Warga Panik Gempa Bumi di Jepara

Warga Panik Gempa Bumi di Jepara

Warga Panik Gempa Bumi di Jepara – Gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Jepara, Jawa Tengah, Selasa pagi ini. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 05.54 WIB dengan kedalaman 578 km dari. Lokasi gempa ada di 6.12 Lintang Selatan – 110.55 Bujur Timur.

Adapun pusat gempa berada di laut, atau 53 kilometer barat laut Jepara.

Kekuatan gempa terasa hingga Yogyakarta, Mataram, Purworejo,Kuta dengan skala III MMI. Dalam skala ini getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Gempa Jepara juga dirasakan di daerah lain dengan kekuatan lebih rendah, seperti Denpasar, Kebumen, Banjar Negara, Cilacap, Boyolali, Krui, Pesisir Barat, Pangandaran, Tanggamus, Gianyar, Pekalongan, dengan skala II hingga III MMI. Dalam skala ini getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Gempa M 6,1 SR di perairan Jepara juga terasa sampai di kawasan puncak Gunung Merapi di Klaten, Jateng. Warga sempat keluar rumah, sebab guncangan gempa juga terpantau sinyal seismograf.

“Terasa di desa saya. Awalnya dikira getaran berkaitan dengan Gunung Merapi,” ungkap Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Selasa pagi saat dihubungi ponselnya.

Jainu mengatakan gempa terasa sekitar pukul 06.00 WIB kurang sedikit. Warga yang sedang persiapan di rumah kaget dan berlari keluar rumah begitu mendengar sinyal seismograf.

“Soalnya sinyal yang dipancarkan lewat pesawat HT di samping rumah terdengar seperti erupsi. Warga pada keluar rumah,'” lanjut Jainu.

Sinyal terdengar warga, kata Jainu sekitar 30 detik baru mereda. Warga keluar rumah melihat puncak Gunung Merapi tidak ada asap.

“Warga keluar rumah melihat puncak Gunung Merapi anteng (tenang) dan ternyata tidak ada ada asap. Lalu warga kembali (beraktivitas), dan memang sudah 3 hari ini tidak keluar asap,” sambung Jainu.

Subur, warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang juga mengatakan hal serupa. Desanya yang berada di kawasan teratas seperti Desa Balerante juga merasakan gempa.

“Terasa tapi cuma sebentar. Warga tidak panik sebab hanya sebentar,” jelas Subur.

Tidak saja di puncak gunung Merapi, gempa juga terasa di sekitar sesar Jiwo dan Dengkeng di wilayah selatan. Di kecamatan Gantiwarno dan Jogonalan.

“Saya pas di rumah terasa. Warga tidak sampai lari karena gempa dirasa kecil,” kata Surat, warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno pada detikcom.

Kades Plawikan Kecamatan Jogonalan, Lilik Ratnawati juga mengatakan hal yang sama. Gempa terasa di desanya cukup kuat.

“Saya pas melihat televisi. Jadi cukup terasa tetapi warga tidak sampai panik,” ungkap Lilik.

Seperri diketahui, BMKG merilis terjadi gempa pukul 05:54:44 WIB dengan kekuatan 6,1 SR. Gempa berpusat di kedalaman 578 Km, 53 km Barat Laut Jepara.