90 persen dari 5G. Teknologi ini akan menciptakan kemajuan pesat di dunia Internet of everything.

3. Kerja sama dengan organisasi penelitian terbesar di Eropa
LG Berhasil Cetak Langkah Baru Jaringan 6G, Ini Faktanya

Ketika menciptakan rekor baru ini, LG bekerja sama dengan Fraunhofer-Gesellschaft yang merupakan organisasi penelitian paling besar di Eropa. Organisasi ini memiliki fokus kepada penelitian terapan. Organisasi ini pertama kali berdiri pada 1948.

Fraunhofer Heinrich Hertz Institute (HHI) dan Fraunhofer Institute for Applied Solid State Physics (IAF) bekerja sama dengan LG dalam membuat penguat sinyal yang digunakan dalam transmisi data. Penguat sinyal ini berhasil mengeluarkan sinyal yang stabil dengan kekuatan hingga 15 dBm dengan frekuensi yang ada di kisaran 155 hingga 175 GHz.

4. Tantangan dalam mengembangkan 6G
LG Berhasil Cetak Langkah Baru Jaringan 6G, Ini Faktanya

Seperti yang sudah disebutkan, jaringan 6G ini masih memiliki jangkauan yang pendek sehingga membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Kemudian, antena transmisi juga mengalami hilang daya yang menjadi sebuah tantangan bagi LG dan Fraunhofer-Gesellschaft. Mereka membutuhkan sebuah penguat sinyal yang bisa menghasilkan sinyal yang stabil pada frekuensi ultra-wideband.

Penguat sinyal buatan LG, HHI, dan IAF ini merupakan suatu proses penting dalam pengembangan 6G. Dengan adanya jaringan yang stabil, proses pengembangan jaringan ini dapat dilakukan lebih lanjut.

5. Dipersiapkan untuk 2025
LG Berhasil Cetak Langkah Baru Jaringan 6G, Ini Faktanya

LG menargetkan teknologi 6G dapat distandarisasi secara global pada 2025. Setelah standarisasi ini tercapai, akan dilakukan proses komersialisasi dalam jangka waktu empat tahun. Dengan demikian 6G dapat mendukung kehidupan masyarakat yang membutuhkan teknologi.

Presiden dan CTO LG Electronics Dr. Park Il Pyung mengatakan, “Kesuksesan uji coba ini membuktikan bahwa kami berada lebih dekat dengan keberhasilan penerapan spektrum komunikasi radio terahertz pada era 6G mendatang.” Park juga mengatakan bahwa kerja sama dengan institusi penelitian lokal dan global dalam pengembangan kemampuan 6G ini sangat bermanfaat.