Unggah Foto Kala Karantina

Unggah Foto Kala Karantina Pasangan di Australia Didenda

Unggah Foto Kala Karantina Pasangan di Australia Didenda – Dua sejoli asal Australia didenda AUD3,300 atau sekitar Rp3,3 juta (AUD1 = Rp10,058) karena mengunggah foto di media sosial Facebook. Hal ini dianggap kepolisian setempat melanggar aturan masa karantina imbas virus Corona.

Padahal, foto mereka itu diabadikan pada Juni 2019, jauh sebelum diumumkan pandemi virus corona SARS-CoV-2. Foto diambil saat mereka sedang berlibur di salah satu tempat di dekat rumah mereka.

“Contoh kesalahan seperti ini akan ditinjau lebih lanjut,” kata salah satu anggota kepolisian Victoria kepada jurnalis Seven News Australia dikutip Gizmodo, Rabu.

Sejak awal April lalu, kapal Greg Mortimer melego jangkar di perairan Uruguay karena pemerintah setempat menolak memberi izin kapal tersebut merapat ke pelabuhan karena khawatir dengan penyebaran virus corona.

Akan tetapi, enam orang penumpang yang membutuhkan perawatan khusus dilaporkan sudah dibawa ke darat dan dilarikan ke rumah sakit di Montevideo. Proses pemindahan penumpang tersebut dilakukan di tengah laut, dibantu anggota Angkatan Laut Uruguay yang menggunakan pakaian pelindung.

Para penumpang dari Eropa dan Amerika Serikat yang dinyatakan positif virus corona diminta tetap berada di kapal, sampai dinyatakan negatif pada tes selanjutnya. Jika dinyatakan negatif, maka mereka akan dipulangkan mealui Brasil difasilitasi oleh pihak Aurora Expeditions.

Menurut pihak Aurora Expeditions, dokter yang disiagakan di kapal juga dilaporkan mengalami gejala infeksi virus corona, yakni demam.

Kenyataannya, menurut laporan ABC News Australia, Polisi Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) menggunakan teknologi Clearview berbasis AI untuk melacak orang-orang yang menggunakan fitur facial recognition (pengenalan wajah) yang disematkan di ponsel mereka.

Sebanyak 60 persen penumpang dan awak kapal pesiar Greg Mortimer dilaporkan positif virus corona, dan saat ini kapal itu berada di lepas pantai Uruguay karena ditolak merapat ke pelabuhan.

Seperti dilansir, Rabu, menurut laporan ada 128 penumpang dan awak kapal Greg Mortimer yang positif virus corona. Kapal tersebut dilaporkan mengangkut 217 orang.

Sebelumnya, Australia meminta warganya yang sedang berada di luar negeri untuk kembali pulang. Tak hanya itu, pemerintah juga meminta warga untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sebagai upaya menghentikan penyebaran virus corona.

Menurut pihak Aurora Expeditions dokter yang disiagakan

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan selain melarang warga bepergian ke luar negeri, acara yang melibatkan lebih dari 100 orang juga sementara waktu dilarang.

Kendati demikian, Morisson menegaskan pemerintah Australia belum berencana melakukan pembatasan aktivitas warga (lockdown) seperti halnya negara-negara di Eropa. “Kami sedang menyusun relawan medis cadangan,” demikian pernyataan Aurora Expeditions.

Aurora Expeditions sudah berulang kali meminta izin kepada pemerintah Uruguay untuk bisa merapat di pelabuhan, tetapi ditolak. Pemerintah Uruguay menyatakan akan mengizinkan evakuasi para penumpang asal Selandia Baru dan Australia pekan ini.

Mereka kemungkinan akan dijemput dengan pesawat yang disewa Aurora Expeditions dan diterbangkan menuju Melbourne pada Kamis besok, dan akan dikarantina selama dua pekan setelah tiba.

“Kami sedang mengupayakan penerbangan dan pesawat sewaan untuk seluruh penumpang dengan tujuan memulangkan mereka secepat mungkin,” kata Aurora Expeditions.

“Kami merencanakan untuk mengevakuasi mereka secepatnya, tetapi karena yang sulit maka kemungkinan yang didahulukan pulang adalah penumpang asal Australia dan Selandia Baru, dan kemudian menyusul penumpang asal Eropa dan Amerika Utara,” lanjut Aplikasi IDN Poker 77 Aurora Expeditions.

Belum diketahui pasti apakah pasangan tersebut telah menjelaskan kepada polisi terkait foto lama yang mereka unggah. Namun yang pasti, Mott mengatakan polisi telah memperingatkan mereka untuk tidak lagi mengunggah foto di Facebook.

Kejadian ini mendapat sejumlah pertentangan, banyak pihak yang menilai bahwa polisi memantau pergerakan warga Australia melalui media sosial mereka, namun polisi membantah tuduhan tersebut.

Pasangan diketahui bernama Jaz dan Garry Mott yang tinggal di negara bagian Victoria, Australia terkejut ketika mendapati surat denda dari pihak berwenang setempat.