Virus Corona Terjadi Setiap 100 Tahun

Benarkah Pandemi Seperti Virus Corona Terjadi Setiap 100 Tahun

Benarkah Pandemi Seperti Virus Corona Terjadi Setiap 100 Tahun?,- Sejak wabah virus corona menyebar ke seluruh dunia dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), berbagai teori dan hipotesis banyak berseliweran di media sosial.

Ada yang menyebut virus ini buatan manusia, ada juga yang mengatakan bahwa wabah mematikan muncul setiap 100 tahun sekali.

Seperti thread di Twitter yang dibagikan akun @AdeeJupri_, dengan menyebut bahwa virus corona seolah setingan sebab terjadi setiap 100 tahun sekali.
“Virus Corona Seolah Seperti Settingan, Sejarah Mencatatkan Setiap 100 Tahun Sekali Muncul Wabah Pada Tahun yang Berakhir dengan Angka 20, Benarkah Hanya Kebetulan” tulis AJ dalam kicauannya di Twitter.
Capture
Ia kemudian melanjutkan thread-nya dengan membagikan beberapa data sebagai patokan bahwa pandemi benar-benar terjadi setiap 100 tahun sekali.
Data yang disampaikan adalah empat wabah penyakit yang terjadi beberapa abad yang lalu, yakni wabah demam pada 1720; kolera pada 1820; flu spanyol pada 1920; dan virus corona COVID-19 pada 2020.
Satu pertanyaan muncul: Benarkah sebuah pandemi muncul setiap 100 tahun sekali?
Sebelum menelisik lebih jauh kebenaran dari klaim tersebut, harus dipahami terlebih dahulu apa itu pandemi. Menurut WHO, pandemi Virus Corona Terjadi Setiap 100 Tahun didefinisikan sebagai epidemi yang terjadi pada skala geografis yang sangat besar, menyebar ke berbagai negara, dan memengaruhi lebih banyak orang.
Sedangkan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) pandemi diartikan sebagai wabah penyakit global yang terjadi ketika virus baru muncul dan menginfeksi orang serta menular antarmanusia.
Klaim @AdeeJupri_ yang menyebut bahwa pandemi terjadi setiap 100 tahun sekali tampaknya telah mengabaikan pandemi lain yang juga pernah terjadi di masa lalu. Lantas, seperti apa empat wabah yang disebut sebagai siklus 100 tahun sekali? Mari kita kupas lebih dalam Daftar Indo Poker 88.
Ilustrasi wabah pes
Wabah Besar Marseille 1720-1722
Wabah Besar Marseille (The Great Plague of Marseille) terjadi pada 1720. Penyakit demam menular yang disebabkan bakteri ini ditransmisikan dari tikus ke manusia lewat gigitan kutu yang terinfeksi.
Wabah Besar Marseille bermula dari sebuah kapal bernama Grand Saint Antoine yang berlabuh di Prancis. Kapal tersebut diketahui membawa barang-barang dari Mediterania.
Saat penyakit mulai menginfeksi manusia dan menular dengan cepat antarindividu, wabah telah memicu ketakutan penduduk Prancis. Tiga tahun berjalan, penyakit ini berhasil membunuh sekitar 126 ribu orang di seluruh Prancis.
Hal itu terdokumentasikan dalam sebuah artikel tentang wabah yang ditulis Cindy Ermus, seorang profesor sejarah di University of Texas di San Antonio, Texas, AS. Namun, karena penyakit ini hanya terpusat di Prancis, maka Wabah Besar Marseille bukan termasuk pandemi.
Selain COVID-19, Ini 5 Pandemi yang Paling Hebohkan Dunia
Kolera 1817-1823
Pandemi kolera pertama, muncul pada tahun 1817 dan berlangsung selama tiga tahun hingga 1820. “Sejak pertama kali menyebar dari Calcutta di sepanjang Delta Sungai Gangga, India, pada 1817, penyakit telah membunuh jutaan orang,” ujar Robert Wood Johnson Foundation, organisasi yang bergerak dalam dunia kesehatan.
Penyakit ini menyebar ke negara-negara lain di Asia, seperti Myanmar, Sri Lanka, Thailand, China, Jepang, dan Indonesia. Pada 1820, kolera masuk ke negara lain di luar Asia, termasuk Teluk Persia, Suriah, Turki, dan Rusia selatan.
Pandemi berakhir enam tahun kemudian tatkala, musim dingin yang sangat ekstrem melanda negara-negara yang terdampak wabah.
Flu Spanyol  1918-1919

Ilustrasi Spanish Flu

Flu Spanyol disebabkan oleh virus H1N1 yang ditularkan dari unggas ke manusia. Hingga saat ini, ihwal dari mana virus ini berasal masih menjadi perdebatan dan kontroversi.
Menurut CDC, flu Spanyol pertama kali muncul pada 1918-1919. Di Amerika Serikat, penyakit influenza Spanyol teridentifikasi dari anggota militer pada musim semi 1918. Diperkirakan ada 500 juta orang atau sepertiga dari populasi manusia yang terinfeksi virus H1N1.
Jumlah kematian akibat flu Spanyol mencapai 50 juta orang, dengan 675 ribu kematian terjadi di Amerika Serikat. Disebut flu Spanyol bukan berarti penyakit ini berasal dari Spanyol, melainkan karena pada Perang Dunia I. Spanyol adalah negara satu-satunya yang jujur memberitakan pandemi H1N1 ke khalayak luas.
Pandemi COVID-19 2019-2020

Pemakaman pasien corona di New Delhi, India

Virus SARS-CoV-2 pertama kali terjadi pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. Kala itu, pemerintah China melaporkan ratusan kasus gangguan pernapasan akut atau pneumonia yang belum diketahui penyebabnya. Belakangan, virus corona jenis barulah yang menjadi biang keladi dari masalah tersebut.
Kini, virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19 telah menyebar ke hampir seluruh dunia, menewaskan lebih dari 100 ribu orang dan menginfeksi sekitar 1,9 juta populasi dunia.
Amerika Serikat menjadi episentrum baru wabah virus corona dengan jumlah kasus dan kematian melebihi China sebagai negara pertama yang diterpa virus SARS-CoV-2. Pada 20 Maret 2020, WHO menetapkan virus corona sebagai pandemi.
Kesimpulan
Klaim pandemi terjadi setiap 100 tahun sekali dengan mengacu pada peristiwa 1720, 1820, 1920, dan 2020 bisa disimpulkan kurang tepat.
Perlu digaris bawahi, Wabah Besar Marseille yang terjadi pada 1720 bukan termasuk dalam kategori pandemi karena kejadian hanya terpusat di Prancis. Sedangkan pandemi kolera dan flu Spanyol terjadi beberapa tahun sebelum 1820 dan 1920.
Selain itu, klaim itu juga telah mengabaikan banyak pandemi lain yang terjadi di masa lampau dengan pola tidak tepat 100 tahun sekali.
Sebagai contoh, pandemi Athena yang terjadi 430 Sebelum Masehi; wabah Antoninus pada 165-180 Masehi; wabah Yustinius 541-542 Masehi, dan wabah Black Death pada 1346-1353.
Serta beberapa pandemi lain, yakni wabah besar London pada 1665; demam kuning pada akhir 1800-an; H2N2/Flu Asia 1957-1958; dan H1N1/Flu Babi pada 2009.