WHO Menguji Tiga Obat Baru untuk Pengobatan Pasien COVID-19

WHO Menguji Tiga Obat Baru untuk Pengobatan Pasien COVID-19

WHO Menguji Tiga Obat Baru untuk Pengobatan Pasien COVID-19 – Organisasi Kesehatan Dunia adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/8) mengumumkan bahwa pihaknya akan menguji tiga obat baru untuk pengobatan pasien COVID-19.

WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Tedros Adhanom (menjabat mulai 1 Juli 2017). WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB. Uji coba ini akan melibatkan ribuan peneliti di lebih dari 600 rumah sakit di 52 negara.

“Menemukan terapi yang lebih efektif dan dapat dijangkau untuk pasien COVID-19 masih menjadi kebutuhan kritis dan WHO bangga untuk memimpin upaya global ini,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dilaporkan kantor berita Xinhua yang dikutipĀ apk idn poker pada Kamis (12/8/2021).

1. Tiga obat itu adalah artesunate, imatinib, dan infliximab
WHO Uji 3 Obat Baru untuk Terapi Pasien COVID-19

Ttiga obat baru tersebut yaitu artesunate untuk mengobati malaria parah, imatinib untuk mengobati kanker tertentu, dan infliximab untuk mengobati gangguan sistem imun seperti penyakit Crohn (penyakit peradangan usus), tulis WHO dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Rabu (11/8/2021).

Obat-obat ini dipilih oleh panel ahli independen lantaran berpotensi mengurangi risiko kematian pada pasien COVID-19 rawat inap, dan disumbangkan untuk uji coba oleh para pengembangnya, kata WHO.

2. WHO sebut empat obat sebelumnya tidak ampuh yakni remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir dan interferon
WHO Uji 3 Obat Baru untuk Terapi Pasien COVID-19

Pada penelitian sebelumnya, WHO telah menguji empat obat yakni remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir, dan interferon. Hasil awal menunjukkan bahwa keempat obat tersebut memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki efek pada pasien COVID-19 rumah sakit.

3. WHO merekomendasikan interleukin-6 – tocilizumab, dan sarilumab untuk pasien gejala berat
WHO Uji 3 Obat Baru untuk Terapi Pasien COVID-19

Sebelumnya pada 6 Juli 2021, WHO merekomendasikan obat interleukin-6- tocilizumab, dan sarilumab, untuk pasien COVID-19 parah, mendesak produsen agar bergabung dalam upaya mempercepat akses ke obat tersebut. Langkah tersebut berdasarkan pada temuan dari meta-analisis prospektif dan jaringan hidup yang dipelopori oleh WHO, analisis obat-obatan terbesar hingga saat ini.

Ini adalah obat pertama yang ditemukan ampuh melawan COVID-19 sejak kortikosteroid direkomendasikan oleh WHO pada September 2020.

“Pasien COVID-19 parah atau kritis kerap mengalami reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh, yang dapat membahayakan sekali kesehatan pasien. Obat Interleukin-6 – tocilizumab, dan sarilumab- bertindak untuk menekan reaksi berlebihan ini,” bunyi siaran pers WHO.