Obat-obatan Antivirus di Kabupaten Bogor Telah Berkurang

Obat-obatan Antivirus di Kabupaten Bogor Telah Berkurang

Obat-obatan Antivirus di Kabupaten Bogor Telah Berkurang – Obat antivirus adalah golongan obat yang digunakan untuk menangani penyakit-penyakit yang disebabkan infeksi virus. Melonjaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Bogor mengakibatkan kebutuhan akan obat-obatan meningkat. Imbasnya stok obat-obatan di jumlah rumah sakit pun semakin menipis.

Obat antivirus bekerja dengan cara mematikan serangan virus, menghambat, serta membatasi reproduksi virus di dalam tubuh. Penggunaan obat antivirus hanya diberikan berdasarkan saran dari dokter.

Seperti obat-obat lainnya, obat antivirus juga dapat menyebabkan efek samping, meskipun tidak semua orang akan mengalami efek samping setelah mengonsumsi obat, karena respons tubuh terhadap obat bisa berbeda-beda. Dilansir dari download aplikasi poker idn Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan setidaknya ada tiga jenis obat yang stoknya terbatas. Padahal obat tersebut merupakan antivirus.

1. Obat-obatan Antivirus menipis
Duh! Obat-obatan di Kabupaten Bogor Menipis

Menurut Ade Yasin, dari cerita para dokter yang bertugas, selain ketersedian oksigen yang semakin menipis, sejumlah obat antivirus stoknya sudah menipis, seperti fosil tamicin dan dua jenis yang lainnya.

Kasus Covid 19 di Kabupaten Bogor terus melonjak. Sejumlah rumah sakit penuh. Seperti di rumah sakit Cileungsi. Pasien Covid 19 terus bertambah setiap harinya.

Melonjaknya pasien gejala berat Covid 19, membuat ketersediaan oksigen dan obat anti virus menipis.

“Dan obat-obatan itu yang mungkin dibutuhkan oleh rumah sakit lain juga di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin, Jumat (2/7/2021).

2. Stok masih cukup
Menteri BUMN Erick Thohir Pastikan Stok Obat Covid-19 Masih Cukup

Meski demikian, menurutnya, saat ini ketersediaan obat-obatan masih bisa mencukupi untuk kebutuhan di rumah sakit. Namun Ade meminta agar stok obat-obatan tersebut ditambah untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19.

“Kita harus ada persediaan jangan sampai pasien datang ke rumah sakit tapi di rumah sakitnya nggak ada apa-apa, tidak menyediakan obat karena obatnya habis. Yah percuma datang ke rumah sakit,” katanya.

3. Kabupaten Bogor tambah anggaran
Duh! Obat-obatan di Kabupaten Bogor Menipis\

Ade Yasin mengatakan akan menambah anggaran kesehatan jika memang diperlukan. Apalagi didalam kondisi darurat seperti ini.

Menurut Rudy, tiga pekerjaan itu sebaiknya dialihkan untuk penambahan ruang ICU Covid-19 di sejumlah rumah sakit. Karena, kata dia, hanya pekerjaan infrastruktur yang memiliki nilai besar untuk digeser.

“Kita juga siapkan BTT (Biaya Tidak Terduga) apabila terjadi kebutuhan-kebutuhan yang urgent. Jadi anggaran ini fluktuatif tidak stuck,” kata Ade Yasin.