Pemerintah Mengkaji Obat Molnupiravir untuk Pasien Covid

Pemerintah Mengkaji Obat Molnupiravir untuk Pasien Covid

Pemerintah Mengkaji Obat Molnupiravir untuk Pasien Covid – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah saat ini tengah mengkaji sejumlah obat yang dapat digunakan untuk pasien COVID-19 di Indonesia. “Kemenkes terus bekerja sama dengan BPOM dan rumah sakit-rumah sakit untuk review dan uji klinis.

Molnupiravir adalah obat antivirus eksperimental yang aktif secara oral dan dikembangkan untuk pengobatan influenza. Ini adalah prodrug dari turunan nukleosida sintetis N4-hydroxycytidine. Budi menjelaskan, obat yang saat ini sedang ramai yakni Molnupiravir dari Merck juga akan dikaji.

Budi berharap, obat-obatan tersebut bisa digunakan pada akhir 2021 untuk pasien COVID-19 di Indonesia. “Jadi obat-obatan tersebut sudah kita approach pabrikannya dan kita juga sudah merencanakan untuk beberapa sudah mulai uji klinis,” katanya.

1. RI rangking 5 jumlah vaksinasi terbanyak, per hari 2 juta dosis disuntikkan
Pemerintah Akan Kaji Penggunaan Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID

Indonesia telah berhasil mencapai target vaksinasi COVID-19 hingga lebih dari 2 juta suntikan dalam satu hari. Hal ini seiring dengan target percepatan vaksinasi agar bisa diberikan kepada lebih dari 70% target populasi di akhir tahun 2021.

Dalam kesempatan ini, Budi juga mengatakan, jumlah vaksinasi COVID-19 di Indonesia berada di urutan ke lima terbanyak di dunia. Per hari ini, sudah ada 94.223.690 orang di Indonesia menerima dosis pertama.

“Indonesia rangking kelima dunia, kita naik satu tingkat menyusul Jepang,” kata Budi.

2. Indonesia sudah terima 222 juta vaksin
UPDATE 6 April: 4.268.222 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua,  8.890.024 Dosis Pertama

Lebih lanjut, Budi mengatakan, Indonesia saat ini sudah menerima 222 juta dosis vaksin COVID-19. Sebanyak 193 juta dosis sudah dikirim ke seluruh daerah.

“Stok masih 70 jutaan (dosis), masih banyak. Kita terus bicarakan percepatan vaksinasi,” katanya.

3. PPKM diperpanjang hingga 18 Oktober, Luhut klaim COVID-19 RI membaik
Pemerintah Akan Kaji Penggunaan Obat Molnupiravir untuk Pasien COVID

Dalam konferensi pers itu, pemerintah juga memperpanjang penerapan PPKM level hingga 18 Oktober 2021. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, situasi pandemik COVID-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan.

“Kasus konfirmasi nasional turun 98 persen dan kasus konfirmasi Jawa-Bali juga menunjukkan penurunan hingga 98,7 persen dari puncaknya pada 15 Juli lalu,” kata Luhut.